KONSTRUKSI PISTON PIN DAN CONROD

KONSTRUKSI PISTON PIN

Piston pin, yang juga dikenal dengan gudgeon pin biasanya terbuat dari cetakan baja yang ditempa. Piston pin yang berlubang juga dibuat dan diperhalus/dipelitur menjadi bagian yang sangat halus.

Bushing perunggu biasanya digunakan pada connecting rod. Lubang piston pin berfungsi sebagai permukaan bearing lain untuk piston pin. Snap ring dimasukkan dalam ulir dibgaiand alam lubang piston pin.

Press-fit piston pin ditekan dengan kencang ke ujung connecting rod. Ia dapat berputar dengan bebas dalam lubang piston pin. Namun demikian pin TIDAK bebas, untuk menggerakkan connecting rod, gambar 6-16. Ini menahan pin didalam pistondan mencegahnya lepas keluar dan menggores dinding silinder.

Press-fit piston pin merupakan desain yang sangat dapat diandalkan, juga tidak mahal pembuatannya. Engine-engine saat ini cenderung menggunakan press-fit piston pin.

Piston pin offset

Piston pin offset menunjukkan lubang pin piston agak ke samping pada pusat vertikal piston guna menghaluskan kerja piston. Lubang pin bergerak ke major thrust surface piston (permukaan piston yang didorong dengan kuat ke silinder selama power selama power stroke).

Jika lubang pin dipusatkan dalam piston, piston dapat jatuh (membentur) dalam silinder. Saat piston bergerak dalam silinder, ia bisa berposisi berlawanan dengan major thrust surface.

Kemudian selama pembakaran, piston dapat terdorong dengan cepat ke sisi silinder yang berlawanan, menghasilkan BUNYI KETOKAN  / PUKULAN (dianggap sebagai bantingan piston).

Dengan piston pin offset, piston cenderung didorong ke major thrust surface-nya, hal ini mengurangi kecenderungannya untuk memukul ke samping dalam silinder.

Piston notch pada head piston seringkali digunakan untuk menandai piston pin offset dan bagian depan piston. Lihat gambar 6-17.

Piston dapat pula bertuliskan “front” atau bertanda panah. Informasi ini memberitahu anda bagaimana memposisikan piston dalam block untuk lokasi piston pin offset yang benar.

Gambar 6-18 menampilkan bongkaran piston dan connecting rod assembly. Perhatikan bagaimana part-part ini dipasang/dirangkaikan.

KONSTRUKSI CONNECTING ROD

Kebanyakan connecting rod terbuat dari baja. Connecting rod harus tahan terhadap berton-ton gaya karena piston bergerak keatas dan kebawah dalam silinder. Con­necting rod biasanya memiliki I-beam section karena perbandingan kekuatan-pada-beratnya yang tinggi. Lihat gambar 6-19.

Beberapa connecting rod memiliki lubang semburan oli yang memberikan lubrikasi tambahan untuk dinding silinder, piston pin, dan part lain yang ada disekitarnya. Lihat gambar 6-19. Oli yang bertekanan dari bagian dalam crankshaft akan menyembur saat lubang sejajar dalam crank journal, bearing, lubang semburan (spurt hole).

Drilled connecting rod memiliki lubang pada keseluruhan panjangnya. Tujuannya adalah untuk mensuplai oli ke piston pin.

Sejumlah connecting rod digunakan untuk memastikan lokasi yang tepat dari tiap connecting rod dalam engine. Juga untuk memastikan bahwa connecting rod cap terpasang pada body connecting rod dengan benar. Lihat gambar 6-20.

Saat pembuatan, connecting rod cap dibautkan ke connecting rod. Kemudian, lubang ujung bearing yang besar dibuat dalam rod. Karena lubang mungkin tidak sempurna di tengah, connecting rod cap TIDAK boleh tertukar.

Jika connecting rod cap dipasang tanpa sejumlah connecting rod yang sejajar, lubangnya TIDAK akan berputar dengan sempurna. Akan terjadi kerusakan hebat pada connecting rod, crankshaft, dan bearing.

Steel crankshaft diperlukan untuk aplikasi yang berat, seperti turbocharged atau engine diesel. Steel crankshaft lebih keras dan kuat daripada iron crankshaft, Ia akan lebih tahan terhadap gaya / tekanan yang lebih besar tanpa melentur, melengkung atau retak.

Oil passages yang terhubung ke connecting rod dan main bearing merupakan cetakan atau dibor dalam crankshaft. Lihat dalam gambar 6-22, oil masuk ke crankshaft pada main bearings. Oli lewat terus ke lubang dalam main bearing journals. Kemudian mengalir ke passages atau lintasan dalam crankshaft dan keluar ke connecting rod bearings.

Pada in-line engine, hanya SATU connecting rod yang mengunci pada tiap connecting rod journal, gambar 6-22. Pada engine V-type, DUA connecting rod dibautkan ke tiap connecting rod journal.

Sejumlah connecting rod journal centreline offset dari crankshaft centreline mengontrol stroke pada piston. Permukaan journal dibuat dengan teliti dan dihaluskan pada toleransi yang sangat akurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: