Memahami fungsi dan cara kerja GOVERNOR HIDROMEKANIKAL caterpillar

3406B memiliki governor hidromekanikal. Ini adalah sistem governor yang menggunakan oli engine, atau tekanan pelumasannya sendiri untuk mendukung tindakan pengendalian mekanikal governor yang dibantu oleh servo hidrolik. Governor yang dibantu secara hidrolik ini mempertahankan kecepatan engine mendekati konstan. Bereaksi pada posisi throttle dan kebutuhan tenaga engine, governor ini mempertahankan rpm engine yang diinginkan dengan memposisikan fuel rack dengan sangat cepat dan akurat.

Hydromechanical governor

Beberapa komponen di dalam governor adalah :

  • Flyweight
  • Hydraulic serve valve
  • Camshaft fuel injection pump
  • Riser
  • Spring governor
  • Pivoting lever
  • Spool
  • Rack.
Komponen – komponen governor

Beberapa komponen governor yang lainnya, seperti ditunjukkan pada gambar di atas adalah:

  1. Sleeve
  2. Piston
  3. Dash pot
  4. Governor control lever
  5. Stop collar
  6. Full torque setting screw
  7. Full load setting screw
  8. Stop bolt.
Cara kerja governor

Flyweight carrier assembly diikat secara langsung ke camshaft fuel injection pump. Terdapat 4 flyweight yang berputar pada setengah putaran engine. Saat kecepatan engine meningkat, gaya sentrifugal menggerakkan flyweight keluar, menekan riser dan spring governor.

Governor control lever menggerakkan dudukan spring governor dan spring mendekati flyweight untuk menaikkan kecepatan engine (governor control lever terhubung ke pedal throttle unit). Gaya spring governor selalu mencoba untuk menaikkan kecepatan engine, sementara gaya dari flyweight selalu mencoba untuk menurunkan kecepatan engine. Selama operasi normal akan terdapat keseimbangan antara gaya spring governor dan gaya flyweight.

Cara kerja governor

Riser dipasangkan ke shaft flyweight antara spring governor dan flyweight. Riser memindahkan pergerakan governor ke fuel rack melalui pivoting lever. Fuel rack terhubung ke pivoting lever melalui servo valve. Servo memberikan bantuan tenaga untuk menggerakkan rack, memanfaatkan tekanan oli engine. Servo valve dibutuhkan karena gaya yang besar diperlukan untuk menggerakkan rack dan memutar gear segment dan plunger di fuel injection pump. Tanpa bantuan servo, spring governor dan flyweight assembly harus bekerja sangat berat. Hal ini akan berefek pada gaya yang besar untuk menggerakkan akselerator dan governor control lever.

Cara Kerja Servo

Cara kerja servo

Saat governor control lever (dioperasikan dengan pedal throttle) digerakkan untuk menaikkan bahan bakar, gaya spring governor mendorong riser maju. Pivoting lever menarik valve spool di servo valve ke arah ‘Fuel On’ .

Pergerakan valve spool ini menyumbat jalur oli di depan piston dan membuka jalur buang di belakang piston. Oli engine yang bertekanan dari inlet oli memaksa piston dan rack ke kiri. Oli di belakang piston melewati jalur oli pada belakang valve dan keluar melalui jalur buang.

Cara kerja servo

Saat pergerakan piston dan rack berhubungan dengan valve spool, jalur di piston akan terbuka. Hal ini menyebabkan “hydraulic lock” sementara dan rack akan tetap di posisi ini. Saat posisi governor berganti untuk melambatkan engine, pivoting lever akan mendorong vlave spool ke kanan. Port  piston akan tetap terbuka dan jalur buang akan tertutup. Hal ini memungkikan oli untuk menekan kedua sisi piston. Karena adanya area efektif di bagian belakang piston, maka tekanan oli akan menekan piston dan rack ke kanan.

Cara kerja servo

Saat piston dan rack bergerak ke kanan, mereka akan berhubungan dengan valve spool. Hal ini akan menghasilkan “hydraulic lock” dan pergerakan rack akan berhenti pada posisi ini.

Saat spring governor dan flyweight seimbang, servo juga akan berada pada kondisi seimbang. Saat dudukan spring governor bergerak ke posisi ‘Fuel On’ penuh, dudukan spring governor akan bersentuhan dengan stop bolt. Stop bolt assembly terdiri atas torque setting screw, dan load setting screw.

Set point terjadi saat governor control lever bersentuhan dengan stop screw high idle, spring governor tertekan dan full load screw menyentuh torque spring. Saat beban ditambahkan ke engine, rpm menurun dan flyweight menguncup. Spring governor akan menggerakkan riser ke kanan dan rack akan bergerak ke arah ‘Fuel On”. Setting screw full load sekarang akan benar-benar bersentuhan dengan torque spring. Torque spring sekarang akan mengatur pergerakan lebih lanjut dari fuel rack. Ini adalah full load point.

Jika lebih banyak lagi beban ditambahkan, engine akan berjalan dalam kondisi lug. Hal ini terjadi saat beban yang diterima engine lebih besar daripada tenaga yang dihasilkan pada full load point. Saat rpm berkurang akibat penambahan beban, gaya spring governor akan menggerakkan riser lebih jauh ke kanan. Saat stop bolt dipaksa maju, setting screw full load akan menekuk torque spring dan rack dapat bergerak lebih maju ke arah ‘Fuel On’ . Pergerakan ini dihentikan saat setting screw full torque menyentuh stop bar. Ini adalah posisi fuel maksimum untuk setting torque rise.

Pada saat start up ketika flyweight menguncup, spring overfuelling menggerakkan riser ke kanan. Hal ini menyebkan pivoting lever menggerakkan sleeve dan spool serta rack tertarik ke arah ‘Fuel On’. Hal ini memberikan tambahan fuel untuk engine start up. Setelah engine hidup spring ini tidak memiliki pengaruh pada saat operasi.

 CATATAN: Spring ini tidak digunakan pada engine model lama. Untuk masalah hard starting, lepaskan spring.

Sebuah dash pot assembly ditambahkan ke governor untuk memberikan respon yang lebih halus terhadap perubahan kecepatan dan beban yang tiba-tiba pada engine. Dash pot assembly terdiri atas needle valve, oil reservoir, cylinder, piston, spring dash pot dan dudukan spring. Spring dash pot terhubung ke dudukan spring pada satu ujung dan ke piston pada ujung yang lain.

Area di belakang piston terisi dengan oli dari ruang suplai di housing governor. Saat dudukan spring bergerak, oleh perubahan beban atau kecepatan, spring dash pot menggerakkan piston di cylinder. Saat piston bergerak, hal ini akan menyebabkan oli masuk atau keluar cylinder. Needle valve digunakan untuk mengukur aliran oli, menyebabkan tahanan terhadap pergerakan, mengatur respon governor, dan membantu governor mencapai kecepatan engine yang diinginkan tanpa “undershooting” atau “overshooting”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: