Kerusakan Piston Akibat Kegagalan Fuel Nozzle

Kerusakan piston dapat terjadi akibat terlalu banyak panas di dalam atau di sekitar ruang bakar. Panas yang berlebihan dapat disebabkan oleh kegagalan sistem pendingin, kegagalan piston cooling jet, timing injeksi yang tidak tepat, hambatan di udara intake atau exhaust, clearance piston ke cylinder yang tidak tepat atau kegagalan nozzle fuel.

Panas yang berlebihan dapat menyebabkan piston seizure atau pengikisan bagian atas piston. Sangat penting untuk menentukan penyebab panas berlebihan ini untuk mengenali dengan benar penyebab kerusakan atau kegagalan piston. Saat terjadi kerusakan piston atau piston seizure, terdapat beberapa faktor yang harus dipertimbangkan untuk menentukan penyebabnya.

Pertama, pertimbangkan jumlah piston yang telah rusak. Biasanya, jika beberapa atau semua piston di engine rusak, penyebabnya buka kegagalan nozzle fuel. Dalam hal ini, penyebabnya bisa akibat kegagalan sistem pendinginan, timing injeksi yang tidak tepat atau hambatan di udara intake atau exhaust. Jika kerusakan piston terbatas pada satu piston, clearance piston ke cylinder yang tidak tepat, kegagalan piston cooling jet atau kegagalan nozzle fuel dapat menjadi penyebabnya.

Kedua, setelah ditetapkan berapa banyak piston yang rusak, periksa kerusakan aktual pada piston. Pada banyak kasus, pemeriksaan ini akan menetapkan jika kerusakan piston disebabkan oleh kegagalan fuel nozzle.

Gambar 5.52 – Kerusakan piston akibat kegagalan nozzle fuel
Gambar 5.52 – Kerusakan piston akibat kegagalan nozzle fuel

Piston di Gambar 5.52 rusak oleh kegagalan  nozzle. Perhatikan kondisi tepi dari piston crater. Tepinya telah terkikis akibat panas yang berlebihan di piston crater.

Pengikisan dimulai dari bagian dalam piston crater dan berlanjut ke arah luar. Panas yang berlebihan ini merupakan hasil dari terlalu banyaknya fuel yang diinjeksikan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh nozzle dengan VOP nol atau kegagalan nozzle lainnya yang memungkinkan meningkatnya aliran fuel. Semakin lama engine beroperasi dalam kondisi ini, semakin banyak piston crater akan terkikis. Jika beberapa piston memililki kerusakan crater yang terkikis, periksa terhadap suhu yang berlebihan atau hambatan udara intake dan exhaust. Operasi di tempat tinggi dengan setting fuel yang tidak tepat juga bisa merusak piston.

Gambar 5.53 – Kerusakan piston akibat sesuatu di luar kegagalan nozzle fuel
Gambar 5.53 – Kerusakan piston akibat sesuatu di luar kegagalan nozzle fuel

Sebagai perbandingan, Gambar 5.53 menunjukkan contoh kerusakan piston yang diakibatkan oleh sesutau di luar kegagalan nozzle. Perhatikan kondisi tepi piston crater dimana tidak ada pengikisan. Pada piston ini, kerusakan ada di sisi piston. Kerusakan jenis ini menunjukkan kegagalan sistem pendinginan, clearance piston ke cylinder yang tidak tepat atau kegagalan piston cooling jet.

Gambar 5.54 – Kerusakan piston akibat timing injeksi yang tidak tepat
Gambar 5.54 – Kerusakan piston akibat timing injeksi yang tidak tepat

Kerusakan piston yang diakibatkan oleh timing injeksi yang tidak tepat akan mempengaruhi beberapa piston. Piston-piston ini akan memiliki penampilan yang mirip dengan piston yang rusak oleh kegagalan nozzle fuel. Perbedaan di antara keduanaya adalah bahwa piston yang rusak oleh kegagalan nozzle akan mengalami pengikisan di sepanjang crater. Piston yang rusak akibat timing injeksi yang tidak tepat akan mengalami pengikisan hanya pada empat tempat di sekitar piston crater seperti pada Gambar 5.54.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: