Beginilah cara mendiagnosa sistem pendingin

Untuk melakukan perbaikan dan mendiagnosa sebuah system sangatlah penting untuk mengerti tentang cara kerja dan hubungan system tersebut terhadap system – system yang lain. Kumpulkanlah informasi dari operator, pemilik dan bagian maintenance tentang machine yang akan diperbaiki. Catatlah semua kemungkinan – kemungkinan penyebab masalah.

Di dalam service manual pada section Troubleshooting Guides terdapat informasi dan langkah – langkah yang harus dilakukan dalam melakukan proses perbaikan. Periksalah kemungkinan masalah yang mudah dulu untuk dilakukan (CHECK THE EASY AND OBVIOUS THINGS FIRST) kemudian jika belum terselesaikan lakukan pemeriksaan menggunakan diagnostic tool. Hal terakhir yang harus dilakukan adalah melakukan proses disassembly dan inspeksi terhadap komponen – komponen.

Masalah yang terjadi pada system pendingin adalah coolant terlalu panas (overheating) atau coolant terlalu dingin (overcooling). Langkah pertama yang harus dilakukan dalam melakukan troubleshooting pada sistem pendingin yang mengalami overheating atau overcooling adalah mengumpulkan informasi tentang sejarah dari machine tersebut yaitu:

  • Perbaikan – perbaikan apa saja yang pernah dilakukan?
  • Apakah proses perbaikan tersebut mempunyai dampak terhadap sistem pendingin ?

Informasi – informasi yang di kumpulkan dapat membantu menentukan indikasi – indikasi penyebab masalah. Langkah selanjutnya adalah mengimpulkan informasi dari operator.

  • Tanya dengan beberapa pertanyaan, seperti : kapan, seberapa sering dan dalam kondisi apa masalahnya terjadi ?
  • Apakah ada tanda – tanda yang terlihat ?
  • Apakah coolant perlu ditambah secara berkala ?
  • Untuk aplikasi apa unit tersebut digunakan ?
  • Apakah load factor lebih tinggi dari beban normal?

Langkah ini sangat penting karena operator dapat memberikan informasi tentang indikasi secara umum dimana tempat terjadinya kerusakan. Ada tiga jenis problem dasar yang dapat terjadi pada sistem pendingin:

  • Overheating

            Terjadi ketika engine beroperasi pada temperatur diatas normal.

  • Kehilangan coolant

Hal ini dapat terjadi karena kebocoran pada saluran – saluaran atau karena overheating.

  • Overcooling

Sebuah kondisi dimana engine tidak mencapai temperatur kerja operasi normal. Overcooling umumnya terjadi pada daerah operasi yang dingin tetapi dapat juga terjadi pada daerah operasi yang panas. Pengoperasian machine dengan kondisi overcooling dapat menyebabkan terjadinya keausan yang lebih cepat pada daerah sekitar ring piston karena terjadinya asam dan deposit karbon yang berlebihan.

Untuk melakukan perbaikan pada sistem pendingin hal yang harus pertama kali dilakukan adalah pemeriksaan secara visual (visual inspection). Jika kerusakan tidak dapat ditemukan pada visual inspection maka gunakanlah diagnostic tool dan lakukan pelepasan dan inspeksi komponen jika diperlukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: