Mengenal kerusakan dan cacat pada bearing

Ball bearing dan roller bearing memiliki masa pakai yang lama asalkan tidak kelebihan beban (overload), salah pemilihan jenis, dipasang dengan tidak benar atau dibiarkan kekurangan pelumas.

Saat melakukan disassembly komponen, bearing yang terpasang dengan kuat pada shaft, hanya harus dilepas jika perlu atau jika bearing saat diperiksa harus diganti. Banyak hal-hal merusak yang dapat terjadi pada bearing jika dilepaskan dari shaft ketika hendak dibersihkan dan dipasang kembali. Penggunaan peralatan pelepas yang benar sangatlah penting dan hal yang lebih penting lagi adalah tool digunakan dengan benar untuk mencegah kerusakan pada bearing.

Penyebab Kerusakan Bearing

Pemeriksaan bearing dengan teliti dan hati-hati akan menunjukkan sebab-sebab kenapa bearing tersebut rusak. Berikut ini adalah sebab-sebab kerusakan bearing dan bagaimana mengenalinya.

Abrasi

Masuknya kotoran dan pasir ke dalam bearing dapat menyebabkan keausan dini karena kotoran tersebut akan menyebabkan permukaan bearing menjadi kasar.

Kekurangan Pelumasan

Timbulnya panas merupakan akibat kekurangan pelumasan. Panas menyebabkan perubahan warna pada permukaan bearing, roller dan ball. Pada plain bearing, kekurangan pelumasan akan mengakibatkan goresan, keausan berlebih dan akhirnya akan menyebabkan keseluruhan bagian bearing mengalami kerusakan. Sangatlah penting melakukan pelumasan pada pin dan bearing untuk meyakinkan tidak terjadi keausan.

Korosi

Air dan uap akan menyebabkan korosi. Ini terlihat seperti bekas lubang atau karat. Penanganan yang ceroboh atau penyimpanan bearing yang tidak benar setelah pencucian dapat menyebabkan korosi pada permukaan. Bearing harus dilumasi dan dibungkus dengan kertas yang diberi oli meskipun untuk periode penyimpanan yang singkat.

Pemasangan yang Salah

Ball dan roller bearing biasanya mempunyai toleransi kesesuaian pemasangan antara bearing dengan shaft. Ini tidak boleh berlebihan karena apabila berlebihan inner race akan dipaksa mengembang dan akan terjadi pembengkokan bearing, yang akan mengakibatkan kerusakan.

Setiap cacat atau kerusakan pada shaft akan menyebabkan distorsi pada race. Area yang terdistorsi ini akan kelebihan beban sehingga kerusakan akan bermula area tersebut. Shaft harus bersih dan halus agar bearing dapat terpasang dengan tepat. Pemasangan outer race bearing ke dalam housing juga harus diperhatikan. Shaft dan housing harus diperiksa terlebih dahulu sebelum pemasangan bearing.

Penyetelan yang Salah

Penyetelan yang dilakukan dapat: terlalu longgar, tepat atau terlalu kencang. Selalu mengacu pada spesifikasi pabrik pembuat untuk menentukan apakah bearing tersebut harus di preĀ  load atau tidak. Bearing harus disetel dengan tepat karena jika tidak akan menyebabkan ball atau roller pecah dan permukaan bearing menjadi tergores. Penyetelan yang terlalu kencang akan menyebabkan panas berlebihan pada awalnya, dan berakibat kemungkinan hilangnya pelumas.

Kerusakan pada anti friction bearing

Jenis - jenis cacat pada bearing
Jenis – jenis cacat pada bearing

Ada sejumlah kerusakan yang dapat terjadi dalam antifriction bearing. saat menginspeksi bearing, perhatikan tanda-tanda yang dapat mengidentifikasi kerusakan. Kerusakan yang dapat terjadi pada bearing adalah sebagai berikut:

Crack Race

Inner race dapat mengalami keretakan jika terlalu kencang pada shaftnya dan outer race dapat retak jika terlalu kencang pada housing.

Pitting

Permukaan bearing yang berlubang-lubang. Ini merupakan korosi lanjutan yang disebabkan oleh air atau kelembaban.

Galling

Keausan pada permukaan bearing dengan beberapa lubang kecil yang disebabkan oleh kurangnya pelumasan.

Spalling

Permukaan yang berlubang-lubang pada bearing disebabkan karena logam terlalu tertekan yang disebut sebagai kelelahan logam. Ini bisa disebabkan oleh penyetelan yang terlalu longgar, yang membuat dampak atau beban kejut pada permukaan bearing. kelebihan beban pada bearing adalah kemungkinan penyebab lainnya.

Discoloration

Permukaan bearing berubah warna karena panas. Mungkin terjadi karena kurangnya pelumasan. Operasi yang terus menerus dapat menyebabkan lecet dan rontok. Perubahan warna dapat juga disebabkan bearing disetel terlalu kencang. Hal ini bisa mengakibatkan overheating.

Corosion

Karat membuat bekas pada permukaan, atau bagian lain dari bearing. Ini disebabkan oleh adanya air atau kelembaban.

Fretting

Fretting merupakan tanda pengikisan yang disebabkan oleh pergerakan. Umumnya terjadi ketika bearing terlalu longgar pada dudukannya atau shaft.

Brinelling

Brinelling dapat terjadi ketika bearing kelebihan beban atau salah dalam pemasangan, yaitu timbulnya lekukan-lekukan lubang pada raceway.

jenis - jenis cacat pada bearing
Jenis – jenis cacat pada bearing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: