CYLINDER HEAD

Cylinder head merupakan cetakan terpisah yang menyekat bagian atas engine block dimana terdapat valve, injector atau pre-combustion chamber (bila digunakan), juga saluran air, valve train dan komponen sistem bahan bakar.

Tergantung rancangannya, cylinder head dapat berupa single casting (cetakan tunggal), ataupun terdiri dari beberapa cetakan yang menutup satu cylinder atau lebih.

Cylinder head (1) (Gambar 2, kanan) terpasang di block engine dengan gasket (2), sebuah spacer plate (3), dan baut atau stud.

Kehati-hatian harus dilakukan saat melepas bolt atau nut cylinder head dan kebalikan urutan pengencangan harus digunakan untuk mencegah distorsi cylinder head.

CATATAN:

Jangan pernah melepas cylinder head saat sedang panas, karena akan menyebabkan distorsi cylinder head (melengkung).

Jika cylinder head sangat berat, gunakan alat kerek untuk mengangkatnya dari cylinder block. Pastikan ‘sekat’ antara cylinder head dan block terlepas sebelum memutuskan untuk menyangkat cylinder head. Jika sebuah cylinder head sangat rapat melekat, jangan memukulkan pahat atau obeng di antara cylinder head dan block untuk melepasnya, karena hal ini dapat merusak permukaan keduanya. Pukul-pukul dengan ringan cylinder head dengan martil perunggu, timah, atau jenis martil ‘lunak’ lainnya, atau gunakan balok kayu untuk melepasnya.

Periksa dengan hati-hati combustion chamber setelah terbuka. Pemeriksaan secara dekat dapat sering mengungkap penyebab konsumsi oli yang tinggi, overfuelling, kebocoran air, atau overheating. Kerusakan pada piston, cylinder sleeve, dan cylinder block juga dapat terlihat.

CATATAN:

Saat melepas cylinder head, hati-hati agar tidak merusaknya, permukaan cylinder block atau sekeliling thread. Jika stud dipakai ulang, hati-hati agar tidak tertekuk. Setelah pelepasan, tempatkan cylinder head di holding fixture, atau jika ada sisi yang rata, tempatkan di meja kerja pada sisi itu.

Melepas Valve Dan Injector

Gunakan tool valve spring compressor untuk melepas valve keeper, valve spring cap, dan rotator. Selama pelepasan, tempatkan tiap valve di susunan yang tepat di holding fixture.

Lepaskan bolt atau nut dari stud penahan injector dan kemudian secara hati-hati lepaskan injector. Saat dilepaskan, injector harus di susun secara berurutan dan letakkan di tempat yang aman yang tidak merusaknya. Jika injector sangkut di head, gunakan dua prybar (injector bar) untuk melepasnya, atau gunakan tool yang dirancang untuk tujuan ini. Jepit erat badan injector dan lepaskan secara lurus sehingga injector keluar tegak lurus dengan bore-nya. Jika injector sangkut dengan erat karena pembentukan karbon atau penumpukan karat di antara injector dan sleeve atau bore, gunakan oli pada stud dan body untuk memudahkan pelepasan.

Kerusakan Pada Cylinder Head

Catatan-catatan servis menunjukkan bahwa kerusakan cylinder head dan valve train sering terjadi akibat servis yang tidak memadai, penyetelan yang salah, dan perawatan yang jelek.

Torque bolt yang tidak sesuai dapat merubah valve atau menyebabkan injector nozzle sangkut, sehingga menyebabkan misfiring atau timing yang berubah. Pada situasi yang lain, sebagian valve dapat duduk lebih dini dari lainnya dan sisi kontak dapat dingin lebih cepat. Daya dudukan dapat juga lebih tinggi dari sisi kontak, dan karena area dudukan yang lainnya dapat saja terbuka, gas pembakaran yang panas bisa terlepas, valve fillet dapat memuai, dan bukaan valve dapat bertambah. Selanjutnya valve dapat rusak.

Retak antara valve port dan injector, atau antar valve port, sering terjadi akibat overheating dan/atau overfuelling, hot shutdown, dan kurang atau berkurangnya aliran coolant. Retak dapat juga terjadi akibat pengecoran yang tidak sempurna, perataan yang salah, pemasangan yang salah, atau penggunaan ether yang berlebihan saat start.

Kerusakan cylinder pada gambar di atas adalah hasil dari masuknya material asing ke dalam ruang bakar. Material ini bisa berasal dari valve yang patah, insert valve yang patah, piston yang patah, atau ring land dan/atau piston ring yang patah.

Kerusakan Valve Dan Valve Insert

Keausan yang berlebihan pada valve face disebabkan tension spring yang tidak tepat, penyetelan valve yang kendor, high speed, atau suhu engine yang tinggi. Saat keausan ditemukan hanya di intake valve dan insert, ini adalah hasil dari masuknya kotoran saat langkah hisap.

Valve yang melengkung disebabkan oleh dudukan yang tidak tepat, karbon dan/atau akumulasi cairan, pendinginan yang tidak memadai, hambatan udara masuk, suhu exhaust yang tinggi akibat engine overloading, overfuelling, kegagalan kerja turbo, penyetelan valve yang terlalu rapat, atau valve spring yang lemah.

Penumpukan abu putih atau karbon pada valve fillet biasanya terjadi akibat terbakarnya residu oli engine. Oli ini bisa berasal dari crankcase karena piston yang patah, oil control ring yang aus, sleeve yang rusak, atau justru karena memang terlalu banyak oli di dalam crankcase. Oli juga bisa berasal dari sisi rocker arm di cylinder head sebagai hasil dari clearance yang berlebihan dari bushing rocker arm, penempatan rocker arm shaft yang tidak tepat, guide valve yang aus, atau valve stem yang aus.

Gambar di atas menunjukkan dudukan yang jelek dan penimbunan varnish pada fillet. Masalah ini timbul dari penyetelan valve yang tidak tepat, pembakaran yang tidak lengkap, hambatan udara buang, periode low idle yang lama pada suhu lingkungan yang rendah, periode penggantian oli dan filter yang terlalu lama, atau oli yang kotor.

Kerusakan yang terjadi pada valve seperti pada Gambar di atas dapat terjadi akibat panas yang berlebihan, kurangnya coolant dan/atau berkurangnya aliran coolant, everfuelling, injection timing yang tidak tepat, engine overload, hambatan pada udara masuk, atau turbocharger yang rusak. Operasi berkelanjutan pada salah satu kondisi ini dapat menyebabkan panas yang berlebihan pada valve insert sama seperti valve yang terbakar atau channeling. Namun, valve channeling dapat terjadi akibat insert yang patah, valve yang bengkok, valve atau valve seat insert yang tidak bundar (out of round), valve guide yang aus, injector nozzle yang rusak, endapan di valve seat, dan/atau kesalahan penyetelan valve yang mencegah valve duduk dengan benar. Saat satu atau dua valve retak, biasanya hal ini terjadi akibat overheating. Saat hanya satu valve yang retak, ini bisa terjadi akibat pemasangan yang tidak tepat, insert bore yang dipotong dengan tidak tepat, atau sebuah insert yang kendor pada bore-nya.

Valve yang rusak pada Gambar di atas terjadi akibat kontak dengan piston. Hal ini tidak sering terjadi, tetapi saat hal ini terjadi, perhatikan akan valve spring yang patah, valve sangkut pada guide, kemungkinan adanya pelumasan yang tidak cukup, valve stem yang bengkok, valve spring yang lemah, atau penumpukan karbon pada valve stem atau guide. Sebuah valve juga dapat kontak dengan piston akibat engine overspeed, valve bridge guide pin yang bengkok, pemasangan yang tidak tepat, valve keeper yang aus, atau groove yang aus.

Keausan valve guide yang tidak normal disebabkan oleh material kasar di pelumas, pelumasan yang tidak cukup, engine overheat, valve atau valve insert yang tidak cukup bundar, valve spring yang bengkok, atau ground rocker arm yang tidak tepat menyebabkan kontak yang menimbulkan percikan api (arc contact) ujung valve stem pada suatu sudut. Pelumasan valve guide yang tidak cukup dapat terjadi akibat clearance yang tidak tepat antara valve guide dan valve stem, level oil yang rendah, tekanan oil pump yang rendah (karena keausan pompa), pressure relief valve yang sangkut, atau kontaminasi pelumas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: