COMPOUND TRANSMISSION

transmission
Gambar 1 – Automatic Transmission

Gambar diatas merupakan potongan sebuah transmisi 6 kecepatan. Model transmisi ini menggunakan tiga buah planetary gear set (P1, P2 dan P3) untuk dapat menghasilkan rasio gigi mekanis yang diinginkan.

Terdapat lima buah clutch yang dapat memberikan putaran input dan kemampuan menahan untuk mendapatkan berbagai macam output pada planetary, kecepatan dan/atau arah.

Tenaga putar dipindahkn oleh shaft dan komponen-komponen yang displine. Sistim kontrol elektonik mengatur sistim hidrolik untuk mengaktifkan atau menonaktifkan clutch sesuai kebutuhan.

NETRAL

power shift transmission
Gambar 2 – Power Flow Netral

Saat kondisi netral, hanya clutch C5 yang aktif

  • Tenaga putar dari torque converter dipindahkan hanya sampai module clutch dan sun gear dari planetary PI, tidak kekomponen yang lain.

1ST SPEED

power shift transmission
Gambar 3 – Power Flow Kecepatan 1st

Saat dalam kondisi kecepatan satu, Clutch C1 dan C5 diaktifkan:

  • Clutch C1 mengunci turbine shaft dan main shaft menjadi satu.
    • Sun gear P3 merupakan bagian dari modul main shaft, sehingga sun gear bertindak sebagai input bagi planetary gear P3
  • Clutch C5 menahan ring gear P3
    • Carrier P3 dihubungkan secara langsung dengan output shaft melalui spline
    • Karena sun gear P3 bertindak sebagai input dan ring gear P3 ditahan, maka carrier P3 bertindak sebagai output.

2ND SPEED

power shift transmission
Gambar 4 – Power Flow Kecepatan 2nd

Saat dalam kondisi kecepatan dua, Clutch C1 dan C4 diaktifkan dan planetary set P2 dan P3 bekerja bersama-sama untuk menghasilkan output yang sesuai:

  • Clutch C1 mengunci turbine shaft dan main shaft menjadi satu.
    • Hal ini menyebabkan sun gear P2 berputar
  • Clutch C4 menahan ring gear P2
    • Karena sun gear P2 merupakan input dan ring gear P2 ditahan, menyebabkan carrier P2 menjadi output
  • Sun gear P3 dihubungkan dengan main shaft melalui spline sehingga berputar
  • Ring gear P3 dihubungkan dengan carrier P2 sehingga berputar, namun dengan kecepatan yang lebih rendah dibandingkan dengan putaran sun gear P3
  • Sun gear P3 merupakan SDM dan menjadi input
    • Carrier P3 menjadi output dan dihubungkan langsung (melalui spline) dengan output shaft.

3RD SPEED

power shift transmission
Gambar 5 – Power Flow Kecepatan 3rd

Saat dalam kondisi kecepatan tiga, Clutch C1 dan C3 diaktifkan dan ketiga planetary set bekerja bersama-sama untuk menghasilkan output yang sesuai:

  • Clutch C1 mengunci main shaft terhadap turbine shaft, dan modul rotating clutch memutar sun gear P1
  • Clutch C3 menahan ring gear P1
    • Karena sun gear P1 sebagai input dan ring gear P1 ditahan, maka carrier P1 menjadi output
  • Sun gear P2 berputar bersama dengan main shaft
  • Ring gear P2 dihubungkan melalui spline dengan carrier P1, sehingga turut berputar
    • Karena ring gear P2 berputar dengan kecepatan yang lebih lambat dibandingkan dengan sun gear P2 menjadikan sun gear P2 sebagai SDM
    • Sun gear P2 bertindak sebagai SDM input terhadap ring gear P2 dan akibatnya carrier P2 menjadi output
  • Sun gear P3 berputar bersama dengan main shaft
  • Ring gear P3 dihubungkan melalui spline dengan carrier P2, sehingga berputar bersama dengan carrier P2 dengan kecepatan yang lebih rendah dari pada sun gear P3
    • Sun gear P3 merupakan SDM input dan carrier P3 (yang displine dengan output shaft) menjadi output.

4TH SPEED

power shift transmission
Gambar 6 – Power Flow Kecepatan 4th

Saat dalam kondisi kecepatan empat, kedua rotating clutch C1 dan C2 diaktifkan:

  • Clutch C1 mengunci turbine shaft terhadap main shaft
  • Clutch C2 mengunci turbine shaft dengan carrier P2
  • Karena tidak terdapat clutch yang diaktifkan, maka sun gear, carrier dan ring gear dari ketiga planetary gear set berputar dengan kecepatan dan arah yang sama dengan turbine shaft
  • Carrier P3 adalah output dan dihubungkan langsung dengan outputshaft
  • Karena semua komponen berputar bersama maka kondisi kecepatan empat memiliki gear ratio final 1:1 atau direct drive

5TH SPEED

power shift transmission
Gambar 7 – Power Flow Kecepatan 5th

Saat dalam kondisi kecepatan lima, clutch C2 dan C3 diaktifkan dan ketiga planetary set bekerja bersama-sama untuk menghasilkan output yang sesuai:

  • Sun gear P1 berputar dengan bersama dengan module rotating clutch
  • Clutch C3 menahan ring gear P1 sehingga diam
    • Carrier P1 menjadi input
  • Clutch C2 mengunci turbine shaft dengan Carrier P2 sehingga keduanya berputar dengan kecepatan yang sama
  • Ring gear P2 dihubungkan melalui spline dengan carrier P1
    • Carrier P2 berputar lebih cepat dibandingkan dengan ring gear P2 sehingga menjadikan ring gear P2 menjadi SDM
    • Sun gear P2 menjadi output
  • Sun gear P2 memutar main shaft dan sun gear P3
  • Ring gear P3 dihubungkan dan berputar bersama dengan carrier P2
    • Sun gear P3 berputar lebih cepat dibandingkan dengan ring gear P3, sehingga sun gear menjadi SDM
    • Carrier P3 menjadi output dan berhungan dengan output shaft
  • Kombinasi pertautan gear ini menghasilkan kondisi overdrive.

6TH SPEED

powershift transmission
Gambar 8 – Power Flow Kecepatan 6th

Saat dalam kondisi kecepatan enam, clutch C2 dan C4 diaktifkan sehingga planetary set P2 dan P3 bekerja bersama-sama untuk menghasilkan output yang sesuai:

  • Clutch C2 mengunci bersama carrier P2 dengan turbine shaft
  • Clutch C4 menahan ring gear P2
    • Karena carrier P2 sebagai input dan ring gear P2 ditahan, maka sun gear P2 menjadi output
  • Sun gear P2 memutar main shaft dan sun gear P3
  • Carrier P2 dihubungkan dengan dan berputar bersama ring gear P3
    • Gear P3 menjadi SDM
    • Carrier P3 menjadi output dan berhubungan dengan output shaft
  • Kombinasi pertautan gear ini menghasilkan kondisi overdrive

REVERSE

power shift transmission
Gambar 9 – Power Flow Kecepatan mundur

Saat dalam kondisi mundur, clutch C3 dan C5 diaktifkan sehingga ketiga planetary set bekerja bersama-sama untuk menghasilkan output yang sesuai:

  • Sun gear P1 berputar bersama module rotating clutch
  • Ring gear P1 ditahan oleh clutch C3
    • Carrier P1 menjadi output
  • Carrier P1 dihubungkan dengan ring gear P2
    • Ring gear P2 menjadi input untuk planetary set P2
  • Clutch C5 menahan ring gear P3
    •  Ring gear P3 dihubungkan dengan carrier P2
    • Karena ring gear P2 merupakan input dan carrier P2 ditahan, maka sun gear P2 menjadi output
    • Karena carrier merupakan komponen yang ditahan, sun gear P2berputar dengan arah berlawanan (counter clock wise) terhadap arah pergerakan input
  • Sun gear P2 memutar main shaft dengan arah berlawanan (counter clock wise)
    • Karena sun gear P3 berputar bersama dengan main shaft maka ia juga berputar dengan arah berlawanan pula dengan input
  • Sun gear P3 menjadi input arah mundur untuk planetary P3
  • Ring gear P3 ditahan oleh clutch C5
  • Carrier P3 menjadi output arah mundur dan dihubungkan dengan output shaft

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: