Lubrication System D8R

Lubrication system terdiri dari beberapa komponen yaitu : oil pan, oil pump dan relief valve, oil cooler dan bypass valve, oil filter dan bypass valve,lines ked an dari turbocharger, dan suction bell. Selama pengoperasian normal , oil pmmengalirkan oli dari oil pan ke oil cooler, filter dan keudian ke turbochareger dan cylinder block manifold.

Ketika engine dingin, kedua oil cooler dan filter bypass valve akan membuka, memungkinkan oil untuk bypass pada komponen ini sebelum ke turbochatger dan cylinder block manifold. Sebagai penghangat oli, pressure differensial pada bypass valve di turunkan, dan valve menutup untuk mengizinkan aliran oli normal yang melalui cooler dan filter. Jika pressure differentsial pada bypass valve terlampaui karena adanya hambatan, oli akan selalu mengalir melalui system untuk memberi pelumasan pada engine.

Pressure relief valve dipasang di oil pump. Valve mengontrol pressure dari oil delivered oleh pump ke system. Oil pump mampu memberikan lebih banyak oli  daripada yang dibutuhkan, dan selisih tersebut diarahkan kembali ke inlet pump.

Pada samping kiri oil pan (1) adalah drain valve (2). Akses disediakan melalui lower engine guard. Untuk menguras engine oil, pasang pipa  25 mm (1in) dengan 1-11 NPTF threads dan dihubungkan flexsibel hose, kemudian putar drain valve (2) dengan wrench (kunci inggris) oli diarahkan ke wadah yang sesuai. Engine dipstick (3), fill tube (4), dan optional fast oil charge fitting (5) ditempatlkan di sebelah dalam kiri engoine compartment access door. Untuk menggunakan fast fill fitting, 126-7239 nozzle assembly harus di peroleh.

Komponen pada samping kanan engine meliputi : oil cooler (6), oil filter (7), scheduled oil sampling S.O.S) tap (8), lubrication pressure tap (9), oil supplay line to turbocharger (10), oil supplay line from turbocharger (11), dan engine pressure switch (12) untuk EMS.

D8R juga dilengkapi dengan optional engine pre-lubrication system. Pre-lubrication system akan melumasi engine pertama kali sebelum starter dimulai untuk crank engine. System ini akan mengurangi keausan komponen engine yang biasanya terjadi selama start-up.

Untuk start engine,  putar key start switch (tanda panah) ke START dan tahan key pada posisi ini untuk mengaktifkan engine pre-lubrication system dan start emgine.ketika oli pressure yg tersedia memadai, pre-lubrication system akan disengage dan memberi jeda waktu sekitar 3 detik. Lepas start key setelah engine running.

NOTE: engine pre-lubrication system didesign tidak dapat di operasikan jika start ulang engine dalam 2 minute setelah di matikan.

Pre-lubrication pada engine dilakukan dengan engine starter yang di modifikasi dengan gear-type pump. Ketika starter berputar, gear pump menarik oli melalui suction line dari engine sump dan melangsungkan oli mengalir melalui one-way check valve ke dalam lubrication system pada engine.

Timer/solenoid control system dan ditempatkan diatas engine bagian belakang.

Optional fast oil change fitting di hubungkan ke “tee” di suction line ke pre-lubrication gear pump.

Oil pressure switch (tanda panah) berada di samping kanan engine tepat di belakang oil cooler power train. Oil pressure switch ini di gunakan untuk mengirim signal ke pre-lubrication system  timer/solenoid ketika oil pressure pada system mencapai 28 kPa (4 psi). oli dari gear pump langsung ke engine oil filter. Check valve digunakan untuk membatasi oli darialiran ke gear pump setekah engine di start.

Untuk menstart machine menggunakan pre-lubrication system, operator harus memutar key start switch ke posisi START. Key start switch memberi energize ke master relay dan mengirim arus ke pre-lubebrication timer/solenoid melalui kabel 307OR.

Saat operator yang menahan key start switch pada posisi START, pre-lubrication switch timer/solenoid melangsungkan arus melalui kabel 301BU ke opposite end pada starter motor koil. Arus ini menutup starter relay dan menghubungkan jalur untuk arus baterai ke putaran stater motor. Akan tetapi, arus ini tidak mrng-energize solenoid yang mengengage-kan stater drive pinion dengan engine flywheel.

Putaran stater motor menggerakkan gear pump di ujung motor. Gear pump menarik oli dari engine oil sump dan melangsungkan oli ke dalam lubrication system untuk pelumasan awal engine. Check valve ditempatkan pada pressure line untuk mencegah aliran balik oli dari engine setaleh engine di start, dan engine oil pump mulai menghasilkan aliran.

Ketika pressure pada oil gallery di naikkan menjadi 28 kPa (4 psi), oil cutoff switch akan terbuka. Kondisi ini menyebabkan arus ke starter motor akan terhenti dan pre-lubrication timer/solenoid akan ditunda selama 3 detik. Penundaan ini membuat stater motor akan slow down sebelum drive pinion terhubung dengan flywheel.

Setelah penundaan waktu, pre-lubrication timer/solenoid mengirim arus melalui kabel 337 WH , yang meng-energize stater relay untuk engine start-iup. Stater motor pinion kemudian engage flywheel dan memulai untuk start engine. Ketika engine start,operator akan merelesae key start switch.

NOTE : Pre-Lubrication System tidak dapat di operasikan jika engine di start ulang dalam 2 menit setelah shutoff.dalam 2 menit ini, engine akan crank dengan segera ketika key start switch di aktifkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: