KONSTRUKSI RING PISTON

Seperti yang telah anda pelajari sebelumnya, automotive piston biasanya menggunakan tiga ring piston – dua ring kompresi dan satu ring oil. Penting bagi anda untuk memahami bagaimana variasi atau perbedaan – perbedaan dalam konstruksi ring sehingga karakteristik pengoperasiannya berbeda. Lihat gambar 6-11.

Ring kompresi mencegah bocornya tekanan kedalam crankcase dan memberishkan oli dari dinding silinder. Untuk menyelesaikan fungsi ini, ring piston bentuknya bervariasi seperti terlihat dalam gambar 6-12. Ini membantu piston ring untuk membentuk seal dan membersihkan oli dari silinder.

Ring kompresi biasanya terbuat dari cast iron. Lapisan luar dari chrome atau metal yang dapat dilapisi pada permukaan piston ring untuk menigkatkan daya tahan aus.

Permukaan ring kompresi dapat pula digroove-kan untuk kecepatan seat piston ring (penggunaan piston ring pertama kali membuat piston ring pas pada permukaan silinder).

Oil ring pada dasarnya tersedia dalam dua desain: tipe railspacer dan tipe one-piece. Pada umumnya Oil ring terdiri dari dua rail dan sebuah spacer, gambar 6-13 menampilkan tipe-tipe oil ring. Fungsi utama dari oil ring adalah untuk menjaga oli crankcase oil keluar dari ruang pembakaran atau chamber.

Sebuah piston ring expander dapat diletakkan dibelakang one-piece oil ring untuk meningkatkan tekanan piston ring (seal mendorong ke dinding silinder). Bisa pula digunakan dibelakang ring kompresi kedua/cadangan. Expander membantu mendorong piston ring keluar pada dinding silinder, meningkatkan gerakan penyegelan atau sealing dari piston ring.

Piston ring expander-spacer merupakan bagian dari three-­piece oil ring. Ia menahan dua steel oil ring scrapers tetap terpisah dan membantunya mendorong keluar. Salah satunya terlihat dalam gambar 6-13.

Pada bab berikutnya anda akan mempelajari piston ring side, back, dan celah jarak dan ini sangat penting. Mereka harus sesuai spesfikasi pabrik, jika tidak performa engine akan buruk.

Ukuran ring piston

Ukuran piston ring pada dasarnya meliputi: lebar piston ring, ketebalan dinding piston ring, dan celah piston ring. Ukuran ini mempengaruhi operasi engine.

Lebar piston ring adalah jarak dari bagian atas ke bawah piston ring, gambar 6-14. Perbedaan antara lebar piston ring dan lebar ulir piston ring menentukan jarak sisi piston ring.

Ketebalan dinding piston ring adalah jarak dari permukaan piston ring ke dinding dalamnya. Lihat gambar 6-14. Perbedaan antara ketebalan dinding piston ring dan dalamnya alur piston ring menentukan jarak bagian belakang piston ring.

Celah piston ring adalah jarak diantara ujung – ujung piston ring saat dipasang dalam silinder. Ini digambarkan dalam gambar 6-15. Celah piston ring membantu pemasangan piston ring pada piston dan dapat dilepaskan keluar dalam silindernya. Celah juga membantu piston ring menyesuaikan diri dengan variasi diameter silinder akibat aus.

Lapisan ring piston

Seperti disebutkan sebelumnya, permukaan piston ring bisa dilapisi dengan khrom atau metal lainnya. Lapisan piston ring yang lembut dari porous metal (biasanya besi) membantu piston ring rata dengan cepat membentuk seal atau penyegelan yang baik. Permukaan luar yang lembut akan aus/licin dengan cepat sehingga piston ring menyesuaikan bentuk silinder. Juga disebut penyegelan piston ring yang cepat, bisanya dianjurkan untuk silinder yang agak aus.

Lapisan piston ring yang keras seperti khrom, digunakan untuk meningkatkan umur piston ring dan mengurangi pergesekan. Mereka digunakan pada silinder mesin yang baru yang benar-benar bulat dan TIDAK licin/rata. Untuk membantu break-in, piston ring plat khrom bisanya memiliki permukaan yang bergelombang. Gelombang menahan oli dan wear/aus dengan cepat untuk menghasiklan penyegelan yang baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: