CARA MENSERVIS PISTON

Piston terbuat dari aluminium yang sangat mudah aus dan rusak. Sangat penting agar tiap piston diperiksa secara menyeluruh. Carilah skirt yang retak, ring yang aus, ulir, landasan ring yang retak, lubang pin piston yang aus, dan masalah lain. Anda harus menemukan masalah yang dapat mempengaruhi kinerja piston dan umur serfis engine.

Pembersihan ulir ring piston (ring groove cleaner) telah dijelaskan dalam Bab 9. Lihat materi ini jika perlu.

Mengukur keausan piston

Outside micrometer yang besar digunakan untuk mengukur keausan piston. Hasil bacaan micrometer dibandingkan dengan spesifikasi yang ada untuk mengetahui keausannya. Ukuran piston diukur pada skirt, tepat dibawah lubang pin piston, seperti dalam gambar 10-8. Setel micrometer dengan sedikit tarikan saat ia ditarik ke piston. Jika keausan lebih dari spesifikasi yang ada, gantilah piston.

Piston taper diukur dengan membandingkan diameter piston di bagian atas (rata dengan lubang pin piston) dan bagian bawah skirt. Perbedaan antara dua ukuran sama dengan piston taper. Jika tidak sesuai batas buku manual servis, ganti piston.

Mengukur jarak (clearance) piston

Untuk mengetahui jarak piston, kurangi diameter piston dari diameter silinder. Perbedaan antara ukuran lubang silinder dan diameter piston akan sama dengan jarak piston.

Rata-rata jarak piston-ke-silinder kira-kira 0.025 mm. Karena spesifikiasi beragam, lihatlah selalu buku manual servis.

Gambar 10-9 menampilkan cara lain dalam mengukur jarak piston. Feeler gauge strip yang datar dan panjang diletakkan di piston skirt. Kemudian gauge dan piston didorong/ditekan kedalam siilnder. Spring scale digunakan untuk menarik feeler gauge strip keluar dari silinder. Jika hasil bacaan spring scale sama dengan spesifikasi, ukuran feeler gauge sama dengan jarak piston.

Jika jarak piston-ke-silinder berlebihan, anda harus melakukan salah satu dari hal berikut:

  1. Pasang ukuran piston dengan standar yang baru (silinder tidak aus diluar dari batas spesifikasi).
  2. Lubangi silinder dan beli piston yang lebih besar ukurannya.
  3. Sleeve atau masukkan silinder kembali ke ukuran awal (standar).

Mengukur celah / jarak samping ring piston

Celah samping ring piston adalah jarak antara sisi ring kompresi dan bagian dalam pada ulir piston. Ulir ring yang aus cenderung mempertinggi celah ini. Jika terlalu aus, piston tidak akan rata / persegi pada dinding silinder. Akan terjadi konsumsi oli dan asap.

Untuk mengukur celah samping ring piston, gunakan piston ring yang baru selama pemeriksaan / overhauling. Seperti dalam gambar 10-10, masukkan piston ring yang baru kedalam ulirnya. Kemudian masukkan feeler gauge diantara piston ring dan ulir.

Feeler gauge yang paling besar dimasukkan diantara piston ring dan ulir menunjukkan celah samping ring piston. Ulir atas piston ring biasanya diperiksa karena ia terkena lebih banyak panas pembakaran dan lebih aus dari ulir yang kedua.

Jika celah samping piston ring melebihi spesifikasi, ganti piston atau pasang spacer dalam ulir. Piston ring spacer adalah ring baja tipis yang dipasang atau fit dekat compression rings. Ulir piston dibuat lebih lebar untuk menerima spacer. Ini akan merestore atau mengembalikan celah samping ring piston sesuai batas yang diinginkan.

Mengukur celah (gap) ring piston

Piston ring gap, dimana jarak antara ujung-ujung piston ring saat dipasang dalam silinder, sangatlah penting. Jika celah terlalu kecil, piston ring bisa terkunci atau menggores silinder dalam pemanasan dan perluasan. Jika piston ring gap terlalu besar maka saat servis atau bekerja ia akan membuat blowby (hembusan) yang berlebihan.

Untuk memeriksa piston ring gap, tekan dan letakkan ring kompresi dalam silindernya. Kemudian tekan piston ring ke bagian bawah head piston dengan travel ring piton normal. Ini akan meratakan membuat persegi piston ring dalam silinder dan posisikan pada diameter silinder yang terkecil.

Lihat gambar 10-11, ukur piston ring gap dengan sebuah flat feeler gauge (datar). Bandingkan sesuai spesifikasi. JIka tidak tepat, anda mungkin telah salah mengeset piston ring atau dimensi silinder mungkin tidak sesuai spesifikasi orisinilnya.

Beberapa pabrik membolehkan piston ring filing (khusus, roda gerinda tipis yang untuk menghilangkan metal di ujung-ujung ring) untuk menambah celah atau gap piston ring. Dan yang lainnya tidak menganjurkan!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: