CARA KERJA STARTING SYSTEM

STAND BY

Saat disconnect switch pada posisi close, rangkaian dari baterai tidak mengaktifkan relay. Gambar di atas adalah sistem starter dalam kondisi standby.

KEY START

Pada saat start switch diposisikan ke start, maka arus akan mengalir dari supply baterai di  teminal B ke terminal S pada start switch menuju salah satu terminal koil pada start relay. Pada saat yang sama arus yang lebih besar mengalir dari baterai ke terminal S pada Starter motor melalui kontak start relay yang sudah close, dan membuat pull-up winding dan hold-in winding di- energized, kedua pull-in dan hold-in winding aktif, yang menyebabkan tuas mendorong pinion sambil overrunning clutch-nya bersentuhan dengan flywheel.

CRANKING

Gaya magnet menarik plunger ke arah kanan, yang akan menggerakkan overrunning clutch dan pinion ke arah flywheel ring gear. Pada saat plunger ditarik ke kanan dan terminal BAT dan M terhubungkan oleh plat kontaktor, pada tahap ini pinion mulai engage dengan flywheel ring gear dan pull-in winding menjadi tidak aktif yang dikarenakan tidak ada arus yang mengalir padanya karena di-bypass oleh plat kontaktor. Pada saat ini plunger dipertahankan dalam posisi tertarik hanya oleh gaya magnet dari hold-in winding. Starter motor kemudian dialiri arus besar, pinion akan engage dengan flywheel ring gear dan engine akan mulai berputar.

Solenoid melakukan dua fungsi, yaitu menghubungkan pinion dengan flywheel dan menghubungkan arus yang tinggi dari baterai ke starter motor. Starter motor mengambil energi listrik dari baterai dan merubahnya menjadi energi mekanik yang berputar untuk menghidupkan mesin. Cara kerja ini serupa dengan motor listrik pada umumnya.

KEY OFF

Posisi starter motor berhenti (key start switch kembali pada posisi on). Pada saat ignition switch diputus, arus yang mengalir melalui hold-in winding dan pull-in winding berhenti, yang menyebabkan gaya magnet pada hold-in winding hilang. Kontak pada solenoid kemudian terbuka. Plunger dan overrunnning clutch didorong kembali ke posisi awal oleh spring, dan motor akan berhenti berputar.

SISTEM SERI-PARALEL

Mesin dengan engine diesel yang lebih besar memerlukan kekuatan starter yang tinggi untuk dapat menyediakan putaran untuk menghidupkan engine. Untuk memperoleh kekuatan ini, beberapa mesin menggunakan starter 24V. Menggunakan tegangan 24V, membuat starter menghasilkan daya yang sama dengan aliran arus yang lebih sedikit. Dalam sistem seri-paralel, starter beroperasi pada 24V tetapi sistem listrik mesin beroperasi pada 12V. Sebuah switch seri- paralel khusus dipergunakan untuk menghubungkan dua atau lebih baterai secara paralel untuk aksesori dan operasi charging, dan kemudian menghubungkan secara seri pada starter ketika cranking. Aksesori 12V dipilih karena jauh lebih murah daripada lampu dan aksesori 24V.

SISTEM LISTRIK 12V / 24V

Pada jenis lain dari sistem ini, starter motor dihubungkan secara seri dengan dua buah baterai 12V dan alternator mengisi kedua baterai tersebut dengan tegangan 28 ± 1V.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: