Memeriksa Turbocharger

Untuk menentukan kondisi bearing dan/atau turbine shaft, harus dilakukan beberapa pemeriksaan. Untuk memeriksa end play turbine shaft, pasang dial indicator sehingga dial pointer menyentuh ujung compressor dari shaft. Saat menggerakkan shaft maju mundur terhadap ponter dial indicator, pergerakan total yang ditunjukkan dial adalah end play total. Periksa spesifikasi pabrik untuk batas toleransi.

Jika end play kurang dari batas toleransi minimum, ini menunjukkan adanya timbunan karbon atau residu oil. Jika end play melebihi batas toleransi maksimum, bearing atau thrust bearing aus. Pada kasus lain turbocharger harus segera diservis secepatnya.

Untuk memeriksa keausan bearing dan shaft (radial clearance), lepas jalur return oli dan di tempatnya pasang dial gauge dengan extension melewati bagian yang terbuka karena dibukanya jalur oli return. Extension harus melewati lubang bearing dan menyentuh turboshaft. Berikan gaya tekanan yang sama pada kedua ujung shaft, gerakkan mendekati dan menjauhi pointer dial indicator. Saat meneggerakkan shaft, pergerakan total yang ditunjukkan dial adalah clearance bearing total. Jika clearance total yang ditunjukkan melebihi spesifikasi, turbocharger harus diservis. Melakukan servis pada turbocharger membutuhkan tool khusus dan biasanya dilakukan di fasilitas perbaikan khusus. Karena banyaknya jenis turbocharger yang digunakan, selalu mengacu pada service manual dari pabrik pembuat saat melakukan servis pada turbocharger.

Memasang Turbocharger

Sebelum memasang turbocharger, periksa intake dan exhaust manifold akan adanya material yang lepas seperti bolt, lock washer, dll. Sebelum menempatkan turbocharger pada mounting-nya, pastikan bahwa semua bolt manifold di-torque sesuai spesifikasi, bahwa mounting flange bersih, dan bahwa gasket di posisi yang benar.

Pasang semua hex bolt menggunakan pelumas antiseize pada bolt mounting turbocharger. Kendorkan V clamp yang menahan turbine housing dan compressor housing ke centre housing untuk meluruskan keluaran compressor dan turbine housing; kemudian kencangkan bolt mounting dan V clamp ke torque yang direkomendasikan.

Hubungkan turbocharger ke inlet manifold (atau cooler), inlet oli, dan jalur return oli. Saat memasang jalur return oli, hindari bengkokan tajam dan hindari sudut yang lebih dari 30O dari vertical. Pasang cover air intake untuk mencegah masuknya material asing ke dalam turbocharger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: