Memahami fungsi dan cara kerja Fuel Ratio Control pada mesin diesel

Fuel ratio control

Komponen governor lain yang mempengaruhi operasi governor adalah fuel ratio control. Fuel ratio control pada engine yang dibuat sebelum Agustus 1989 membutuhkan boost dan tekanan oli untuk mengaktifkan unit ini. Pada engine yang dibuat setelah tanggal ini, fuel ratio control hanya membutuhkan tekanan oli. Fuel ratio control hanya terpasang pada engine turbocharged.

Fuel ratio control terpasang pada bagian belakang housing governor. Fungsinya adalah membatasi asap dan mengurangi konsumsi fuel selama akselerasi yang sangat cepat.

Fuel ratio control melakukan ini dengan membatasi pergerakan rack ke arah ‘Fuel On’ hingga terdapat cukup udara (boost pressure turbo) yang menghasilkan pembakaran sempurna di cylinder.

Sebuah stem menonjol keluar dari fuel ratio control, masuk ke notch dari lever yang kontak dengan ujung spool di servo valve. Saat engine mati, tidak ada tekanan oli dan stem berada pada posisi sepenuhnya keluar. Pergerakan rack tidak dibatasi oleh stem.

Cara kerja fuel ratio control

Pada engine yang dibuat sebelum Agustus 1989, setelah engine start, oli engine mengalir memasuki ruang oli, melalui valve internal dan keluar dari lubang di stem. Stem akan tetap di posisi ini hingga tekanan inlet manifold meningkat cukup tinggi untuk menggerakkan valve internal. Seiring dengan meningkatnya kecepatan engine, begitu juga dengan boost pressure turbocharger. Hubungan yang segaris antara intake manifold dan diaphragm memungkinkan boost pressure untuk bekerja pada diaphragm. Tekanan pada diaphragm ini mendorong valve internal ke kanan menutup lubang keluar di stem. Tekanan oli sekarang akan mendorong piston ke kiri. Stem sekarang bersentuhan dengan lever dan membatasi pergerakan rack di arah ‘Fuel On’.

Cara kerja fuel ratio control

Saat governor control bergerak untuk meningkatkan fuel ke engine, stem membatasi pergerakan rack ke posisi ‘Fuel On’. Oli di chamber bertindak sebagai hambatan terhadap pergerakan stem. Stem akan melawan pergerakan rack hingga ada peningkatan pada boost pressure.

Saat boost pressure mengingkat, diaphragm akan menggerakkan valve ke kanan dan memungkinkan tekanan oli di dalam chamber oli untuk mengalir ke body drain port. Hilangnya tekanan oli di belakang piston memungkinkan spring untuk menggerakkan stem ke kanan. Governor sekarang mampu melanjutkan pergerakan rack ke arah ‘Fuel On’. Fuel ratio control dirancang untuk membatasi fuel hingga udara bertekanan di inlet manifold cukup tinggi untuk mendukung pembakaran yang sempurna. Hal ini mencegah banyaknya black smoke pada exhaust gas yang disebabkan oleh over-fuelling.

Pada engine yang dibuat setelah Agustus 1989, hanya tekanan oli yang dibutuhkan untuk mengaktifkan fuel ratio control. Fuel ratio control berada pada posisi ini untuk membatasi pergerakan rack segera setalah tekanan oli tercapai. Hal ini juga berarti bahwa valve yang diatur hanya oleh tekanan oli dapat di pasangkan ke engine naturally aspirated.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: