MEMASANG CONNECTING ROD

Ujung connecting rod yang kecil mempunyai bentuk tirus mulai dari bagian atas rod sampai ke ujung bagian bawah dari pin bearing. Piston pin bearing juga mempunyai bentuk tirus dan di-chamfer pada masing-masing ujung-nya. Bilamana sebuah pin bearing yang baru dipasang pada connecting rod model lama, bearing harus dipasang dengan ke-dua lubang oli dan bagian pendek-nya ke ATAS. Hal ini akan membuat lubang oli lurus dengan oil passage di rod bagian atas dan taper dari bearing-nya lurus dengan taper pada rod. Connecting rod model baru memungkinkan oli masuk dari sisi-sisi nya.

Satu sisi bore pada rod dan rod cap-nya punya chamfer (panah atas). Sisi yang lain dari bore mempunyai permukaan yang rata (panah bawah). Pada saat connecting rod dipasang pada crankshaft, sisi yang ada chamfer-nya harus dipasang mengarah ke journal radius dan permukaan thrust crank throw-nya.

Ini adalah sisi yang lainnya dari sebuah connecting rod. Anda bisa melihat permukaan yang rata (tanda panah). Permukaan yang rata dari rod pertama pada journal akan berhadapan dengan permukaan yang rata dari rod ke-dua pada journal.

Gambar ini membuat rod dan sisi cap chamfer dari masing-masing rod (tanda panah) dekat dengan radius bagian depan dan belakang dari crank journal. Permukaan yang rata dari rod pertama dengan rod kedua pada journal akan saling berhadapan.

Cap-nya sendiri di ikat ke rod-nya dengan 4 (empat) baut 12- point head. Baut-nya masuk ke rod cap terus tembus ke ujung rod-nya. Desain seperti ini menjadikan ujung dari rod-nya menjadi lebih kecil. Dengan baut dan cap-nya terlepas dari rod, maka hal ini akan memungkinkan connecting rod bisa masuk ke dalam liner untuk melepas piston dan connecting rod assembly dari block-nya.

Connecting rod mempunyai location slot (panah atas) yang terletak diantara lubang baut. Rod cap mempunyai location pin (panah bawah) di dalam sebuah bore. Location pin masuk ke location slot yang ada pada rod. Hal ini dimaksudkan untuk alignment antara cap dan rod-nya.

Rod dan  cap mempunyai nomor cylinder dimana digunakan. Terlihat angka 7 yang di etched* (bukan di tjap). Identifikasi nomor tersebut berada pada sisi yang sama dari rod dan cap-nya sebagaimana juga location pin dan location slot.

*Etched   –   untuk membuat tanda (contoh : nomor) pada metal dengan menggunakan asam atau engraving tool.

Cap location pin dan location slot dapat dilihat pada gambar di atas ini (tanda panah). Bearing tab slot di cap dan di rod berada pada sisi yang sama seperti hal-nya location pin dan slot.

Untuk meng-assemble piston dan connecting rod, berikan engine oil yang bersih pada pin bore di piston, pin bore yang ada di rod, dan pada piston pin-nya sendiri.

Assemble piston dan connecting rod bersama-sama dan pasang piston pin, kemudian pasang dua retainer ring. Pastikan ujung yang tajam dari retainer ring berada pada bagian luar.

Ini adalah 8T3164 Ring Compressor tool yang digunakan untuk 3500 series engine. Ini akan me-minimize kemungkinan ring piston patah.

Berikan engine oil yang bersih pada cylinder liner. Tekan connecting rod turun sampai conrod/piston group masuk ke dalam cylinder liner. Sebagaimana conrod/piston assembly turun, tuntun connecting rod menuju crank journal pada crankshaft.

PERHATIAN

PASTIKAN PISTON TERPASANG DENGAN SISI DARI CONNECTING ROD YANG MEMPUNYAI CHAMFER BERADA DI SEBELAH RADIUS DAN THRUST SURFACE PADA CRANKSHAFT. SISI PADA PERMUKAAN YANG RATA DIPASANG DI SEBELAH CONNECTING ROD PADA CRANKSHAFT JURNAL YANG SAMA.

Saat ini kita sedang melihat 3512 engine dari bagian bawah. Bagian depan engine berada pada sebelah kiri. Sisi sebelah kanan engine berada di bagian bawah (pada gambar).

Cylinder nomor gasal (1 – 3 – 5 – 7 – 9 – 11) berada pada sisi kanan dari engine. Connecting rod pertama pada setiap crank journal diberi angka gasal sebagai referensi dan harus mempunyai location number pada sisi kanan dari rod dan cap-nya.

Cylinder nomor genap (2 – 4 – 6 – 8 –10 – 12) berada pada sisi sebelah kiri dari engine. Rod ke-dua pada masing-masing crank journal diberi nomor genap sebagai referensi dan harus mempunyai cylinder location number pada sisi kiri dari rod dan cap-nya.

PROSEDUR MENGENCANGKAN BAUT CONNECTING ROD

Prosedur yang digunakan untuk mengencangkan baut connecting rod berbeda dengan engine model lama sebab masing-masing rod mempunyai 4 (empat) baut, dan semuanya dikencangkan sesuai urutannya. Baut-baut ini dikencangkan sesuai urutannya untuk mendapatkan rod dan cap-nya duduk dengan baik, bearing crush dan bolt tension. Urutannya adalah No. 1,   No. 2,   No. 3,   No. 4.   Baut nomor satu bisa baut yang mana saja dari keempat baut-nya.

ROD NOMOR SATU PADA JOURNAL

Rod pertama pada setiap crank journal adalah rod dengan nomor gasal dan mempunyai cylinder location number pada sisi kanan dari rod dan cap-nya.

ROD NOMOR DUA PADA JOURNAL

Rod ke-dua pada setiap crank journal diputar 180 derajat dari rod nomor satu. Nomor lokasi cylinder (dan lokasi dari pin dan slot) berada di sisi kiri dari engine serta chamfer dari rod dan cap-nya berada dekat dengan radius belakang dari crank journal.

PROSEDUR PENGENCANGAN BAUT CONNECTING ROD

Lumasi masing-masing baut sebelum dipasang sebagaimana direkomendasikan dalam Specification Section dari Service Manual. Pengencangan dengan metoda torque dan putar digunakan untuk mengencangkan baut demi mendapatkan tension yang benar.

Kencangkan setiap baut dengan Torque Wrench sebesar 90 ± 5 Nm (65 ± 4 lb. ft.). Kencangkan dua baut pada satu sisi dari cap, kemudian dua baut pada sisi yang lainnya. Kencangkan lagi dua baut yang terakhir sebesar 90 ± 5 Nm (65 ± 4 lb. ft.).

Sebagaimana baut ke-tiga dikencangkan, ini akan mulai mendesak bearing. Pada saat baut ke-empat dikencangkan, ini akan secara penuh mendesak bearing. Juga, saat baut ke-empat dikencangkan baut ke-tiga akan kendor. Oleh karena hal ini, maka perlu untuk mengencangkan kembali baut ke-tiga dan baut ke-empat sebesar 90 ± 5 Nm (65 ± 4 lb. ft.).

PENGENCANGKAN TORQUE DAN PUTAR DALAM URUTAN NOMOR

Setelah baut-baut tersebut dikencangkan dan di-torque sekali, dan baut ke-tiga dan ke-empat dikencangkan kembali sesuai spesifikasi, beri tanda di bagian atas pada masing-masing baut dan rod cap. Kemudian putar setiap baut 90 derajat plus/minus 5 derajat lagi. Pengencangan torque dan putar ini akan memberikan tension yang diperlukan pada masing-masing rod bolt.

Ikuti prosedur yang sama untuk connecting rod nomor dua dan seterusnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: