CYLINDER BLOCK DAN CAMSHAFT BEARING

Cylinder Block Engine 3500 Series
Cylinder Block Engine 3500 Series

Gambar ini menunjukkan satu sisi (bank) dari sebuah cylinder block. Disini anda bisa melihat cylinder liner bore, lubang pemasukkan udara, camshaft bearing bore, lubang lifter untuk unit injector dan valve,  dan lubang untuk meng-akses bagian dalam dari cylinder block.

Camshaft bearing
Camshaft Bearing

Ada dua camshaft bearing. Masing-masing mempunyai alur di sekeliling bagian

luar dari bearing tersebut dan mempunyai lubang saluran oli untuk lubrikasi yang masing-masing jaraknya 180 derajat. Pada bearing yang sebelah kanan, anda bisa melihat sambungan dari bearing tersebut bertautan dan mengunci satu sama lain.

Alur di sekeliling bearing tersebut berfungsi sebagai saluran oli menuju ke kedua lubang yang mana nantinya akan dipakai untuk melumasi camshaft. Dari alur ini oli juga di-supplay melalui sebuah passage menuju ke lubang di tengah-tengah dowel yang ada di block bagian atas yang mana akan mengalirkan oli ke cylinder head untuk melumasi lifter dan rocker arm assembly khusus untuk cylinder tersebut.

Pada saat bearing dipasang di bore dari block-nya, sambungan bearing-nya harus berada pada garis pusat mendatar dari block-nya dan lubang oli bagian atas mengarah ke Vee dari block-nya. Lubang oli bagian atas pada bearing harus diletakkan 20 ± 5 derajat di atas garis HORIZONTAL dari bore yang ada di block tersebut. Demikian juga lokasi dari lubang oli bagian bawah pada bearing harus pada 20 ± 5 derajat dibawah garis HORIZONTAL dari bearing bore-nya.

Bearing joint pada bank sebelah kanan harus mengarah ke dalam (ke vee block-nya). Sedangkan bearing joint pada bank sebelah kiri mengarah keluar dari block-nya.

CAMSHAFT BEARING REMOVAL DAN INSTALLATION

Ini adalah 6V4070 Camshaft Bearing Tool Group. Dari kiri ke kanan adalah screw, pilot, spacer dan plate, pulling bar, dan di bawahnya ada dua spacer.

Bearing bisa dilepas secara manual dengan kunci ratchet box atau dengan Hydraulic Puller. Screw extention bisa digunakan untuk bore yang terletak agak jauh dari pulling bar.

Pulling Bar dipasang pada flywheel housing atau drive housing bagian depan.

Terlihat pada gambar di atas, tool-nya berada di luar bore sehingga anda bisa melihatnya dengan baik. Pilot-nya dipasang pada ujung screw, dan pulling plate sedang ditahan di depan-nya. Tool yang sama dipakai untuk melepas dan memasang camshaft bearing.

Lubang (tanda panah) yang anda lihat di atas adalah tempat dowel yang dipakai sebagai saluran oli ke cylinder head untuk pelumasan dari rocker arm assembly.

Dengan lepasnya dowel (seperti terlihat di atas), anda bisa melihat alur yang terdapat di sekeliling bearing.  Pada saat bearing dipasang dengan benar, alur dari bearing tersebut akan terlihat di tengah-tengah lubang dowel-nya. Hal ini memungkingkan oli mengalir di bagian luar sekeliling bearing, melalui lubang di dowel menuju ke cylinder head.

CATATAN :

Check bore in bearing setelah pemasangan. Bore-nya harus 86.00 ± 0.06 mm ( 3.386 ± .002 in).

Pemasangan cam bearing dengan dowel terpasang (TANDA PANAH) memerlukan cara yang lain untuk men-check alignment bearing yang benar.

PERHATIAN

SAAT BEARING TIDAK TERPASANG DENGAN BENAR, OLI TIDAK BISA MENGALIR MELALUI PASSAGE MENUJU KE ROCKER ARM ASSEMBLY DAN ENGINE KOMPONEN AKAN RUSAK KARENA TIDAK ADA LUBRIKASI.

Ada sebuah cara yang bisa digunakan untuk men-check alignment yang benar adalah dengan mengukur dari permukaan engine bagian belakang dari cylinder block ke ujung belakang dari masing-masing bearing.

Air pressure bisa juga digunakan untuk men-check bearing alignment. Berikan air pressure pada lubang yang terdapat di dowel-nya. Jika udara menemui sedikit hambatan dan dapat dirasakan pada lubang bearing, maka alignment sudah benar.

Oli bisa juga digunakan untuk men-check bearing alignment. Tempelkan rapat-rapat nozzle dari oil can terhadap lubang pada dowel. Pompa-kan oil can beberapa kali. Jika ada sedikit atau tidak ada hambatan oli untuk mengalir dan oli keluar melalui kedua lubang di bearing, berarti alignment-nya sudah benar.

Jika dowel dilepas, lihat ke dalam bore yang ada di block dan secara visual check bearing apakah sudah pada posisi yang benar. Anda bisa melihat lubang oli sebelah bawah (bagian luar) pada bearing. Posisinya adalah 20 ± 5 derajat di bawah garis horizontal. Bearing joint diposisikan pada garis horizontal. Tetapi, pada bank kanan, bearing joint harus mengarah ke vee dari block. Pada bank sebelah kiri, bearing joint harus mengarah ke luar block.

Camshaft mempunyai tanda (DI-TJAP) pada masing-masing sisi ujungnya. Tanda ini memberikan indikasi dari lokasi dan sisi engine yang mana camshaft seharusnya dipasang untuk arah STANDARD atau REVERSE putaran engine.

Untuk STANDARD engine rotation, camshaft untuk bank sebelah kiri (seperti terlihat) mempunyai tanda :

FRONT L.H.  pada sisi depan (gambar kanan) dan REAR L.H.  pada sisi belakang (gambar kiri).

Camshaft untuk bank yang kanan (tidak terlihat) mempunyai tanda :

FRONT R.H.  pada sisi depan dan REAR R.H. pada sisi belakang

Saat anda berdiri di bagian depan dari STANDARD rotation engine dengan gear cover terlepas, anda bisa melihat tanda FRONT L.H. pada camshaft sebelah kiri dan FRONT R.H. pada camshaft sebelah kanan. Anda juga bisa melihat crankshaft dengan tanda FRONT STD. Pastikan bahwa camshaft tidak diputar depan ke belakang atau sisi kiri ke sisi kanan pada saat pemasangan.

Untuk REVERSE engine rotation, camshaft sebelah kiri diputar dari depan ke belakang dan dipasang di bank sebelah kanan (sisi berlawanan).

Saat anda berdiri di depan engine yang mempunyai REVERSE rotation,  pada camshaft sebelah kanan akan terlihat tanda REAR L.H. Camshaft sebelah kiri akan terlihat bertanda REAR R.H.  Anda juga bisa melihat crankshaft dengan tanda FRONT REV.

Firing Order untuk REVERSE engine rotation ialah: 1-4-9-8-5-2-11-10-2-6-7-12

CAMSHAFT REMOVAL DAN INSTALATION

Ini adalah tool yang digunakan untuk melepas camshaft dan juga memasangnya kembali. Dari sebelah kiri adalah guide assembly, dua pilot assembly, dan crank assembly. Ada satu lagi yang tidak kelihatan disini adalah baut panjang untuk mengikat baut assembly dengan camshaft.

Anda juga bisa menggunakan 1P0820 Hydraulic Oil Puller terlebih dulu untuk melepas camshaft gear.

PERHATIAN !!

Jangan memberikan pressure terlalu besar pada 1P0820 hydraulic puller. Dikhawatirkan bisa merusak camshaft gear dan juga bisa mengakibatkan kecelakaan.

CATATAN :

Lepaskan Bell Crank Assembly lebih dulu sebelum anda melepas camshaft. Jika camshaft dilepas tanpa membuka cylinder head, maka untuk menahan lifter tetap di atas, gunakan 9M4849 O-rings.

Disebelah kiri, kita bisa melihat crank assembly pada ujung pilot assembly yang diikat pada camshaft. Pilot yang lainya berada pada ujung lainya dari camshaft.

Guide assembly diikatkan pada flywheel housing. Pakailah sebuah nylon belt untuk men-support camshaft-nya.

Pada saat camshaft dipasang, lumasi tool dan camshaft-nya dengan engine oil. Setelah selesai pemasangan, lumasi cam lobe-nya dengan 8T2998 Lubricant.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: