CARA KERJA TORQUE CONVERTER TIPE IMPELLER CLUTCH

Impeller clutch torque converter juga memiliki kesamaan dengan lock-up clutch torque converter. Satu-satunya perbedaannya terletak pada kondisi boleh atau tidaknya slip didalam clutch terjadi. Impeller clutch memperbolehkan atau memungkinkan terjadinya slip pada clutch dalam tingkat yang terkontrol

Dengan Impeller clutch akan didapatkan variasi besaran torsi output yang beragam pada torque converter.

KEUNTUNGAN IMPELLER CLUTCH TORQUE CONVERTER

Keutungan utama dari impeller clutch adalah kemampuannya untuk mencegah roda-roda mengalami slip. Roda-roda pada wheel loader paling sering mengalami slip saat operasi loading. Bila slip terjadi akan menyebabkan roda-roda mengalami keausan lebih cepat. Pengeluaran dana yang paling besar pada wheel loader adalah penggantian roda. Impeller clutch juga mampu menaikkan jumlah tenaga engine yang tersedia.

  • Menurunkan slip pada roda
  • Mengurangi keausan pada roda
  • Meningkatkan ketersediaan tenaga engine untuk system hidrolik.
  • Mengurangi ketersedian tenaga engine untuk power take-off

Wheel loader merupakan satu-satunya machine yang menggunakan impeller clutch torque converter.

KONSTRUKSI IMPELLER CLUTCH TORQUE CONVERTER

Gambar 1 – Impeller Clutch Torque Converter

Konstruksi impeller clutch torque converter hampir sama dengan torque converter konvensional, kecuali, pada converter tipe ini impeller digerakkan oleh rotating housing melalui perantaraan impeller clutch. Kecepatan rotating housing sama dengan engine.

Impeller clutch terdiri dari clutch piston dan beberapa plate dan disc yang disebut clutch pack. Piston dan plate dihubungkan dengan impeller clutch housing dengan spline. Disc dihubungkan dengan adapter melalui spline sedangkan adapter dibautkan dengan impeller.

OPERASI KERJA IMPELLER CLUTCH TORQUE CONVERTER

Gambar 2 – Operasi Kerja Impeller Clutch Torque Converter

Impeller clutch diaktifkan secara hidrolis dan diatur oleh komponen impeller clutch solenoid valve. Impeller clutch solenoid valve dikontrol oleh transmission ECM dan diaktifkan oleh pedal kiri atau disebut juga converter pedal.

Saat impeller clutch solenoid valve tidak diaktifkan oleh ECM maka tidak ada arus listrik yang mengalir menuju solenoid, tekanan oli pada impeller clutch akan berada pada nilai maksimalnya dan converter bekerja seperti halnya converter konvensional. Oli dari carrier mengalir melalui lubang saluran menuju impeller clutch, oli lalu mendorong clutch piston (1) terhadap plate (2) dan disc (3).

Gesekan antara disc dan plate mengunci impeller dengan converter housing sehingga menyebabkan impeller berputar dengan kecepatan yang sama dengan converter housing. Saat ini impeller memindahkan oli dalam jumlah yang maksimal kearah turbine sehingga torque converter dapat menghasilkan torsi maksimumnya.

Saat ECM menaikkan jumlah arus listrik menuju solenoid mengakibatkan tekanan oli menuju piston berkurang. Gesekan diantara plate dan disc turut berkurang sehingga impeller berada dalam kondisi slip, yaitu berputar lebih lambat dibandingkan dengan kecepatan putar rotating housing.

Kondisi slip ini menyebabkan jumlah oli yang dikirim oleh impeller menuju turbine juga berkurang. Dengan berkurangnya gaya dorong pada turbine maka torsi pada output shaft juga berkurang.

Kapasitas atau banyaknya jumlah oli yang disuplai oleh impeller tergantung dari kecepatan putar impeller. Kecepatan yang lebih rendah menghasilkan perpindahan tenaga yang lebih kecil. Slip yang terjadi pada clutch dimaksudkan untuk mencegah terjadinya slip pada roda-roda penggerak.

Operator dapat melakukan pengaturan tingkat slip yang mungkin terjadi pada clutch disesuaikan dengan pekerjaan yang sedang dilakukan. Pengaturan tingkat slip yang paling sesuai dilakukan dengan cara memvariasikan jumlah arus listrik yang dikirim menuju solenoid sehingga memberi dampak terhadap besarnya tekanan oli dibagian belakang clutch piston.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: