Apa itu Engine Overcooling Serta Apa Penyebabnya?

Efek dari terjadinya overcooling pada engine sama dengan kerusakan yang terjadi jika engine mengalami overheating. Overcooling terjadi saat temperatur kerja operasi engine terlalu lama tercapai atau tidak bisa tercapai. Kondisi ini akan menyebabkan kerusakan dan keausan apabila menggunakan bahan bakar dengan kandungan sulfur yang tinggi. Kandungan sulfur yang tinggi dapat meningkatkan keausan jika temperatur engine tidak dapat mencapai 80°C (175°F). Overcooling adalah akibat dari coolant yang selalu mengalir langsung ke radiator

Penyebab Overcooling

Temperatur udara sekitar yang terlalu rendah dan engine terlalu lama dihidupkan tanpa beban dapat menyebabkan terjadinya overcooling meskipun dalam hal ini tidak ada coolant yang mengalir melewati radiator. Umumnya yang menjadi penyebab terjadinya overcooling adalah karena kerusakan pada thermostat yang macet dalam kondisi terbuka terus.

Pemeriksaan

Temperatur Gauge

Temperature Gauge

Temperature gauge dapat memberikan indikasi overcooling tetapi hasil yang ditunjukan dapat salah karena pemakaian temperature gauge yang rusak. Temperature gauge dapat dicek keakuratannya dengan membandingkan temperatur yang ditunjukkan oleh temperature gauge dengan temperatur coolant sesungguhnya di dalam thermostat housing. Pasanglah thermistor probe pada thermostat housing untuk mengecek temperatur aktual coolant. Jika hasil yang di tunjukkan oleh temperature gauge tidak sesuai dengan temperatur aktual gantilah temperature gauge.

Sistem Shutter

Jika temperature gauge bekerja dengan baik lanjutkan dengan pemeriksaan operasi sistem shutter (jika dilengkapi). Jika shutter mengalami macet dalam kondisi terbuka terus (stuck open) atau sebagian terbuka (partially open) akan menyebabkan coolant terlalu banyak didinginkan sehingga tidak dapat menjaga temperatur kerja dengan benar. Radiator pada aplikasi vehicle didesain untuk bekerja maksimal pada kondisi beban penuh (full load) sehingga jika di operasikan tanpa beban atau beban ringan dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan overcooling dan beban kejut thermal di dalam sistem pendingin.

Fan Clutch

Fan clutch

Hal yang sama juga dapat terjadi pada fan clutch. Jika fan clutch mengalami kerusakan stuck on atau partially on dapat menyebabkan overcooling karena jumlah udara untuk mendinginkan coolant tidak sesuai. Jumlah udara yang terlalu banyak akan mendinginkan coolant secara berlebihan sehingga tidak dapat menjaga tidak dapat menjaga temperatur kerja dengan benar.

Thermostat

Thermostat

Thermostat dapat mengalami kerusakkan macet dalam kondisi terbuka (stuck open) atau terbuka sebagian (partially open). Thermometer group dapat digunakan memeriksa operasi thermostat. Pasanglah probe di tangki bagian atas (top tank) radiator dan di outlet block engine. Hidupkan engine selama 10 – 15 menit. Kemudian bacalah nilai temperatur pada thermometer gauge.

Jika temperatur yang terbaca nilainya hampir sama dan di bawah spesifikasi temperatur kerja engine maka hal itu menunjukkan bahwa kemungkinan thermostat dalam kondisi stuck open sehingga akan menyebabkan coolant mengalir secara terus – menerus melewati radiator dan coolant akan di dinginkan secara berlebihan. Jika thermostat mengalami kerusakan seperti ini gantilah thermostat tersebut. Untuk spesifikasi thermostat yang benar adalah nilai temperatur pada tangki bagian atas radiator akan lebih rendah dari temperatur pada outlet block engine.

Periksa kondisi thermostat secara fisik meskipun thermostat bekerja dengan baik dalam membuka dan menutup.

Pemeriksaan bonet pada thermostat

Pada thermostat jenis bonnet yang digunakan dalam full-flow bypass system, periksalah kondisi alur (groove) dan kerusakan – kerusakan pada bonnet. Kerusakan pada alur (groove) dapat membuat thermostat tidak dapat menyekat dengan bagus.

Pemeriksaan kondisi thermostat housing

Setelah thermostat dipastikan dalam kondisi bagus kemudian periksalah kondisi pada thermostat housing. Periksa kondisi counterbore, pastikan permukaannya bersih, halus dan bebas dari kotoran atau material asing.

Periksa kondisi dan pemasangan seal di dalam thermostat housing karena kerusakan dan pemasangan seal yang tidak benar atau miring dapat menyebabkan coolant dapat mengalir di antara seal dan thermostat.

Pada beberapa jenis thermostat housing mempunyai sebuah bleed hole dan orifice yang berfungsi untuk mengeluarkan udara saat melakukan pengisian coolant sehingga dapat mencegah udara terjebak di dalam system pendingin.

Pastikan kondisi bleed hole tidak tersumbat. Tidak direkomendasikan untuk memperbesar lubang pada bleed hole karena dapat menyebabkan terjadinya overcooling. Pada beberapa aplikasi machine menggunakan sebuah check valve untuk membatasi aliran coolant yang melewati bleed hole.

Vent line pada kondisi beban ringan

Pada beberapa aplikasi truck engine menggunakan sebuah vent line yang di pasang oleh Other Equipment Manufacturers (OEM’s). Jika vent line tersebut terbuka (open) dapat menyebabkan terjadinya overcooling pada kondisi beban engine ringan dan low idle yang terlalu lama karena vent line akan mengalirkan coolant langsung menuju top tank radiator. Kondisi dapat di hindari dengan cara memasang check valve pada vent line.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: