KONTROL TORQUE CONVERTER

Gambar 1 Saluran Oli Menuju Inlet & Outlet Torque Converter

Komponen pertama pada power train adalah torque converter. Komponen ini berfungsi menghubungkan tenaga engine ke transmisi secara hidrolis sehingga memungkinkan engine tetap bisa berputar saat machine dalam keadaan diam.

Gambar diatas menunjukkan gambar potongan dari torque converter. Terlihat pada gambar komponen rotating housing, impeller, turbine, stator dan output shaft. Tanda panah memperlihatkan aliran oli didalam torque converter. Saluran oil inlet terdapat dibagian atas output shaft dan saluran outlet terdapat pada dudukan converter dibawah output shaft.

Oli dari pompa mengalir masuk kedalam torque converter melalui inlet relief valve. Terdapat dua macam pengaturan tekanan oli yang masuk kedalam torque converter, yaitu:

  1. Torque converter inlet ratio valve, dan
  2. Torque converter relief valve

Kedua jenis valve memiliki fungsi yang sama yaitu membatasi tekanan oli yang akan masuk kedalam torque converter. Komponen-komponen didalam torque converter akan terlindung apabila terjadi kenaikan tekanan oli secara tiba-tiba. Valve ini juga melindungi komponen torque converter dari kerusakan ketika engine di start saat oli transmisi masih dalam keadaan dingin.

Tekanan kerja valve ini dites saat oli dalam keadaan dingin dan rpm engine pada putaran high idle.

Dari dalam torque converter, oli kemudian mengalir melalui hub menuju impeller sambil melumasi bearing didalam hub. Setelah mengalir melalui torque converter, oli lalu mengalir keluar dari torque converter melalui outlet relief valve. Valve ini mengontrol tekanan minimal didalam torque converter.

Tekanan oli didalam torque converter harus tetap dijaga agar dapat mengurangi kavitasi, karena kavitasi dapat mengurangi effisiensi converter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: