MELEPAS DAN MEMASANG CRANKSHAFT SEAL DAN WEAR SLEEVE

Engine-engine model baru memerlukan tool yang berbeda untuk melepas dan memasang seal dan wear sleeve. Kita akan menunjukkan prosedur pada engine model lama terlebih dulu.

Prosedur melepas dan memasang seal depan dan belakang serta wear sleeve-nya pada dasarnya adalah sama. Untuk itu, disini kita hanya akan menunjukkan prosedur untuk rear seal dan wear sleeve. Lepaskan flywheel dan baut yang menahan seal adapter assembly ke housing-nya.

Anda harus memasang Seal dan wear sleeve yang baru, jika crankshaft seal-nya dilepas.

Setelah flywheel-nya dilepas dan baut-nya dikeluarkan, seal adapter assembly dapat dilepas.

Dua baut pada seal adapter assembly dapat anda gunakan sebagai forcing screw untuk men-trekker dan melepas seal assembly.

Ambil dua baut dan pasang ke dalam lubang forcing screw pada seal adapter assembly. Putarlah baut tersebut untuk mendorong seal adapter assembly keluar dari flywheel housing.

Ada O-ring seal  diantara seal adapter assembly dengan flywheel housing. Hal ini akan membuat adapter assembly agak sedikit seret waktu dikeluarkan dari housing. Setelah seal adapter assembly terlepas, langkah berikutnya adalah melepaskan wear sleeve pada crankshaft sehingga bisa dibuka.

Ini adalah tool untuk melepas crankshaft wear sleeve. Distorter adapter (6V3143) di sebelah kanan dan distorter-nya ada di sebelah kiri. Distorter-nya sendiri mempunyai ujung pisau yang tajam yang mana akan membuat alur pada wear sleeve. Hal ini akan menyebabkan wear sleeve-nya mengembang. Distorter adapter memberikan bantalan bagi distorter saat mendorong.

Untuk melepas crankshaft wear sleeve, letakkan dowel yang ada di distorter adapter ke dalam salah satu dari lubang di flywheel housing. Dorong adapter terhadap housing-nya. Masukkan kunci pada ujung segi enam dari distorter dan doronglah distorter diantara adapter dan wear sleeve. Ujung tajam dari distorter akan sejajar dengan permukaan wear sleeve. Putarlah distorter dengan kunci. Ujung pisau yang tajam pada distorter akan berputar ke dalam permukaan wear sleeve dan sebagai hasilnya akan memotong wear sleeve. Lakukan ini di beberapa tempat sehingga wear sleeve-nya mengembang. Dengan demikian wear sleeve akan mengendor dan bisa dilepas.

Disini kita bisa melihat wear sleeve dan seal installation group. Tools tersebut adalah :

  1. Forcing Ring (6V4001);
  2. dua forcing bracket (6V4002)
  3. Locator (6V4003)
  4. Installer (6V4004)
  5. Nut (9S0885)
  6. dua Locator Bolt (1” x 14 x 2½”)  [ 2N5006 ];  dan
  7. dua Guide Stud  (5/16” x 18 x 3”)

Seal dan wear sleeve hanya bisa di-order assembly dan harus dijaga bersama-sama dan dipasang satu set. Hal ini untuk mencegah seal dari kerusakan atau terpotong  saat wear sleeve dipasang ke dalam seal.

Keduanya, seal dan wear sleeve sudah mempunyai sealant yang cukup didalamnya. JANGAN  menambah lagi sealant atau lubricant.

Posisikan dua forcing bracket (6V4002) pada permukaan yang datar (meja kerja) denga 5/16” stud posisi berdiri. Gerakkan kedua bracket sehingga stud sampai posisi kedua stud lurus dengan lubang pada seal adapter.

Letakkan seal adapter di atas forcing bracket stud (lihat gambar) sehingga lubang adapter mengarah ke atas. Masukkan stud pada lubang dalam flange seal adapter.

Letakkan seal dan wear sleeve assembly di atas seal adapter dengan seal mengarah ke atas sehingga dapat ditekan ke dalam bore dari adapter dengan menggunakan forcing ring.

Pasang 4 (empat) 5/16” x 18 nut pada keempat stud-nya dan kencangkan semuanya terhadap forcing ring. Kencangkan nut-nya sedikit demi sedikit secara menyilang dan dorong seal dan wear sleeve assembly ke dalam bore adapter sampai kontak dengan bagian bawah-nya. Sampai pada langkah ini semua nut  akan lebih berat untuk diputar.

Kendorkan dan lepaskan nut beserta dengan forcing ring dari stud pada forcing bracket. Lepas adapter dan sleeve assembly dari forcing bracket.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: