Memahami Kapasitas Baterai

Kapasitas baterai (besarnya arus yang dapat dihasilkan baterai) dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti jumlah, ukuran, ketebalan pelat-pelat dan kualitas serta jenis elektrolitnya. Semula kapasitas baterai hanya diukur dalam amper-jam, sampai ukuran kapasitas baru diperkenalkan pada tahun 1971 oleh Society of Automotive Engineers (SAE) dan The Battery Council International (BCI).

Tiga metode baru untuk mengukur kapasitas baterai tersebut adalah:

  • Arus Engkol Dingin atau Cold Cranking Ampere
  • Unjuk Kerja Engkol atau Cranking performance
  • Kapasitas Cadangan atau Reserve capacity.

Cold Cranking Amperes (CCA)

CCA adalah metode utama untuk mengukur kapasitas baterai kendaraan.

Tugas utama baterai adalah untuk menghidupkan engine, yang memerlukan arus yang sangat besar dalam waktu yang singkat. Lebih sulit bagi baterai untuk memberikan tenaga ketika dingin dan engine sendiri membutuhkan tenaga yang lebih besar untuk berputar pada keadaan dingin ini, maka CCA didefinisikan sebagai :

Arus yang bisa dihasilkan oleh sebuah baterai baru yang terisi penuh pada suhu -18°C (0°F) secara terus menerus selama 30 detik sampai tegangannya menjadi 1.2 Volt per sel.

Banyak baterai yang lebih murah hanya dapat memberikan arus 200 ampere sedang baterai yang lebih kuat akan memberikan arus di atas 1000 Ampere pada kondisi yang sama. Baterai yang digunakan pada engine haruslah sesuai dengan specifikasi arus yang diperlukan untuk menyalakan engine pada temperatur rendah. Jika engine dalam kondisi dingin membutuhkan arus 400 Ampere untuk bisa hidup, tentu saja baterai yang hanya memberikan 200 ampere tidak cukup.

Cranking Performance

Unjuk kerja engkol (Cranking performance), yang diperkenalkan oleh BCI didefenisikan sebagai berikut:

Arus yang dapat dihasilkan oleh sebuah baterai baru yang terisi penuh pada suhu 0°C (32°F) selama 30 detik secara terus menerus sampai tegangannya turun menjadi 1.2 Volt per sel.

Reserve Capacity

Kapasitas Cadangan (Reserve Capacity) didefenisikan sebagai kemampuan baterai untuk menyuplai beban listrik minimum sebuah mesin jika terjadi kesalahan dalam sistem charging. Besaran ini juga merupakan ukuran perbandingan kemampuan sebuah baterai untuk memberikan tenaga pada mesin yang memiliki suatu beban listrik parasitic (termasuk jenis gangguan atau fault) untuk waktu yang lama namun masih memiliki cukup kemampuan untuk menghidupkan engine.

Tingkat kapasitas cadangan (reserve capacity) didefenisikan sebagai:

Lamanya waktu dalam menit dimana sebuah baterai baru yang terisi penuh pada suhu 27°C (80°F) dapat menyuplai arus sebesar 25 ampere secara terus menerus dan menjaga tegangan tetap sama atau lebih besar dari 1.75 Volt per sel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: