Mengenal Jenis – Jenis Compressor AC

Fungsi utama dari compressor air conditioning adalah untuk menaikan tekanan  refrigerant dan mensirkulasikannya dalam sistem. Untuk mencapai hal tersebut, Kompressor membuat inlet (low atau suction) dalam kondisi bertekanan rendah sehingga menyebabkan refrigerant gas yang membawa panas laten dihisap dari evaporator. Proses pembentukan keadaan yang bertekanan rendah ini adalah penting untuk membuat valve expansi dapat mengukur  jumlah yang tepat dari refrigerant yang menuju ke evaporator.

Ketika refrigerant gas ditingkatkan tekanannya, temperaturenya juga meningkat. Pada saat kedua-duanya meningkat, Refrigerant akan berkondensasi secara cepat pada saat melalui condenser. Compressor dirancang sebagai peralatan yang digerakan oleh belt. Dan di desain menjadi satu dari empat basic type:

Resiprokating (Piston) Type

Compressor type ini mungkin terdiri dari satu piston, atau lebih yang bergerak  pada sebuah up-and-down motion. menggunakan dua valve— inlet and discharge —untuk mengontrol keluar masuknya gas refrigerant. Satu siklus penuh inlet-discharge menghasilkan satu putaran penuh dari compressor crankshaft.

Piston dapat digerakkan secara reciprocating dan dibagi dalam 3 metode, sebagai berikut:

  • Type Ac Compressor convensional menggunakan crankshaft/poros engkol yang dihubungkan ke piston dengan connecting rod, sama halnya dengan ruang bakar engine ( internal Engine Combustion). Piston di tempatkan secara tegak 90derajat ke crankshaft, jadi saat shaft berputar dan con rod bergerak naik dan turun dan crank shaft bergerak mendorong dan menarik piston naik turun menghasilkan langkah hisap dan buang. Sisi masuk dan buang pada compressor type inibiasanya memiliki dua piston yang memberikan keseimbangan yang baik (mengurangi Vibrasi) dan menjaga ukuran nya lebih padat. Piston pada type ini biasanya lebih besar dibandingkan compressor type lainnya yang menggunakan swash plate. Compressor ini menggunakan reed valve seperti semua jenis compressor type reciprocating.
  • Single action piston swash plate, type compressor ini menggunakan plate bersudut (angle plate) yang terpasang tetap sejajar dengan crankshaft yang mana berputar secara axial. Piston ditempatkan secara mendatar menyebabkan piston ber reciprocating secara pararel dengan shaft. Piston ini dihubungkan dengan metode ball (bola) dan soket seperti Sanden Compresor, dimana di akhir masing masing push rod(tuas pendorong) memiliki bola yang di ikat kedalam soket dibagian bawah masing masing piston dan juga terpasang di swash plate nya, yang bergerak/berputar berdasarkan putaran bearing pada shaft bagian atas, karena itu swash plate tidak tetap. Perubahan  sudutnya sesuai dengan perputaran shaft, dan swash plate reciprocating denganpiston di masing masing cylinder yang menyebabkan langkah hisap dan buang. Compressor ini menggunakan reed valve seperti semua jenis compressor type reciprocating.
  • Dual  Piston swash plate compressor, yang bekerja sama prinsipnya dengan type single acting swash plate compressor, tetapi piston pistonnya double di ujung, yang berarti semua piston nya dapat mengompres refrigerant pada masing masing langkah disetiap arah cilindernya(Caterpilar haul truk, dll). Swash plate dipasang tetap sejajar dengan crankshaft seperti halnya type single acting, tapi Piston pistonya menumpang dan ditempatkan pada sepasang slipper shoes (sepatu pelican) yang duduk di/ ditempatkan di bola besi nya. Kesemuanya tertahan dan ditempatkan saling berlawanan ujung dari masing masing piston dan menyebabkan ujung dari double piston mengendalikan swash plate dalam pergerakanreciprocating saat shaft berputar. Compressor ini menggunakan reed valve seperti semua jenis compressor type reciprocating
  • variable displacement compressors adalah sebuah compressor tipe piston yang sudut swash-platenya bisa berubah, disini compressor mempunyai valve tambahan lagi untuk merubah sudut swash-platenya saat dibutuhkan. Valve tambahan ini menggunakan sistem sensing tekanan refrigerant pada sistem saat sistem bekerja. Keuntungan dari tipe ini adalah si compressor bisa mengatur jumlah refrigerant yang dikompressinya, dan ini bisa membuat compressor bisa lebih awet.

Vane Type Compressor

AC Compressor type ini tidak menggunaka piston dan hanya memiliki satu valve  – discharge. Putaran Vane di lindungi terhadap compressor housing dengan menggunakan gaya centrifugal dan pelumasan oli. Sebagai Vane/baling baling yang terus menerus  menghembuskan refrigerant berupa gas bertekanan melalui sisi  High nya, dia tidak bisa mengatasi masalah dengan kelebihan suara/noise dan mengurangi output nya saat idle atau putaran rendah, yang memang lebih berpengalaman dibanding dengan type reciprocating, tapi dapat mengatasi sangat buruk nya efficiency pada tekanan tinggi khususnya pada saat rpm rendah dan ketika gaya centrifugal di desak terhadap vane nya.

Scroll Type

Konfigurasi utama yang lain adalah scroll compressor, dimana salah satu scroll (gulungan) dengan dipermukaan luar dari orbit , di dalam terpasang scroll pada bagian yang sama. Dapat dilihat pada gambar yang myang menunjukkan titk kontak dari scroll yang tertutup pada rongga dari pengurangan ukuran (di beri arsiran) yang bekerja dari luar ke tengah menjadi satu scroll pada orbit bagian dalam lainnya. Menghasilkan gas yang terinduksi di sekeliling dari scroll dan dikirimkan ke gas yang tercompresi pada bagian tengah. Compressor ini sangat efesien dan halus /tidak noise tetapi mewakili tantangan yang signifikan bagi pembuatnya dalam mengatasi biayanya. Compressor ini memiliki kerugian bahwa meskipun versi variable compressor ini memungkinkan dibuat ,tetapi akan kehilangan  manfaat efesiensi yang superior.

Adapun magnetic clutch pada compressor yang berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan putaran dari drivernya ke compressor itu sendiri.Dan magnetic clutch ini menggunakan prinsip electromagnetic.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: