Mengenal kandungan dalam coolant radiator

Coolant radiator adalah merupakan campuran air, conditioner dan antifreeze yang akan disirkulasikan ke saluran – saluran dan jacket water di dalam engine untuk menyerap panas pada system engine.

Coolant menyerap panas dari komponen – komponen di system yang ada di engine kemudian membuang panas tersebut ke udara sekitar melalui heat exchanger atau radiator dengan media udara atau air.

Sebagian besar sistem pendingin engine menggunakan media air sebagai bahan dasar dan mencampurnya dengan additive untuk:

  • Mengurangi korosi pada jacket water engine dan komponen lainnya di dalam engine.
  • Mencegah pembekuan air pada kondisi cuaca yang sangat dingin ketika engine mati.

Kandungan Coolant

Coolant

Ada tiga kandungan utama yang membentuk coolant engine:

  • Air, untuk mencegah overheating
  • Antifreeze, untuk mencegah pembekuan.
  • Coolant conditioner, untuk mencegah korosi.

Coolant dengan konsentrasi yang tepat harus mampu memenuhi persyaratan dasar di bawah ini:

  • Mampu memindahkan panas
  • Melindungi dari kerusakan kavitasi
  • Memberikan ketahanan terhadap korosi
  • Mencegah penbentukan gumpalan (deposit)
  • Dapat digunakan untuk sistem pendingin yang memakai hose dan material seal
  • Dapat melindungi media pada system pendingin tidak membeku

Air

Air mempunyai unsur pemindah panas yang terbaik daripada zat-zat lainnya tetapi juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu:

  • Air mudah mendidih
  • Air dapat membeku
  • Air sangat korosif terhadap metal/logam

Antifreeze dan conditioner ditambahkan untuk memperbaiki kekurangan ini.

Antifreeze

Antifreeze, atau ethylene glycol berfungsi untuk menaikkan titik didih dan menurunkan titik beku dari air. Jumlah kandungan antifreeze menentukan seberapa besar perubahan temperatur. Coolant yang membeku tidak dapat mengalir pada system pendingin sehingga tidak dapat bersikulasi untuk memindahkan panas dan juga dapat menimbullkan keretakan.

Conditioner atau Corrosion Inhibitor

Spin element

Conditioner mungkin dapat ditambahkan dengan cara menggunakan spin on element, atau menambahkan secara langsung ke dalam system.

Conditioner

Conditioner akan melapisi seluruh komponen engine dan melindungi komponen logam dari korosi dan bersisik/scaling (menempelnya unsur dasar air terhadap permukaan logam panas).

Batasan temperatur kerja operasi (Operating range) dipengaruhi oleh altitude dari tempat operasi dan tekanan pada system serta konsentrasi antifreeze.

Semakin tinggi daerah permukaan operasi dari permukaan air laut maka akan semakin rendah titik didih air. Semakin tinggi system tekanan maka semakin tinggi titik didih air. Hal ini merupakan alasan mengapa sebagian besar engine menggunakan sistem pendingin bertekanan.

Air akan mendidih pada temperatur 100°C (212°F) pada tekanan atmosfer normal. Grafik pada gambar di atas, memperlihatkan bahwa jika tekanan dalam sistem pendingin dinaikkan menjadi 40 kPa (6 psi) maka titik didih coolant naik mencapai 110°C (230°F).

Jika coolant mendidih dapat menimbulkan gelembung (bubble) sehingga tidak dapat memindahkan panas dengan baik, menurunkan efisiensi system pendingin dan gelembung (bubble) akan mempengaruhi jumlah kapasitas aliran yang dihasilkan pompa. Ketika gelembung (bubble) udara pecah dapat melepaskan sebagian kecil dari komponen logam (erosi kavitasi).

Untuk memberikan perlindungan yang sempurna kepada engine, konsentrasi antifreeze dan conditioner harus tepat.

Ketika antifreeze ditambahkan, konsentrasinya harus diantara 30% dan 60%. Di bawah 30% tidak memberikan perlindungan yang cukup, sementara di atas 60% akan mempengaruhi penyerapan system pendingin engine. Demikian juga pada konsentrasi antifreeze yang tinggi akan menimbulkan endapan silica yang mengakibatkan tertutupnya komponen di dalam system dan dapat menurunkan umur seal.

Corrosion Inhibitor atau conditioner adalah additive yang dilarutkan di dalam air pendingin untuk melindungi berbagai macam komponen logam pada sistem pendingin engine dari korosi. Konsentrasi yang tepat dari campuran itu harus dijaga untuk mencapai tingkat PH yang tepat untuk memberikan perlindungan yang sempurna.

Konsentrasi coolant conditioner harus dijaga antara 3% dan 6%. Jika konsentrasi terlalu rendah maka komponen akan mudah korosi. Jika terlalu tinggi konsentrasinya, unsur pemindah panas dari coolant akan berkurang dan ada kemungkinan terbentuknya gumpalan silica dimana menyebabkan pemadatan coolant.

Beberapa additive yang digunakan adalah chrom, borax, dan nitrat. Sebagian besar perusahaan diesel engine merekomendasikan produk khusus untuk perlindungan korosi. Caterpillar sekarang merekomendasikan pre-mixed extended life coolant (ELC).

Extended Life Coolant

ELC

Extended Life Coolant (ELC) memberikan:

  • Umur coolant 6000 jam atau 4 tahun
  • Anti korosi
  • Memanjangkan umur seal water pump
  • Mencegah beku pada temperatur rendah
  • Mengandung anti didih yang baik

Maintenance yang diperlukan hanya penambahan ELC Extender setelah 3000 jam atau setelah 2 tahun. ELC mengandung organic acid inhibitor dan antifoam agent dengan sedikit nitrat dan kemudian ethylene glycol sebagai bahan dasar coolant. Yang kemudian dicampur dengan air destilasi dengan konsentrasi 50/50. ELC memberikan perlindungan terhadap pembekuan sampai dengan -37°C (-35°F). Perlindungan terhadap didih dengan spesifikasi radiator cap 90 kPa (13 psi) mencapai 129°C atau 265°F.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: