KONSTRUKSI ENGINE BEARING

Seperti dijelaskan sebelumnya, ada tiga tipe dasar dari engine bearing; connecting rod bearings, crankshaft main bearings, dan camshaft bearings. Terlihat dalam gambar 6-23.

Steel atau baja biasanya merupakan main backing material (body bearing yang kontak dengan part yang diam) pada engine bearing. Logam yang lebih halus diikatkan pada backing untuk membentuk permukaan bearing.

Bearing characteristics

Engine bearing harus bekerja dengan beban yang berat, variasi suhu yang sangat hebat, gerakan abrasive dan area sekitarnya yang bersifat merusak. Sifat penting dari bearing antara lain meliputi:

Kekuatan beban bearing adalah kemampuan bearing tahan terhadap berat dan kerasnya kerja engine. Piston dan connecting rod dapat menghasilkan beberapa ton gaya kebawah. Bearing tidak boleh aus/lelah, rata atau retak dengan beban-beban tersebut. Jika daya tahan beban bearing terlalu rendah, bearing dapat retak, rusak dan berputar dalam lubangnya. Ini dapat merusak lubang connecting rod bore dan crankshaft journal.

Kemampuan penyesuaian bearing adalah kemampuan bearing untuk bergerak, begeser atau menyesuaikan dengan hal-hal yang tidak sempurna di bagian dalam permukaan journal. Biasanya, metal yang lunak akan diplatkan pada baja yang keras. Ini membantu penyesuaian bearing pada kerusakan-kerusakan yang ada dalam journal.

Kemampuan lekat bearing merujuk pada kemampuang bearing dalam menyerap kotoran, metal, atau partikel keras lainnya. Kotoran atau metal kadang terbawa kedalam bearing. Bearing harus membiarkan partikel-partikel tersebut masuk atau tenggelam dibawah permukaan dalam material bearing. Ini akan mencegah partikel-partikel tersebut menggores, dan merusak permukaan crankshaft atau camshaft journal.

Daya tahan karat bearing adalah kemampuan bearing tahan terhadap karat akibat zat asam, air dan kotoran lain dalam oli engine. Pembakaran menghasilkan atau menghembuskan gas yang menyebabkan kontaminasi oli yang bisa pula membuat bearing engine berkarat. Timah alumunium dan logam lain saat ini umumnya digunakan karena daya tahan karatnya yang hebat.

Bearing crush

Bearing crush digunakan untuk membantu bearing berputar dalam lubangnya selama engine bekerja. Ditampilkan dalam gambar 6-25, diameter bearing dibuat agak lebih besar daripada lubang bearing. Ujung-ujung bearing agak diatas lubang pada connecting rod dan cap. Saat connecting rod atau main bearing cap dikencangkan, ujung-ujung bearing saling bersentuhan. Ini menekan bagian belakang bearing masuk dengan rapat ke lubang connecting rod, menguncinya pada posisi tersebut.

Bearing spread

Bearing spread digunakan pada bearing engine tipe split untuk menahan bearing pada posisi tersebut selama assembly. Jarak yang melintasi parting line pada bearing agak lebar daripada lubang bearing, gambar 6-26. Ini menyebabkan bearing (bearing insert) masuk ke lubangnya saat ditekan ke tempatnya dengan jari. Kompresi dari bearing spread menjaga bearing agar tidak jatuh atau keluar dari lubangnya saat anda memasang engine.

Standar dan ukuran bearing yang tidak biasanya

Bearing standar memiliki ukuran orisinil yang ditentukan oleh pabrik engine untuk crankshaft yang baru, tidak aus atau unmachined crankshaft. Bearing standar disingkat “STD” dan tertempel pada bagian belakangnya.

Bearing yang tidak biasanya digunakan pada crankshaft journal yang telah dibuat sesuai diameter yang kecil. Jika crankshaft telah aus atau rusak, ia dapat digerinda diubah ukurannya oleh bengkel engine. Kemudian, bearing tersebut nantinya akan diperlukan.

Connecting rod dan main bearing tersedia dalam ukuran kecil antara lain 0.25, 0.50, 0.75, dan kadang 1.0 mm. Ukuran kecil ini biasanya akan ditandai pada bagian belakang bearing seperti dalam gambar 6-27. Angka ukuran yang kecil tersebut pada crankshaft dapat pula ditandai oleh bengkel yang mengubahnya.

Bearing locating lugs dan dowels

Locating lugs atau dowels memposisikan split bearings dalam lubangnya. Lihat gambar 6-28. Bearing insert biasanya memiliki sebuah lug yang difit atau dipaskan kedalam sebuah recess dalam lubang dan cap bearing. Namun demikian kadang sebuah dowel dalam cap atau libang terletak dalam sebuah lubang dalam bearing insert. Tiap metode mencegah insert berubah atau berputar selama perputaran crankshaft.

Bearing oil holes dan grooves

Oil holes dan grooves dalam engine bearing memungkinkannya lubrikasi bearing. Lubang tersebut memungkinkan oli mengalir ke block dan kedalam celah diantara bearing dan crankshaft journal. Groove menyediakan sebuah channel atau saluran sehingga oli dapat mengitari bearing sepenuhnya sebelum mengalir ke dan keluar dari bearing. Lihat gambar 6-29.

Main thrust bearing, thrust washers

Main thrust bearing membatasi crankshaft end play (gerakan kedepan dan kebelakang dari crankshaft). Thrust flanges dibuat pada sisi-sisi main bearing. Flange ini hamper menyentuh permukaan thrust pada crankshaft. Terlihat dalam gambar 6-30, ini menjaga crankshaft meluncur kedepan dan kebelakang dalam block.

Thrust washer kadang lebih digunakan daripada oneĀ­piece thrust bearing inserts untuk membatasi crankshaft end play. Thrust washer merupakan part terpisah dari main bearing. Diluncurkan / dimasukkan kedalam space atau ruang diantara crankshaft dan block, seperti pada gambar 6-30.

Gambar 6-31 menampilkan bagaimana main bearing, thrust washers, main bearing cap, dan komponen yang berkaitan dipasang ke silinder block.

KONSTRUKSI SEAL OIL MAIN BEARING BELAKANG

Seal oil main bearing belakang mencegah oli bocor disekitar bagian belakang crankshaft. Ada beberapa tipe yang digunakan saat ini: two-piece neoprene (karet) rear oil seal, sumbu atau rope rear oil seal, dan one-piece neoprene rear oil seal.

Two-piece neoprene rear oil seal biasanya terpasang pada sebuah groove memotong kedalam block dan cap main bearing belakang (rear). Lihat gambar 6-32 dan 6-33.

Seal memiliki pinggiran atau bibir yang menangkap atau menahan oli dan bibir lain bibir lain yang menjaga debu dan kotoran dari luar engine. Bibir seal naik di atas permukaan crankshaft. Spiral grooves atau ulir spiral dapat digunakan pada permukaan crankshaft ini untuk membantu “mensekrupkan” oli kedalam untuk mencegah kebocoran.

Rope atau sumbu seal oli belakang hanya merupakan sebuah woven rope (tali) yang mengandung grafit. Satu bagian dari seal rope terpasang kedalam groove dalam block. Dan bagian lain terpasang dalam sebuah groove dalam main bearing cap. Tipe seal ini saat ini digantikan dengan satu dan dua bagian / piece neoprene seal.

One-piece neoprene rear oil seal terpasang disekitar flange belakang pada crankshaft. Gamar 6-34 menampilkan bagaimana retainer dapat digunakan untuk menahan seal pada bagian belakang engine. Ia memiliki bibir seal yang sama dengan two-piece neoprene seal (neoprene seal dua-bagian).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: