CARA KERJA TORQUE CONVERTER TIPE KONVENSIONAL

Oli Terlempar Dari Impeller

Gambar 1 Fungsi Impeler

Impeller merupakan driving member (komponen penggerak) yang dihubungkan dengan flywheel sehingga memiliki kecepatan yang sama dengan engine.

Saat impeller berputar bersama dengan rotating housing, sudu-sudu impeller menyebabkan oli yang berada disekitarnya terlempar kearah luar.

Arah aliran oli saat meninggalkan impeller sama dengan arah putaran rotating housing. Bentuk dari rotating housing akan mengarahkan oli mengalir menuju turbine.

Sudu-Sudu Turbine Terdorong

Turbine merupakan driven member (komponen yang digerakkan). Sudu-sudu turbine menerima gaya dorong dari oli yang mengalir dari impeller sehingga turbine berputar. Karena turbine di-spline dengan output shaft, putaran turbine menyebabkan output shaft juga berputar. Saat oli meninggalkan turbine arah alirannya berlawanan dengan arah putar engine flywheel.

Operasi Stator

Gambar 2 Fungsi Stator

Stator merupakan stationary reaction member (komponen yang diam) yang memiliki sudu-sudu yang dapat melipat gandakan gaya dengan cara mengarahkan kembali aliran oli dari turbine kembali ke impeller.

Fungsi stator adalah mengubah arah aliran oli antara turbine dan impeller. Gambar diatas menunjukkan perubahan arah yang dimaksud yang akan meningkatkan momentum oli, sehingga meningkatkan kapasitas torsinya.

Stator dihubungkan dengan torque converter housing. Momentum oli sama dengan arah putar impeller. Oli menendang bagian belakang sudu-sudu impeller dan menyebabkan impeller berputar. Kondisi ini disebut sebagai ‘reaksi’.

Aliran Oli Didalam Torque Converter

Gambar 3 Aliran Oli dalam torque converter

Gambar diatas memperlihatkan oli terdorong kearah luar dari impeller dan mengitari housing lalu masuk kedalam turbine. Oli menggerakkan turbine dan torsi dipindahkan menuju output shaft. Saat oli meninggalkan sudu-sudu turbin, ia menghantam stator yang akan mengarahkan aliran oli agar sama dengan arah putaran impeller. Oli diarahkan ke arah atas menuju impeller. Oli akan terus menerus mengalir diantara komponen-komponen torque converter.

Gambar 3 Conventional torque converter

Gambar diatas menujukkan penampang conventional torque converter pada 938H Wheel Loader. Output shaft yang dihubungkan dengan turbine memindahkan torsi ke input shaft transmisi. Output shaft dihubungkan dengan input shaft transmisi melalui yoke dan drive shaft atau dipasang langsung dengan input gear transmisi

Saat dalam kondisi tanpa beban output shaft berputar dengan kecepatan yang hampir menyamai kecepatan putar engine flywheel.

Saat diberi beban kecepatan putar akan semakin lambat. Penurunan kecepatan output shaft menyebabkan rpm turbine menjadi berkurang. Saat kecepatan output shaft berkurang, torsi output dari torque converter bertambah. Saat output shaft dalam kondisi stalled, torque converter akan memberikan torsi maksimal menuju output shaft.

Contoh aplikasi torque converter tipe conventional lainnya ada pada Caterpillar B series Telehandler.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: