CRANKSHAFT SERVICE

Sebelum pemeriksaan selesai, pastikan bahwa crankshaft benar-benar bersih. Gunakan compressed air untuk membersihkan semua saluran / passage oli. Periksa tiap connecting rod dan permukaan main journal dari dekat. Carilah goresan dan tanda – tanda keausan. Sedikit saja torehan atau lekuk sangatlah serius akibatnya.

Kain crocus yang sangat lembut dapat digunakan untuk membersihkan goresan kecil.

Crankshaft grinding

Penggerindaan crankshaft meliputi penggerindaan connecting rod dan main bearing journal yang diameternya lebih kecil untuk memperbaiki journal yang aus dan rusak.

Crankshaft grinding atau penggerindaan crankshaft dilakukan dengan engine yang ada di bengkel.

Undersize bearing diperlukan setelah crankshaft digerinda. Karena jounal crankshaft lebih kecil diameternya, bearing harus lebih tebal untuk membantu fit atau pemasangan bearing-ke-journal yang tepat.

Mengukur journal taper

Jika salah satu ujung crankshaft journal aus lebih besar dari yang lainnya, crankshaft journal runcing/taper, lihat gambar 10-18. Untuk mengukur journal taper, gunakan outside micrometer, Gambar 10-19. Ukur kedua ujung tiap journal. Perbedaan yang ada mengindikasikan taper. Jika taper melebihi batas yang disarankan maka perlu penggerindaan atau penggantian crankshaft.

Mengukur journal yang tidak bulat (out-of-round)

Saat anda mengukur keruncingan journal, ukur juga ketidak bulatannya (journal lebih aus dibagian atas daripada bawahnya). Seperti dalam gambar 10-18, ukut melintasi journal dari sisi ke sisi dan kemudian dari atas ke bawah. Jikat idak dalam batas yang ditentukan, kirim crankshaft ke bengkel untuk digerinda atau ganti.

Tanda-tanda undersize bearing

LIhat selalu bearing crankshaft yang lama untuk menentukan apakah undersize (ukurannya tidak biasanya). Undersize bearing dapat digunakan pada engine yang diperbaharui bahkan pada beberapa engine yang baru.

Periksa bagian belakang bearing yang lama untuk JUMLAH UKURAN YANG TIDAK BIASANYA (UKURAN UNDERSIZE-NYA). Lihat gambar 10-20. Angka yang tertera pada bagian belakang bearing menunjukkan undersize bearing (misalnya 0.25 mm).

Jika selama perbaikan engine, anda lihat bahwa crankshaft yang lama dalam kondisi baik, pasang bearing dengan ukuran yang sama seperti yang lama. Bagaimanapun, jika crankshaft journal rusak atau asu berat, tukar / ganti crankshaft atau perbaiki (gerinda undersize). Kemudian pasang bearing dengan ukuran yang tepat.

Memeriksa kelurusan crankshaft

Crankshaft yang bengkok dapat merusak main bearing atau menyebabkan engine terkunci saat main cap dikencangkan. Untuk mengukur kelurusan crankshaft, pasang dial indicator pada pusat main bearing journal. Crankshaft dapat dipasang pada V-block, atau diantara pusat bearing seperti dalam gambar 10-21. Crankshaft dapat pula dipasang dalam cylinder block main bearing. Perlahan putar crankshaft sambil perhatikan indikator. Gerakan indicator sama dengan lekukan crankshaft. Jika tidak dalam batas yang ditentukan ganti crankshaft atau luruskan dan gerinda dengan mesin yang ada di bengkel.

Memasang crankshaft bearing

Belilah main bearing yang tepat (yang standar atau undersize). Dengan lubang main bearing dan bagian belakang tiap beraing BERSIH dan KERING, pasang tiap bearing masuk setengah ke tempatnya. Satu bearing insert masuk kedalam block dan matching insert lainnya masuk ke main bearing cap. Pasang juga main thrust bearing ke posisi yang benar dalam silinder block dan main bearing cap. Pastikan silinder block dan lubang oli main bearing sejajar!

Gambar 10-22, menampilkan bagaimana crankshaft dapat diganti tanpa melepas silinder head, piston dan connecting rod.

Memasang main oil seal belakang

Ada tiga tipe dasar dari main oil seal belakang: sua-bagian seal karet sintetis, dua-bagian rope seal (sumbu) dan satu-bagian seal karet sintetis. Tiap seal memerlukan teknik pemasangan yang berbeda.

Dua-bagian seal karet sintetis mudah dipasang. Lihat gambar 10-23. Tekan saja kedalam tempatnya dalam silinder block dan main bearing cap belakang.

Bibir seal pada main bearing sela belakang harus menghadap ke BAGIAN DALAM engine. Jika dipasang ke belakang, oli akan keluar dari bagian belakang seal pada saat engine start. Lumasi bibir seal dengan oli motor, gambar 10-23.

Dua-bagian rope atau sumbu main bearing oil seal bagian belakang harus bekerja dalam main bearing cap dan ulir silinder block dengan hati-hati. Gunakan alat install seal dan pukulan ringan hammer atau tekan dengan tangan dan sebuah batang baja halus seperti dalam gambar 10-24. Gunakan single-edge razor blade (silet) untuk memotong rope seal dan bilas serta main bearing cap dan cylinder block secara terpisah.

Seringkali, seal silicon disarankan pada main bearing cap bagian belakang untuk mencegah kebocoran oli. Lihat gambar 10-25. Seal menjaga oli merembes diantara main bearing cap dan permukaan mating (pertemuan) silinder block.

Jika seal samping tambahan tersedia untuk main bearing cap, ikuti petunjuk dengan gasket set. Seal umumnya disarankan pada seal samping main bearing cap.

Seal karet sintetis satu-bagian biasanya dipasang setelah main bearing cap belakang dibautkan ke block. Ia digerakkan ke posisinya dari belakang engine dengan menggunakan seal driver (penggerak seal). Lihat gambar 10-26. Setelah pemasangan, pastikan seal seimbang/lurus dan tidak rusak.

Memasang crankshaft

Setelah memasang main bearing, olesi bearing dalam silinder block dengan oli motor. Letakkan crankshaft ke tempatnya dengan hati-hati. Lihat gambar 10-27. jangan putar crankshaft tanpa main bearing cap terbaut ke silinder block, jika tidak bearing insert dapat berputar dan rusak.

Memeriksa jarak main bearing

Untuk memeriksa jarak atau celah oli diantara crank journal dan main bearing, letakkan bead PLASTIGAGE yang kecil (alat ukur clearance/jarak) pada crankshaft yang tidak beroli. Lihat gambar 10-28. Pasang dan putar baut atau mur main bearing cap.

Lepaskan main bearing cap dan bandingkan Plastigage yang dikompres dengan kertas skala / paper scale. Jika jarak tidak tepat, periksa ukuran bearing dan ukuran crankshaft journal.

Rata-rata jarak main bearing adalah 0.05 mm. Fungsi dari Plastigage akan dijelaskan dengan singkat, saat memeriksa jarak connecting rod bearing.

Putaran main bearing cap

Lumasi atau beri oli crankshaft journals dan permukaan bearing (bearing faces). Letakkan tiap main bearing cap pada posisinya dalam block. Periksa dua kali pemasangan main bearing. Periksa pula apakah tanda panah dan nomor tiap cap/penutup tersebut, seperti dalam gambar 10-27. They should usually read 1,2,3 going from the front to the rear of the cylinder block.

Run each main bearing cap bolt down a little at a time in small graduations. This will pull the main bearing cap squarely down into the cylinder block. Use a torque wrench to tighten the main bearing cap bolts to factory specifications, Fig. 10-28.

Memeriksa Crankshaft endplay

Crankshaft endplay adalah gerakan crankshaft dalam silinder block. Dikontrol olej jarak diantara main thrust bearing dan crankshaft thrust surface atau journal.

Untuk mengukur crankshaft endplay, pasang dial indicator pada block. Posisikan dial indicator pada crankshaft dengan stem sejajar dengan garis pusat crankshaft.

Lihat gambar 10-29. Buka dengan mendorong crankshaft kedepan dan kebelakang dalam silinder block.  

Gerakan indicator sama dengan crankshaft endplay. Bandingkan ukuran anda sesuai spesifikasi. Jika tidak tepat, periksa ukuran thrust bearing insert dan lebar crankshaft thrust journal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: