Cooling System CAT D8R

Advance Modular Cooling System (AMOCS) pada D8R memanfaatkan two-pass radiator modul untuk meningkatkan efisiensi radiator disbanding dengan system yg digunakan pada D8N.

Selama pengoperasian normal, watter pump melangsungkan coolent melalui engine oil cooler dan kemudian masuk ke cylinder block. Sebagi coolant yang mengalir melalui block masuk ke cylinder head, semua coolant dikumpulkan pada temperature regulator housing. Ketika temperature coolant mencapai 90⁰C (195⁰F), regulator membuka dan melangsungkan ke depan dari section dibawah tangki. Coolent yang panas mengalir kedalam section belakang di bawah tangki dan kemudian kembali ke watter pump.

Shunt lines menyediakan positif pressure pada inlet watter pump untuk mengurangi kafitasi pada watter pump. Jalur air vent membuang udara dari cooling system saat diisi dan selama beroperasi. Expansion tank adalah reservoir dan mempertahankan volume expansion pada coolant ketika temperature naik.

Section ini menunjukkan jalur aliran coolant melalui AMOCS radiator. Masing-masing core modul atas biasanya dihubungkan ke expansion tank (tidak ditampilkan) yang lansung dipasang diatas cores. Masing-masing core memiliki sirip baja per 25 mm (1.0 in.) dan konstruksi tabung kuningan dalam core. Sebuah core dengan enam sirip baja per 25 mm (1.0 in) tersedia sebagai pilihan untuk trash application.

AMOCS radiator mempunyai 2 keuntungan di bandingkan design yg lebih awal. Keuntungan pertama memudahkan service radiator core secara modular. AMOCS radiator didesign termasuk  satu tangki yang memiliki pemisah (1) di bawah modular core (2). Design ini mengeliminasi tangki yang sebelumnya terpasang ke atas radiator core . Dengan menempatkan ke 2 tangki di bawah modular core, proses melepaskan single modular core akan lebih mudah . Penggantian seal akibat memeperbaiki single modular core juga dapat dieliminasi. Keuntungan ke dua dari AMOCS adalah cooling effisiensi lebih baik.

Expansion tank (3) langsung berada diatas cores dan digunakan untuk coolant expansion. Coolant level slight gauge (4), radiator cap (5), air vent line (6), dan shunt line (7) berada pada tangki.

Drain valve (8) digunakan untuk menguras coolant dari 2 bagian dari section dibawah tangki pada radiator dan dari block dan oil cooler. Diameter fan dinaikkan dari 1016 mm (40 in.) menjadi 1092 mm (43 in.).

Gambar di atas memperlihatkan komponen-komponen radiator. Masing-masing core (1) mempunyai 2 lubang (2), satu untuk coolant in dan satunya untuk coolant out. Core ditempatkan di bawah tangki (3) ke dalam holes (4) menggunakan seal (5) untuk menyegel sambungan.

Di bawah tangki, coolant inlet hole (6) dan outlet hole (7) menghubungkan core dengan engine. Mineral oil akan merusak seal (5). Jika ada oil di temukan di cooling system, periksa semua seal.

fill tube dan radiator cap (1) ditempatkan diatas expansion tank untuk cooling system. Expansion tank terletak tepat diatas radiator pada engine compartment. Level coolant yang benar dapat diperiksa dengan 2 cara. Sight glass (2) pada expansion tank terlihat di sisi kiri engine compartment. Sight glass harus selalu diisi dengan coolant. Jika beberapa udara terlihat pada sight glass, coolant perlu ditambah ke dalam expansion tank. Ketika menambah coolant ke dalam system, pertahankan level coolant diantara upper dan lower ends pada bagian miring dari fill tube.

NOTE : kapasitas isi ulang dari cooling system kira-kira 92 liters ()24 gal)

Electronic monitoring system (EMS)temperature switch (1) terletak pada samping kiri belakang engine cylinder head. Coolant flow switch (2) terletak di saluran masuk water pump. Coolant temperature gauge sender (3) terletak pada temperature regulator housing pada samping kanan depan engine.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: