Memahami apa itu ELEKTROLISA

Elektrolisa

Beberapa cairan seperti air yang mengandung unsur kimia dapat mengalirkan arus listrik dan hal ini akan menghasilkan sebuah reaksi kimia. Penghantar yang berada di dalam cairan disebut dengan elektroda sedangkan cairannya disebut dengan elektrolit (electrolyte) dan proses kimia yang terjadi disebut dengan elektrolisa.

Pada proses elektrolisa, konduksi yang terjadi pada elektrolit akibat adalah pergerakan dari ion-ion, dimana atom – atom akan membawa muatan-muatan positif atau negatif. Ketika arus mengalir melalui elektrolit, hal ini terjadi karena adanya pergerakan ion-ion. Ion positif bergerak di dalam elektrolit menuju katoda, dimana katoda adalah elektroda negatif, dan ion negative bergerak menuju anoda, dimana anoda adalah elektroda positif. 

Peristiwa elektrolisa tidak terjadi hanya pada arus yang mengalir dalam cairan tetapi juga dapat terjadi pada material deposit dari anoda ke katoda. Selanjutnya hal ini akan terjadi tergantung dari material elektroda dan jenis elektrolitnya. Proses electroplating menggunakan prinsip ini untuk penyepuhan material dari anoda ke atas bagian benda yang akan disepuh, dimana benda tersebut diibaratkan sebagai katoda. Di dalam proses ini, material anoda berangsur-angsur akan terkikis dan menjadi lapisan deposit pada katoda.

Electroplating adalah sebuah proses yang terkontrol tetapi elektrolisa dapat terjadi saat tidak diharapkan yaitu jika terdapat dua logam yang berbeda dan kelembaban atau air tidak murni.

Logam yang berbeda mempunyai potensial listrik yang berbeda, sehingga yang satu menjadi anoda dan yang lain menjadi katoda. Kelembaban bertindak sebagai elektrolit (electrolyte), dan lama kelamaan material berangsur-angsur terlepas dari anoda.

Kondisi tersebut di atas dapat terjadi pada system pendingin engine, dimana besi tuang (cast iron) dari cylinder block, baja aluminium dari cylinder head, dan air. Elektrolisa dapat terjadi di dalam system pendingin dan menyebabkan terjadinya korosi pada jacket water dan saluran-saluran pendingin. Untuk alasan ini, air suling (destilasi), dimana air tersebut secara praktis terbebas dari unsur kimia seharusnya digunakan di dalam system pendingin dan aditif – aditifnya.

Penyebab terbesar dari elektrolisa di dalam system pendingin adalah tidak tepatnya grounding pada peralatan elekrik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: