Istilah – istilah yang harus dipahami sebelum melakukan fuel setting

Fuel setting merupakan prosedur yang dilakukan pada fuel injection pump dan governor dengan mengubah parameter-parameter yang mempengaruhinya, bertujuan untuk menaikkan atau menurunkan kemampuan dan kecepatan engine. Sebagai contoh apabila kita memindahkan engine mekanikal yang biasa beroperasi di dataran rendah ke dataran tinggi  maka untuk mencegah terjadinya pembakaran yang tidak sempurna maka fuel setting dari fuel injection pump harus diubah.

Perubahan fuel setting pada diesel engine dapat mengakibatkan kemampuan engine tidak sesuai dengan parameter yang telah disetel di pabrik karena jika menaikkan fuel setting dari spesifikasi pabrik maka tenaga yang dihasilkan juga akan semakin besar namun dapat berakibat tingginya tingkat  keausan dan kerusakan engine.

Dengan mengetahui fuel setting, kita dapat melakukan penyetelan tenaga engine, mengetahui dampak apabila fuel setting berubah dan memudahkan dalam menganalisa  problem yang berhubungan dengan fuel system.

Low idle dan High Idle
Low idle dan High Idle

Low Idle

Low idle adalah kecepatan engine saat  berputar dengan lancar tanpa beban dan tanpa tekanan yang diberikan ke linkage akselerator. Toleransi untuk low idle adalah ± 30 RPM. Low idle yang terlalu rendah dapat menyebabkan engine tidak stabil.

High Idle

High idle  adalah  kecepatan engine pada saat  berputar dengan throttle penuh tanpa beban. Toleransi high idle  ± 70  Rpm. Nilai high idle dapat ditemukan pada engine information plate di engine valve cover atau engine performance spec pada SIS. Nilai high idle yang tertera ditentukan  pada saat  pengetesan tanpa ada accessories yang terpasang, oleh karena itu toleransinya begitu besar. Pada saat engine terpasang pada  chasis sering kali nilai high idle diluar toleransi namun sebelum melakukan penyetelan sebaiknya set point Rpm harus dicheck terlebih dahulu.

Horse Power Vs Rpm
Horse Power Vs Rpm

Set Point Rpm

Pada dasarnya high idle bukanlah merupakan parameter yang harus disetel, karena ada beberapa faktor yang mempengaruhi high idle, yaitu:

  • Engine set point Rpm

Sewaktu kita melakukan penyetelan high idle screw, sebenarnya yang kita  inginkan untuk mendapatkan set point atau full load Rpm yang sesuai dengan spesifikasi.

  • Governor spring dan flyweight
  • Parasitic (accessory) load pada engine seperti fan, alternator, compressor, pompa, brakesaver  dan lain-lain.

Apabila dari posisi High idle beban  secara perlahan ditambah maka kecepatan engine akan berkurang dan fuel rack bergerak ke  posisi fuel On sampai pada suatu titik yang disebut dengan set point. Set point merupakan posisi dimana full load screw menyentuh stop bar atau torque spring sebesar 10-70 %. Kecepatan engine pada posisi ini disebut Set point Rpm, kecepatan ini  merupakan nilai yang dapat disetel dan harus selalu dijaga. Set point Rpm  disetel menggunakan high idle adjustment screw.

Untuk menentukan set point, diantara full load screw dan stop bar dipasang kabel listrik yang terhubung ke lampu dan diasumsikan full load screw & stop bar sebagai saklar. Pada saat full load screw dan  stop bar contact sebesar 10-70 % lampu akan menyala dengan redup.

Governor spring dan flyweight mengontrol rpm engine. Karena faktor toleransi pembuatan,walaupun part number-nya sama dapat mengakibatkan engine mempunyai high idle rpm berbeda tetapi set pointnya tetap.

Parasitic load pada engine juga akan mengakibatkan berubahnya  nilai high idle rpm. Normalnya parasitic load akan mengakibatkan high idle berubah  sebesar 12 sampai 25 Rpm  lebih rendah dari kondisi pengetesan beban di dynometer. Perubahan high idle akibat parasitic load tidak akan merubah set point Rpm.

Performance governor dapat diketahui dengan mengukur high idle Rpm. Hubungan dari hasil pengukuran tersebut dengan performance governor adalah sebagai berikut:

  1. Jika high idle engine  yang diukur berada dalam  spesifikasi  dan set point-nya benar berarti governor spring dan flyweight dalam kondisi bagus. Apabila kita mengukur high idle engine dengan parasitic load, 15-20 Rpm harus ditambahkan  dengan hasil pengukuran  untuk membuat perbandingan dengan spesifikasi kecuali untuk vehicular engine nilai 15-20 RPM tidak perlu ditambahkan lagi karena pada nilai spesifikasi telah ditambahkan.
  2. Jika  high idle engine diatas  spesifikasi setelah ditambah 15-20 Rpm parasitic load, nilai set point harus dicheck terlebih dahulu. Jika setpoint–nya benar maka governor spring dan weight harus dicheck.
  3. Jika  high idle engine di bawah spesifikasi setelah ditambah 15-20 Rpm parasitic load, nilai set point harus dicheck terlebih dahulu, Jika setpoint–nya benar maka parasitic load-nya harus dicheck terlebih dahulu sebelum governor spring dan weight diperiksa.

B1 dan B2 pada grafik diatas merupakan nilai toleransi high idle yang diperbolehkan yaitu +30/-80 RPM.

Balance Point

Jika beban masih ditambah setelah set point didapat, maka RPM engine akan turun lagi sampai kontak antara full load screw dan stop bar mencapai 100%, gerakan fuel rack berhenti dan tidak ada lagi bahan bakar yang yang disemprotkan. Kecepatan engine pada saat balance point atau disebut juga full load Rpm yaitu 20 rpm lebih rendah dari kecepatan engine saat set point (set point rpm). Kondisi pada saat balance point dicapai merupakan kondisi dimana horse power yang dihasilkan engine maksimal dan engine dibebani 100%.

Grafik horse power
Grafik horse power

Peak Torque

Setelah engine mencapai balance point dan masih tetap dibebani (lug), horse power akan turun namun torsi masih tetap naik  hingga nilai  tertentu yang disebut dengan peak torque, setelah  peak torque dicapai  secara bersamaan torsi dan horse power akan turun.

Torque Rise

Torque rise, yaitu persentase besarnya kenaikan torsi yang terjadi dari balance point ke peak torque. Pada engine yang tidak memakai torque spring bahan bakar tidak dapat bertambah lagi  setelah posisi balance point,namun torsi masih akan naik secara alamiah yang disebut natural torque rise dikarenakan oleh effisiensi volumetrik dan penurunan gaya  gesek antara liner & piston. Effisiensi volumetrik adalah kondisi dimana udara yang dapat masuk kedalam silinder lebih banyak karena kecepatan hisap piston lebih lambat akibat dari penurunan kecepatan engine, sehingga pembakaran yang terjadi didalam silinder lebih sempurna.

Engine Lug

Kondisi lug,adalah kondisi dimana engine masih dibebani setelah balance point dicapai atau beban lebih dari 100%, pada kondisi ini horsepower dan kecepatan engine akan sama-sama turun.

Fuel setting
Fuel setting

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: