MELEPAS CRANKSHAFT GROUP

Crankshaft mempunyai tanda : FRONT STD. (DI-TJAP) pada bagian depan, dan tanda FRONT REV. (DI-TJAP) pada bagian belakang. Tanda-tanda tersebut di gunakan untuk identifikasi pada saat proses pemasangan kembali.

Tanda FRONT STD. seperti anda lihat di sini adalah untuk lokasi crankshaft pada STANDARD arah putaran engine (CCW).

Ini adalah crankshaft bagian belakang. Tanda FRONT REV. adalah untuk crankshaft bila dipakai untuk REVERSE direction dari putaran engine (CW).

Crankshaft mempunyai gear baik di depan ataupun di belakang. Masing-masing gear di-baut pada flange-nya. Dua lubang baut di-set sedemikian rupa untuk lokasi dan proses alignment dari gear-nya. Lubang baut lainnya masing-masing jaraknya sama.

Untuk melepas dan memasang gear pada crankshaft, gunakan prosedur berikut ini :

  • Lepas baut, lepaskan gear sambil ditarik dan di putar.
  • Sambil diputar dorong gear masuk ke shaft-nya, luruskan lubang dan pasang bautnya.

CRANKSHAFT THRUST BEARING

Setengah bagian atas dari main support tengah mempunyai sebuah counterbore/groove pada kedua sisinya. Ini di-desain sebagai tempat duduknya thrust bearing yang terbuat dari kuningan. Thrust bearing membatasi pergerakkan dari crankshaft ke arah depan dan belakang block.

MAIN BEARING CAP

Main bearing cap mempunyai tanda “FRONT” dan Part Number pada sisi depannya. Bearing cap ini diberi nomor lokasi mulai dari depan sampai ke belakang. Nomor lokasi ada pada bagian kanan dari cap. Nomor lokasi juga dituliskan pada bagian kanan sebelah luar dari block, dekat dengan oil pan.

Pasanglah masing-masing cap dengan tanda “FRONT” dan Part Number mengarah ke block depan. Nomor lokasi juga harus sama dengan nomor lokasi yang ada pada bagian kanan sebelah luar dari block.

PROCEDURE PENGENCANGAN

Prosedur pengencangan pada engine ini berbeda dengan engine-engine yang lain, karena masing-masing cap mempunyai 4 (empat) baut. Pasang masing-masing cap pada tempatnya yang benar, berilah engine oil yang bersih pada thread baut-nya dan pasang baut serta putar sampai rapat.

CATATAN : Diberikan tanda “A”, “B”, “C”, “D” pada ke-empat kepala baut pada gambar untuk memudahkan saat mengikuti prosedur pemasangan.

Putar baut-baut nya sampai kontak rapat dengan cap-nya.

TORQUE BAUT-NYA SESUAI DENGAN URUTAN ABJAD-NYA.

Baut-baut tersebut harus dikencangkan/di-torque sesuai urutan abjad-nya sebesar 136 ± 14 Nm (100 ± 10 lb. ft.)

KENCANGKAN DENGAN CARA DIPUTAR SESUAI URUTAN ABJAD

Baut harus dikencangkan dengan cara diputar kembali sesuai urutan abjad sebesar 180° ± 5° .

CATATAN : Spesifikasi yang diberikan di sini adalah umum dan bisa berubah. Untuk spesifikasi yang benar dari engine anda, lihat di Specification Section pada Service Manual.

Crankshaft mempunyai 2 (dua) counterweight untuk masing-masing rod journal. Counterweight diberi urutan nomor mulai dari depan ke belakang, dan diikat pada tempatnya dengan 3 (tiga) baut.

PISTON COOLING SPRAY JET

Piston cooling spray jet assembly dipasang di dalam block. Masing-masing piston mempunyai satu spray jet assembly. Setiap spray jet mempunyai 2 (dua) orifice/lubang untuk memberikan semprotan oli ke piston. Spray orifice sebelah atas (pada gambar/tanda panah atas) memberikan oli melalui vertical passage di piston menuju ruangan bagian belakang dari ring piston. Oli ini juga akan mengalir ke piston pin bore pada piston untuk pelumasan.

Spray orifice yang satunya lagi (tanda panah bawah) menyemprotkan oli ke bagian bawah  dari piston crown untuk pendinginan. Oli ini juga memberikan lubrikasi ke connecting rod melalui percikan.

CATATAN : Pada bagian lain dari modul ini, anda bisa melihat dan mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai piston cooling spray jet.

PERHATIAN

Lepaskan piston cooling spray jet terlebih dulu SEBELUM melepas piston. Hal ini untuk menghindarkan kemungkinan kerusakkan pada piston cooling spray jet.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: