Fundamentals Dehydrating / Prinsip Dasar Pengeringan

Ada dua hal yang sering ditanyakan oleh seorang service technician tentang Dehydration/pengeringan pada AC System yaitu:

  1. Berapa ukuran Vacuum pump yang harus digunakan untuk melakukan pekerjaan pengeringan yang baik pada sistem AC / refrigerant?
  2. Berapa lama seharusnya vacuum pump harus dilepaskan dari system untuk menyakinkan bahwa semua moisture/uap air telah terlepas?

Untuk memberikan jawaban dari semua pertanyaaan diatas, anda harus mengetahui kapasitas volume/ cubic capacity dari sebuah system yang akan dikeringkan; jumlah moisture ada dua , yaitu yang terlihat dan yang tak terlihat, yang terdapat didalam system; yang merupakan bagian dari part  dan panjang koneksi line demikian halnya hambatan didalam system itu sendiri (cap tubes, valves, dll). Yang mana memungkinkan menyebabkan pressure balik/back pressure.

Mari kita mulai dengan memahami beberapa hal dari system pengeringan refrigerant.

  • Uap lembab dalam AC system.
  • Pengaruh pressure/tekanan dan suhu terhadap titik didih air.
  • Pompa Vakum Tinggi.

Moisture (embun/Uap Lembab) dalam Sistem Refrigerant

Penting untuk disadari bahwa moisture dalam refrigerant system adalah penyebab dasar dari banyaknya masalah dan keluhan, dan sama pentingnya untuk dipelajari penyebabnya.

Pada dasarnya embun/uap lembab dapat dikategorikan menjadi dua yaitu yang terlihat dan yang tak terlihat. Kadang, cairan air  ditemukan dalam system , tapi ini merupakan hal yang tidak biasa. Embun/uap lembab yang tak terlihat, atau uap air adalah culprit/penjahat yang menyebabkan masalah terbesar dalam refrigerant dan AC system.

Setetes air dapat terlihat kurang berbahaya, tapi di dalam refrigerant system, hal ini merupakan “Monster”, sebagai salah satu musuh bagi service technician. Hal yang membuat ini sangat berat adalah kenyataan bahwa uap lembab/embun masuk ke dalam system AC dengan mudah, tetapi sulit untuk dilepaskan dari sistem.

Berikut  adalah, apa yang terjadi pada system:

Pertama, uap lembab dapat menghasilkan “freeze-ups” /pembekuan. Uap lembab akan terbawa oleh refrigerant dan dialirkan masuk ke jalur refrigerant sebagai kabut tipis yang dapat membentuk menjadi  Kristal es  di bagian expansion valve.

Kristal es akan memperlambat atau menghentikan aliran refrigerant yang menyebabkan kekurangan pendinginan.  Saat expansion valve menjadi hangat, dikarenakan kekurangan refrigerant, maka es akan meleleh dan melewati expansion valve. Dan refrigerant kemudian akan mengalir kembali sampai moisture kembali ke expansion valve dan sekali lagi akan membentuk kristal es. Hasilnya akan terjadi intermittent cooling (pendinginan yang tidak tetap).

Penyebab utama “freeze-up”  adalah banyak / sedikitnya jumlah air dan ukuran dari partikel es yang terbentuk. Tetapi “freeze-up”  bukan hanya satu-satunya masalah yang disebabkan oleh moisture. Dia juga menyebabkan korosi, yang dapat menjadi masalah serius.

Moisture dalam bentuk air menyebabkan korosi setelah beberapa waktu. Bagaimana pun moisture bercampur dengan refrigerant akan menghasilkan lebih banyak masalah korosi. Refrigerant seperti R-12 berisi chlorine, dan perlahan lahan akan berhidrolisasi  dengan air dan menjadi satu.Asam ini akan dengan hebat meningkatkan korosi pada metal/besi dan dapat membuat korosi sebuah lapisan tembaga.

Panas akan menaikan kemampuan dari korosi dengan adanya asam/acid, karena semakin tinggi temperature mempercepat proses  pembentukan asam. Asam ini akan menyerang semua material yang bersentuhan dengannya.

Oli refrigerant menghadirkan masalah yang lain disebabkan oleh moisture. Pada dasarnya “ oil dan air tidak akan bercampur”,  namun oli refrigerant adalah pengecualian.. Faktanya, oli refrigerant menarik moisture dan akan  menyerapnya dengan cepat jika berada di atmosphere terbuka , Air asam yang terbentuk bercampur dengan oli refrigerant, membentuk ikatan campuran yang kuat menjadi gelembung gelembung halus. Efek ini disebut “Sludging” (endapan) dan mengurangi dengan besar kemampuan oil untuk melumasi.

Korosi menjadi beberapa masalah dari sudut operational ketika permukaan besi termakan/terkikis dan menjadi solid/pejal, dan menghasilkan produk yang terpisah. Pembentukan ini juga biasa  disebut “sludge”. Dan sludge dapat menyebabkan masalah yang bervariasi. Dan dia akan menjadi Plug/penyumbat pada strainer/penyaring  yang halus, expansion valve dan capillary tube. Dan karena “sludge” biasanya mengandung asam, sludge mengkorosikan apa saja yang melekat, dan mempercepat kerusakan pada system.

“Cara yang paling efektif untuk menghilangkan moisture/uap lembab dari dalam sistem dengan baik adalah dengan pompa vakum tinggi / “high vacuum pump”.

Pengaruh Tekanan dan Suhu terhadap Titik Didih Air

High Vacuum pump mampu untuk membuang semua moisture/uap lembab dari sistem kedap udara atau tertutup dengan mengurangi tekanan internal sistem mencapai titik didih dari air pada temperatur normal. Untuk hal itu telah dikenalkan disini bagaimana high vacuum pump bekerja, dinyatakan bahwa vacuum pump tidak menghisap/“suck out” keluar liquid moisture, tetapi lebih disebabkan oleh mendidihnya air menjadi bentuk uap/gas yang mana dengan tidak terlalu berbahaya untuk dilepaskan dari sistem melalui dan keluar melalui pompa vakum.

Tekanan atmosfer akan  menurun pada bagian/permukaan yang lebih tinggi. Disebutkan 600 miles atmosfer dari permukaan air laut sama dengan 14.7 psi dan atau mercury berpenampang 1 inci persegi dengan tinggi 29.92 inch. Pergi ke tempat di atas permukaan air laut, misalnya ke puncak Gunung Whitney, menghilangkan beberapa dari 600 miles atmosfer,  maka akan berakibat juga menurunkan tekanannya.

Tekanan atmosfer mempengaruhi titik didih air. Pada permukaan air laut, dimana tekanan atmosfer adalah 14.7 (29.92” Hg), air mendidih pada suhu 212oF. Tetapi, di gunung whitney dimana tekanan atmosfer adalah 8.23 psi (16.9” Hg), air akan mendidih di suhu 184oF. Rendah tekanan atmosfernya, maka akan rendah pula titik didihnya. Oleh karena itu, jika kita dapat mengurangi dengan significant tekanan atmosfer didalam sebuah sistem refrigerant yang tertutup, kita dapat menguapkan (mendidihkan) moisture/ uap lembab meskipun suhunya 1oC. Prinsip ini di ilustrasikan dalam chart disamping:

Ada 3 cara yang untuk menghilangkan moisture dari refrigerant system, dengan sytem prosess mendidihkan :

  1. Mengirimkan sistem ke tempat yang lebih tinggi, dimana suhu udara luar cukup untuk mendidihkan air pada tekanan yang ada.
  2. Menambahkan panas ke sistem yang menyebabkan moisture/uap lembab mendidih
  3. Menggunakan pompa vakum tinggi untuk mengurangi/menurunkan tekanan dan titik didih air.

Dua cara yang di awal adalah cara yang tidak praktis, sehingga high vacuum pump adalah sebuah peralatan penting bagi teknisi service.

High Vacuum/Deep Vacuum (Vakum Tinggi / Vakum Dalam)

Seperti di ilustrasikan diatas , tujuan dari sebuah vacuum pump adalah untuk mengurangi tekanan internal sistem refrigerant/air conditioning system  sehingga uap lembab dan kontaminasi lainnya dapat dibuang/ dilepaskan.

Istilah “high vacuum” dijelaskan sebagai kondisi dimana tekanan internal dalam sistem adalah sangat rendah atau hampir mendekati vakum sempurna. Vakum tertinggi pada sistem adalah pembacaan micron yang mendekati ke Nol / 0 micron. Deep Vacuum (Vakum Dalam) dapat dipikirkan dengan cara yang sama. Makin dalam sebuah vacuum makin dekat bacaan micron-nya ke 0 micron.

“High vacuum” dan “Deep vacuum” menjelaskan kondisi yang sama di dalam sistem tertutup. Untuk aplikasi service refrigerant/Air Conditioning, high vacuum = vakum yang baik atau pembacaan micron yang rendah pada sistem.

Bagaimanpun, vacuum pump yang baik harus memiliki perawatan regular untuk menjaga performa pompa tersebut.

Penggantian oil pump secara regular harus diantisipasi dan dipertimbangkan sebagai salah satu bagian terpenting dalam program preventive maintenance. Yang baik dilakukan adalah mengganti oil vacuum pump sekitar setiap 10 jam dari penggunaan sebenarnya. Hal ini kritikal khususnya ketika proses pemompaan ke system diketahui basah atau dapat mengakibatkan pump terbakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: