Fungsi Refrigerant Dan Oli Kompressor

Refrigerant

Refrigerant
Refrigerant

Zat kimia yang digunakan di system air conditioning dinamakan Refrigerant. Banyak jenis refrigerant yang tersedia. Yang pasti, setiap cairan yang mendidih pada temperature yang mendekati titik beku air dapat digunakan sebagai refrigerant.

Bagaimanapun, Refrigerant yang baik dan aman haruslah tidak beracun dan tidak mudah meledak. Refrigerant yang baik juga harus tidak korosif, tidak berbau dan gampang bercampur dengan oli. Refrigrant yang pertama kali memenuhi syarat-syarat diatas dan telah digunakan pada system air conditioning yang lama adalah “Refrigerant 12” atau “R-12.” Nama kimiawinya adalah dichlorodifluoromethane.

R12 mempunyai sejumlah sifat-sifat operational yang sangat sesuai digunakan di bidang automotive:

  • R12 mendidih pada -29.9°C di permukaan air laut.
  • R12 mempunyai kestabilan saat beroperasi ditemperature yang tinggi dan rendah
  • R12 tidak bereaksi terhadap kebanyakan logam seperti besi, alumunium, tembaga dan baja.
  • R12 dapat larut dengan oli
  • R12 tidak bereaksi dengan karet walaupun beberapa karet sintetis dapat rusak pada periode waktu tertentu.

Akan tetapi, dikarenakan R12 dan refrigrant yang berbahan dasar chlorine lainnya dinyatakan sangat berbahaya bagi lapisan ozon, Pemerintahan Amerika Serikat telah menyatakan larangan untuk memproduksi semua refrigerant yang berbasis chlorine dinegaranya sejak januari 1996.

Refrigerant model baru yang dikenal dengan “HFC-134a”` telah menggantikan R-12 sebagai refrigerant yang digunakan di system air conditioning belakangan ini. HFC-134a terbuat dari Hydrogenated Fluorocarbons. HFC-134a mempunyai kelebihan yang sama dengan of R-12 plus HFC-134a tidak akan merusak lapisan ozon.

HFC-134a tidak bisa digunakan sebagai pengganti R-12. Kedua refrigerant ini tidak bisa dicampur. Sisa-sisa yang ditinggalkan oleh R-12 dapat mengakibatkan kerusakan kimiawi pada HFC-134a. Dessicant yang digunakan disystem R-12 akan rusak ketika digunakan di system HFC-134a. Sistem HFC-134a membutuhkan pelumas yang terbuat dari Poly Alkylene Glycol sebagai pengganti pelumas berbasis mineral yang digunakan di system R-12.

Titik didih yang rendah – 22°F (- 30°C), untuk Refrigerant – 12, – 46°F (- 43°C) untuk Refrigerant-22 dan – 15° F (- 26°C) untuk Refrigerant-134a Menunjukan kemampuannya dalam memindahkan sejumlah besar panas dari udara sekitar.

Gambar diatas menunjukan sebuah bejana yang terbuka berisi refrigerant R134a dengan suhu ruangan. Panas yang berasal dari ruangan menyebabkan refrigerant itu mendidih. Pada saat refrigerant mendidih, panas di ambil dari sekeliling area. Ketiadaan panas meyebabkan disekitar area tersebut terasa dingin. Akan tetapi, system seperti diatas tidak ekonomis dan tidak baik untuk lingkungan.

Pada gambar berikut ini, ditambahkan sebuah compressor dan sebuah bejana tekanan tinggi. Pada saat refrigerant cair mendidih, Uap yang dihasilkan diarahkan menuju compressor melalui sebuah hose. Compressor tersebut menaikan tekanan uap dan intensitas panasnya. Temperature adalah bentuk pengukuran dari intensitas panas, maka temperature dari uap juga meningkat. Uap yang bertekanan dan bertemperatur tinggi mengalir menuju bejana bertekanan tinggi. Temperatur dari uap tersebut lebih tinggi dari temperature udara sekitar. Sehingga, panas mengalir dari uap yang bertekanan tinggi menuju ke area sekitar. Kemudian Uap bertekanan tinggi tersebut menjadi dingin dan berubah bentuk menjadi cairan bertekanan tinggi.

Oli Kompressor

Untuk melumasi dan mencegah rusak pada bagian yang bergerak di system air conditioning digunakan oli. Bersamaan dengan itu, sejumlah kecil oli ditambahkan ke refrigerant supaya bersirkulasi didalam system untuk menjaga valve expansi selalu dalam kondisi baik. Oli yang digunakan pada system air conditioning kendaraan adalah oli yang diformulasikan khusus agar tidak berbusa dan bebas dari shulpur dan dikenal dengan nama oli refrigerant. Oli tersebut mempunyai bermacam-macam grade dan jenisnya. Jenis oli yang digunakan di system air conditioning harus sesuai dengan jenis dari refrigerant yang beroperasi didalamnya. Setiap refrigerant menggunakan oli yang dibuat khusus untuk memenuhi hal tersebut:

Sistem R-134a: menggunakan dua jenis oli-PAG atau oli ester:

  • Oli PAG lebih hygroscopic (penyerap air)
  • Oli ester lebih toleran terhadap sejumlah kecil sisa-sisa oli yang berchlorine setelah proses flushing.

Tabel dibawah ini menjelaskan perbedaan beberapa jenis oli dan dimana mereka digunakan:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: