MEMASANG PISTON DAN MENYAMBUNGKAN ROD ASSEMBLY

Untuk memasang piston assembly dalam silinder block, masukkan bagian kepala piston dan piston ring yang baru kedalam oli engine yang bersih. Periksa dua kali apakah gap piston ring masih berjarak yang benar.

Klemkan piston ring compressor disekitar piston ring seperti pada gambar 10-30. Saat mengencangkan compressor, tahan compressor square pada piston. Lekukan kecil disekitar tepi compressor harus menghadap ke bagian bawah piston. Pasang insert connecting rod bearing yang tidak beroli kedalam connecting rod dan paskan insert ke cap / tutup connecting rod yang tepat. Lihat gambar 10-31. Kemudian, bersihkan oli dari permukaan bearing.

Lindungi crankshaft

Masukkan selang atau hose plastic atau karet atau tutup baut connecting rod ke baut connecting rod. Hal ini akan mencegah baut rod menggores crankshaft journal, Gambar 10-32. Putar crankshaft sampai journal connecting rod yang terhubung berada di BDC.

Periksa dua kali tanda-tanda atau marking pada connecting rod dan piston. Pastikan connecting rod menghadap ke arah yang benar dan nomor cap connecting rod sesuai dengan nomor connecting rod-nya. Periksa juga apakah piston notch atau panah menghadap ke bagian depan engine.

Misalnya, jika nomor connecting rod adalah satu, biasanya akan diposisikan ke silinder paling depan dengan piston marking menghadap ke bagian depan. Lihat buku manual jika ragu.

Memasang piston dan connecting rod dalam cylinder block

Untuk memasang piston dan connecting rod dalam silindernya, putar crankshaft journalnya ke BDC. Letakkan piston dan connecting rod dalam silindernya. LIhat gambar 10-33. Saat mengarahkan baut rod ke crankpin dengan satu tangan, pasang / pukul piston kedalam engine dengan hammer bergagang kayu. Gagang kayu yang halus tidak akan membengkokkan kepala piston. Tahan ring compressor tetap rata/persegi pada permukaan silinder block. Pukul terus sampai connecting rod bearing bawah disekitar crankshaft journal.

Jika piston ring keluar muncul di compressor, JANGAN coba dorong piston kebawah kedalam silinder. Ini akan merusak piston ring atau piston. Lebih baik, lepas / longgarkan ring compressor dan mulailah lagi.

Memeriksa connecting rod bearing clearance

Untuk mengukur connecting rod bearing clearance, gunakan Plastigage. Letakkan bead atau butiran Plastigage melintasi crankshaft journal. Bautkan dan putar  connecting rod cap. Kemudian, lepaskan connecting rod cap dan bandingkan Plastigage yang telah ditekan ke paper scale. Lihat gambar 10-34. Lebar Plastigage yang telah ditekan akan memungkinkan anda menentukan bearing clearance.

Saat memasang connecting rod cap, pastikan NOMOR connecting rod dan connecting rod cap SAMA. Jika nomor connecting rod lima, maka cap-nya juga harus bernomor lima. Kesalahan pencocokan cap akan merusak bearings atau crankshaft.

Torsi connecting rod

Penting bagi anda untuk melakukan torsi atau pemutaran tiap mur atau bau connecting rod sesuai dengan spesifikasi. Jika terlalu kencang, baut akan rusak selama pengoperasian engine. Kerusakan hebat pada silinder block, crankshaft, piston, dan silinder head (kepala silinder) akant erjadi akibat part-part yang terbang disektiar engine.

Jika connecting rod kurang kencang, baut akan tergores saat berbeban dan membuat connecting rod bearing jadi lepas dan mengenai crankshaft. Lagi-lagi akan terjadi kerusakan serius pada engine.

Gunakan TORQUE WRENCH, kencangkan tiap con­necting rod fastener sedikit-sedikit. Hal ini akan menarik connecting rod cap kebawah secara rata. Terus tingkatkan torsisampai spesifikasi yang diinginkan terpenuhi. Periksa dua kali tiap baut atau mur connecting rod selama beberapa kali.

Periksa clearance samping connecting rod

Clearance samping connecting rod adalah jarak antara sisi connecting rod dan sisi crankshaft journal atau pada engine tipe V, connecting rod yang berdekatan. Untuk mengukur clearance samping connecting rod, insert atau masukkan bilah feeler gauge yang berbeda ukuran kedalam celah atau gap diantara connecting rod dan crankshaft. Lihat gambar 10-35.

Bilah feeler terbesar yang masuk diantara connecting rod menandakan celah atau clearance samping. Bandingkan ukuran tersebut dengna spesifikasi yang telah ditentukan. Jika tidak sesuai, maka lebar crankshaft journal atau connecting rod-nya tidak tepat/benar.

KESEIMBANGAN ENGINE

Keseimbangan engine diperlukan saat berat piston, connecting rod, atau crankshaft berubah. Penyeimbangan engine dilakukan untuk mencegah getaran atau vibrasi engine. Misalnya, jika baru, oversize piston dipasang dan beratnya jadi lebih daripada yang sudah tua, standar piston, penyeimbangan engine (crankshaft) diperlukan.

Kebanyakan bengkel besar memiliki alat penyeimbang engine. Pada dasarnya. piston, ring, piston pin, connecting rod, dan connecting rod bearing diberatkan pada skala atau ukuran yang tepat. Material dibuat atau digerinda sampai piston dan connecting rod beratnya sama. Semua jung connecting ord yang besar dan kecil harus sama beratnya.

Kemudian, berat bob (potongan) dibandingkan dengan berat tiap piston dan rangkaian connecting rod dibatukan ke crankshaft connecting rod journal. Crankshaft, damper depan, dan flywheel dibautkan bersama dan berputar pada mesin penyeimbang engine. Ini akan menampilkan dimana berat harus ditambah (metal dilaskan) atau dikurangi (metal dibor) dari crankshaft counterweights, damper, dan flywheel.

Keseimbangan engine yang tepat penting saat ini pada engine – engine yang kecil, rpm-nya tinggi  rpm, dan dari segi ekonomis. Jagalah keseimbangan engine saat dilakukan modifikasi pada engine.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: