Aturan Keselamatan untuk Refrigerant

Perhatikan peraturan-peraturan keselamatan berikut saat bekerja atau menangani refrigerant dan wadah refrigerant.

  • JANGAN MENANGANI REFRIGERANT TANPA PELINDUNG MATA YANG SESUAI. Refrigerant yang keluar dapat mengani mata dan mengakibatkan kebutaan atau radang dingin yang hebat karena titik didihnya yang rendah. Mata harus segera dicuci dengan air yang bersih dan dingin paling kurang sepuluh menit. Kemudian segera mungkin temui dokter atau spesialis mata. Cairan  yang anda lihat keluar dari hubungan/saluran yang terbuka adalah oli bukan refrigerant. Namun oli tersebut berbahaya pula bagi mata karena kekeringan dapat mendehidrasi lapisan tipis mata pada bola mata. Refrigerant dapat pula keluar, tergantung dimana hubungan tersebut terbuka.
  • Hindari menghirup refrigerant dan uap lubricant atau kabut lubricant. Hal tersebut Iritasi pada hidung dan tenggorokan dapat terjadi jika anda mengalaminya. Gunakan alat servis yang bersertifikasi guna memenuhi syarat SAEJ1990 (R-12) dan SAEJ2210 (R-134a) dalam membuang dan mengganti refrigerant dari system. Jika terjadi kecelakaan pembongkaran system, ruangan harus dibuka (agar udara terganti) sebelum servis dilakukan kembali. Informasi tambahan untuk keselamatan dan kesehatan yang dapat diperoleh dari pabrik refrigerant dan lubricant.
  • Alat servis R-134a atau system kendaraan tidak boleh bertekanan atau mengalami kebocoran dengan compressed air/udara bertekanan. Beberapa campuran udara/R-134a dapat terbakar pada tekanan yang tinggi. Campuran ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkank ebakaran atau ledakan dan mengakibatkan cidera atau kerusakan property/alat. Informasi mengenai kesehatan dan keselmatan dapat diperoleh dari pabrik refrigerant dan lubricant.
Referigrant temperature/pressure chart
Gambar 1 Referigrant temperature/pressure chart
  • JANGAN MEMBUAT WADAH REFRIGERANT TERLALU PANAS. Grafik pada Gambar 1 mengenai karakteristik tekanan pada Refrigerant-12 menunjukkan bahwa dengan 120°F (49°C) tekanan yang terbentuk sangat besar. Hal ini sangat membahayakan dalam satu dan dua wadah yang memiliki dinding yang sangat tipis. Juga selama proses pengisian, temperature air tidak boleh melebihi 125°F (52°C). Temperatur yang tinggi akan menyebabkan tekanan yang sangat tinggi dalam wadah.
  • RECOVER/PERBAIKAN – JANGAN MELEPASKAN/MENGELUARKAN REFRIGERANT. Refrigerant yang mengenai atau terekspose dengan api akan menyebabkan gas phosgene yang sangat mematikan.
  • JANGAN MENAMBAHKAN APAPUN KECUALI REFRIGERANT MURNI DAN OLI REFRIGERANT KEDALAM SISTEM. Senyawa tambahan dapat berisi bahan asing yang tidak sesuai dengan bahan kimia refrigerant , sehingga menyebabkannya tidak stabil secara kimiawi dan hilang kualitasnya.
  • JANGAN MENANGANI WADAH YANG BASAH DENGAN TANGAN TELANJANG SAAT MENGISI SYSTEM. Embun beku akan terbentuk di luar wadah jika wadah tersebut basah dan menyebabkan tangan membeku ke wadah tersebut. Hal ini terjadi saat menggunakan air panas untuk memanaskan wadah. Jika ini terjadi, basahi wadah tersebut dan tangan anda akan melunak dan terlepas.
  • JANGAN MENGELAS ATAU MEMBERSIHKAN DENGAN PENGUAPAN DEKAT ATAU DI SISTEM AC. Tekanan yang berlebihan dapat terbentuk dalam system.
  • Sebelum melonggarkan atau melepaskan peralatan refrigerant, TUTUP HUBUNGAN ATAU SALURAN DENGAN KAIN UNTUK MENCEGAH REFRIGERANT MENYEMBUR MENGENAI KULIT ATAU MATA.
  • Saat mengisi system dengan mesin running/hidup, PASTIKAN VALVE PENGUKUR TEKANAN TINGGI TERTUTUP.
  • Karena refrigerant lebih berat dari udara, ia akan menggantikan udara jika terlepas di ruang tertutup. Hal ini dapat menyebabkan seseorang kekurangan oksigen yang bekerja di area tersebut.
  • Beberapa detektor yang bocor menggunakan api dan menghasilkan gas beracun jika kebocoran tersebut terdeteksi. Karena itu hanya boleh digunakan dalam area yang berventilasi baik. 
  • Wadah refrigerant harus ditangani dfengan hati-hati dan disimpan dengan tegak lurus di tempat yang dingin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: