CARA KERJA TORQUE CONVERTER ONE WAY CLUTCH

Gambar 1 – Contoh Machine Dengan One Way Clutch

Operasi kerja one-way clutch torque converter sama dengan torque converter konvensional. Impeller menggunakan oli untuk menggerakkan turbine dan output shaft. Machine-machine yang dilengkapi dengan fitur one way clutch antara lain: Wheel Tractor Scraper, Backhoe Loader, Off-Highway dan Articulated Truck.

KEUNTUNGAN ONE-WAY CLUTCH TORQUE CONVERTER

  • Dapat melipatgandakan torsi saat beban berat
  • Mengurangi kemungkinan terjadinya overheating (panas yang timbul lebih sedikit)
  • Mengurangi converter drag

KONSTRUKSI

Gambar 2 – One Way Torque Converter Pada 657 WTS
A. Cam; B. Carrier; C. Rollers; D. Spring; E. Openings

Perbedaan converter tipe ini terdapat pada stator, stator dipasang pada komponen one way clutch bukan pada housing torque converter. One way clutch memungkinkan stator berputar bebas pada satu arah saat pelipat gandaan torsi tidak diperlukan.

One way clutch juga dapat digunakan bersama dengan Torque Converter Tipe Lock-Up Clutch yang memungkinkan stator berputar bebas saat machine dalam kondisi direct drive.

OPERASI KERJA ONE WAY CLUTCH

Gambar 3 – One Way Torque Converter

Gambar diatas menunjukkan konstruksi one way clutch. Cam diputar oleh stator dan terhubung dengan stator melalui spline. Sedangkan hub tidak berputar.

Roller menyediakan hubungan mekanis antara cam dan hub. Roller terletak didalam opening komponen cam. Opening berbentuk tirus dengan ukuran sisi kiri lebih kecil dibandingkan dengan sisi kanan. Spring yang juga terletak didalam opening mempertahankan posisi roller agar tetap disisi kiri opening. Hub menghubungkan one way clutch carrier/housing dengan cara displine

Saat beban berat aliran oli dari turbine menghasilkan gaya dorong dibagian depan sudu-sudu stator sehingga menyebabkan stator mencoba berputar searah jarum jam, atau berlawanan dengan arah rotasi turbine. Pergerakan stator menyebabkan roller dari one way clutch bergulir diantara stator dan carrier stator.

Kondisi terkuncinya roller menyebabkan stator tidak dapat berputar. Akibatnya stator mengarahkan sejumlah besar aliran oli dari turbine kembali menuju impeller. Arah aliran oli sama dengan arah putar impeller sehingga terjadi pelipat gandaan torsi. (Gambar kiri).

Saat kecepatan putar impeller dan turbine meningkat, gaya dorong dari oli mulai menendang bagian belakang sudu-sudu stator dan cenderung membuat stator berputar berlawanan arah jarum jam atau mulai berputar dengan arah rotasi yang sama dengan impeller dan turbine. Saat stator berputar maka cam juga berputar. . Pergerakan cam menyebabkan rollers bergerak dari sisi kiri opening kearah kanan. Hubungan mekanis antar cam dan hub terputus. Stator dan cam dapat berputar bebas. Stator tidak lagi mengirimkan oli kebagian belakang sudu-sudu impeller. Pada saat ini torque converter bertidak layaknya fluid coupling (gambar kanan).

TORQUE CONVERTER PADA 657 WHEEL TRACTOR SCRAPER

Gambar 4 – One Way Clutch Pada 657 Wheel Tractor Scraper

Torque converter terdiri dari komponen-komponen berikut:

  1. Rotating housing
  2. Impeller
  3. Output hub  
  4. Stator with one-way clutch
  5. Turbine

One-way clutch memegang stator saat torque converter digunakan. One-way clutch memungkinkan stator berputar bebas saat torque converter sedang tidak digunakan.

Torque converter digerakkan oleh transfer output gear. Input flange, rotating housing dan impeller dihubungkan bersama-sama sehingga berputar sebagai satu unit. Support assembly dihubungkan dengan No. 1 clutch housing transmisi. Sedangkan output hub dihubungkan dengan sun gear untuk No. 1 clutch melalui splines.

Transmisi digerakkan oleh torque converter hanya pada posisi REVERSE, FIRST dan SECOND speed saja. Torque converter tidak digunakan pada saat kecepatan THIRD sampai EIGHTH.

Torque Converter Drive

Gambar 5 – Torque Converter Drive

Output gear dari transfer gears memutar input flange. Input flange memutar rotating housing dan impeller. Oli dari inlet relief valve untuk torque converter mengalir kedalam inlet passage didalam hub stator. Oli lalu diarahkan menuju impeller.

Saat kecepatan putar impeller dan turbine lambat, stator akan tertahan diam. Roller didorong oleh spring sehingga tetap berada disisi kiri opening, didalam tirus. Hal ini memungkinkan hubungan mekanis antara cam dan hub. Karena hub diam maka cam akan tertahan diam. Karena cam tidak dapat berputar maka stator juga tidak dapat berputar. Stator dapat mengarahkan aliran oli kembali ke impeller.

Torque converter berfungsi sebagai pemindah tenaga dan torsi dipindahkan melalui output hub. Tenaga dipindahkan melalui output hub menuju input transmission.

Direct Drive

Gambar 6 – Direct Drive

Note:    (AA) Component yang bergerak bersama one-way clutch
(BB) Component yang bergerak bersama power input
(CC) Component yang bergerak bersama power output

Output gear dari transfer gears memutar input flange. Input flange memutar rotating housing dan impeller. Impeller mengarahkan oli menuju sudu-sudu turbine. Oli dari impeller memutar turbine. Karena kecepatan machine lebih cepat impeller berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi. Oli dari impeller menyebabkan causes turbine turbine berputar dengan kecepatan yang lebih tinggi. Saat turbine berputar lebih cepat, oli dari turbine menendang bagian belakang sudu-sudu stator. Kondisi ini menyebabkan stator mulai berputar dengan arah yang sama dengan turbine dan impeller.

Torque converter tidak lagi berfungsi sebagai pemindah tenaga sehingga tidak ada lagi torsi yang dipindahkan ke output hub. Input flange dihubungkan dengan output shaft sehingga menggerakkan output shaft secara langsung. Tenaga dikirim melalui output shaft menuju input transmission.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: