DASAR OPERASI DARI AIR CONDITIONING

Compression

Refrigerant masuk kedalam compressor melalui sisi inlet (suction). Di point ini , refrigerant disebut sebagai Low pressure gas yang berisi dengan panas yang telah diserap melalui evaporator. Panas bermuatan gas ini di compress melalui pergerakan compressor kemudian tekanan refrigerant ini dinaikan ke point diantara kira kira 850 – 1800 Kpa.

Kisaran/Range pressure yang berhubungan dengan Ambient air temperature (temperature udara luar); yaitu semakin tinggi ambient temperature , maka semakin tinggi tekanan. Pergerakan compressi  dari refrigerant yang berupa gas juga akan menaikan temperaturenya.

Kenaikan suhu ini akan ditambah menjadi panas yang sudah diperoleh dari evaporator. High pressure, high temperature gas akan dikeluarkan (discharge) dari sisi high pressure compressor dan kemudian berjalan ke condensor

Condensation

Refrigerant yang masuk kedalam condenser adalah sebagai High temeperature dan high pressure gas yang terdorong dari compressor. Dari sini gas mulai mengalir ke condenser melewati tubing yang menyebabkan panas refrigerant yang berupa gas tadi dihembuskan ke luar.

Pertukaran / perpindahan panas ini menyebabkan perubahan wujud dari refrigerant ; yaitu dengan melepaskan panas  refrigerant berubah dari gas ke liquid (cair). Pada saat meninggalkan condenser, semua refrigerant yang melewati tubing condenser seharusnya telah berubah menjadi liquid. Hal ini sangat penting untuk di ketahui bahwa di dalam condenser perubahan wujud refrigerant bukanlah relative high pressure. Ketika High pressure liquid meninggalkan condenser , refrigerant berjalan menuju receiver – drier.

Ada kemungkinan bahwa sejumlah gas di line penghubung antara compressor dan condenser akan memadat menjadi liquid dan masuk ke dalam condenser. Jumlah liquid refrigerant ini tidak terlalu significant untuk mempengaruhi system operasi nya, tapi sebaliknya dapat terjadi di condenser. Refrigerant tidak harus selalu menjadi komplet liquid ketika refrigerant meninggalkan condenser, tapi sejumlah gas yang mungkin ada tidak akan merusak system.

Expansion

Setelah meninggalkan receiver-drier high pressure liquid refrigerant harus melewati small orifice (lubang penghambat kecil) sebelum masuk ke dalam evaporator. Bekerjanya orifice ini adalah sebagai pengukur atau control (pengendali) jumlah atau banyak nya refrigerant yang masuk ke dalam evaporator dengan manghambat aliran nya.

Dengan menghambat aliran refrigerant , maka high pressure liquid refrigerant akan diturunkan tekanan nya(decrease pressure)

Ketika H Block expansion valve terbuka, liquid refrigerant terukur/terbaca ke bagian bawah evaporator.

Low pressure refrigerant mulai mendidih karena mengalir melalui evaporator coil. Refrigerant yang berupa gas ini akan menarik atau menyerap panas dari udara compartment yang bersirkulasi di sekitar evaporator fan. Compressor menarik refrigerant gas keluar di bagian atas evaporator dan melewati temperature sensor. Gas dingin  tadi mendinginkan temperature sensor.

Saat temperature sensor menjadi dingin maka gas yang ada di sekitar sensor akan mengembun/memadat dan menurunkan pressure/tekanan diatas temperature sensor diaphragm. Diaphargm expands / mengembang keatas menggerakkan/menarik rod menjauh dari ball dan spring. Kemudian ball dan spring mulai  menutup aliran melalui expansion valve. Temperature sensor mengendalikan operasi dari air conditioning system dengan melewatkan sejumlah liquid refrigerant terukur melewati ball dan spring.

Fix Orifice Tube Expansion

Meskipun prinsip pengoprasian air conditioning system pada dasarnya adalah sama, expansion tube system menggunakan bagian bagian yang berbeda untuk mengukur liquid refrigerant sebaik mungkin sebagai pelepas moisture dan liquid yang tersimpan. System ini menggunakan variasi TX valve yang disebut fixed orifice atau expansion tube (FOT)

Evaporation

Low pressure liquid refrigerant diukur dengan menggunakan expansion valve yang mengalir ke evaporator , menyerap panas dari compartment kendaraan.

Seperti halnya ini, refrigerant mendidih dan berubah wujudnya menjadi gas yang masih low pressure. Refrigeran low pressure yang menguap dan mengandung panas dari evaporator ditarik kembali ke dalam compressor yang mana akan di compresikan kembali untuk menaikan pressurenya.

Blower fan bagian yang sangat dibutuhkan di dalam air conditioning system. Blower fan harus menarik/menghisap panas yang ada di udara ke dalam evaporator, tekanan udara ini masuk dan melewati evaporator fins dan coils (dimana udara memberikan panas ke refrigerant) dan menekan /mendorong udara dingin keluar dari evaporator sehingga suhu ruangan menjadi dingin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: