MENGENAL KOMPONEN STARTING SYSTEM

Rangkaian starter memiliki beberapa komponen yang dihubungkan sebagai perangkat kontrol dan pelindung. Perangkat ini dibutuhkan pada Starter motor serta mencegah Starter motor beroperasi ketika mesin sedang berada dalam mode operasi karena alasan safety. Komponen pada rangkaian listrik starter terdiri atas berikut ini:

  • Baterai
  • Cable & wire
  • Key start switch
  • Netral switch (jika dilengkapi)
  • Start relay
  • Starter solenoid

BATERAI

Baterai
Baterai

Baterai menyuplai semua kebutuhan energi listrik ke Starter motor, sehingga Starter motor dapat menghidupkan engine. Baterai harus terisi penuh dan dalam kondisi yang baik agar sistem Starter motor dapat beroperasi dengan maksimal.

CABLE DAN WIRE

Cable dan wire
Kabel dan wire

Arus yang mengalir tinggi yang melalui Starter motor cukup tinggi, sehingga membutuhkan kawat yang berukuran cukup besar agar memiliki resistansi rendah. Dalam sebuah rangkaian seri, setiap resistansi tambahan dalam rangkaian akan mempengaruhi beban operasi karena terjadi
pengurangan jumlah total aliran arus di dalam rangkaian. Dalam sistem, kabel akan menghubungkan baterai dengan relay, relay dengan starter motor, sementara dalam sistem yang lain kabel akan dihubungkan langsung dari baterai ke starter. Kabel ground juga harus berukuran cukup besar agar dapat menahan aliran arus. Semua konektor dan sambungan dalam sistem starter harus memiliki resistansi sekecil mungkin.

START SWITCH

ing switch
Starting switch

Start switch mengaktifkan starter motor dengan cara meneruskan daya ke starter relay dari baterai. Switch tersebut dapat dioperasikan secara langsung dengan menggunakan kunci atau tombol atau diaktifkan dari jarak jauh dengan menggunakan kunci pengontrol, serta dapat ditempatkan pada dashboard assembly.

NEUTRAL SWITCH

Neutral switch
Neutral switch

Semua kendaraan yang dilengkapi dengan power shift atau transmisi otomatis memerlukan switch pengaman netral yang hanya memungkinkan starter motor bekerja pada posisi parkir atau netral. Switch ini dapat ditempatkan pada transmisi, pada shifter atau pada linkage. Kontak switch akan close pada saat selektor transmisi berada dalam kondisi parkir atau netral serta open pada saat selektor transmisi berada dalam gear transmisi engage. Beberapa kendaraan dapat menggunakan switch pengaman clutch yang akan open pada saat clutch berada dalam posisi aktif dan menutup pada saat operator menekan pedal clutch. Hal ini mencegah engine hidup saat clutch diaktifkan. Beberapa transmisi juga menggunakan sebuah switch gear netral untuk mencegah starter beroperasi, kecuali jika transmisi berada dalam posisi netral. Semua switch pengaman jenis ini harus dijaga kondisinya serta tidak boleh di-bypass atau dihilangkan.

START RELAY

starter relay
Starter relay

Starter relay (switch magnet) dapat digunakan dalam beberapa sistem starter. Komponen ini terletak di antara start switch dan starter solenoid. Komponen ini merupakan sebuah switch magnet yang koilnya diaktifkan oleh listrik dari baterai yang disuplai melalui start switch. Start relay umumnya ditempatkan sedemikian rupa supaya kabel antara starter dan baterai sependek mungkin. Starter relay menggunakan sejumlah kecil arus dari start switch untuk mengendalikan arus yang lebih besar ke starter solenoid serta mengurangi beban pada start switch. Pemberian arus pada relay winding akan menyebabkan plunger tertarik ke atas karena gaya magnet yang dihasilkan oleh kumparan. Disk kontak juga akan tertarik ke atas dan akan menyentuh ujung baterai dan ujung terminal starter. Arus akan mengalir dari baterai menuju starter solenoid.

Bagaimana menentukan jika relay berfungsi secara benar?

Bagian ini menyediakan prosedur test secara umum dengan relay yang dipasang pada product. Prosedur untuk kedua system tegangan 24V dan 12V.peralatan test yang hanya diperlukan adalah 6V7070 Digital multimeter, atau persamannya.

Bagaimana Relay Bekerja

Secara dasar, relay adalah switch electric yang dikontrol secara sedikit yang dihidupkan dan dimatikan oleh jumlah arus listrik yang kecil untuk membiarkan jumlah arus yang besar lewat melalui contactnya untuk memberi power beban (seperti klakson dan starter).Arus kecil mengalir melalui relay coil dan membentuk electromagnet, yang membuka atau menutup contact relay (switch). Lihat gambar di atas memperlihatkan posisi coil terminal dan contact terminal. Kecuali kalau tidak ditunjukkan, penunjukkan contact dari “ normally open “ (NO) dan “ normally closed” (NC) berhubungan dengan keadaan switch contact tanpa power yang dipergunakan untuk relay coil.

Saat relay contact tertutup, jumlah arus yang besar sekarang dapat mengalir melalui dua contact terminal untuk memberi power beban yang diinginkan.

Pengujian Relay

Test ini menentukan jika ada open dalam relay coil dan jika tegangan jatuh melintasi contact terminal dalam spesifikasi. Untuk system 24V, tegangan jatuh harus secara khusus lebih sedikit dari 0,5V, dengan maksimum jatuh yang diperbolehkan 1V. Untuk system 12V, tegangan jatuhnya harus kurang dari 0,25V dan maksimum yang diijinkan adalah 0,5V.

Schematic dua jenis relay
Schematic dua jenis relay
Catatan:

Test harus dapat menentukan kesalahan relay. Namun demikian, ada banyak variable yang lain yang dapat menyebabkan masalah kelistrikan.

  • Menyediakan power ke relay, dan jika mungkin, hidupkan semua peralatan yang diberi power oleh relay contact. Engine dapat dalam keadaan mati atau running.
  • Hubungkan multimeter melintasi terminal seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah untuk memeriksa sistem tegangan pada terminal relay coil. Untuk system 24V, tegangan ini harus menjadi lebih dari pada 22V. Untuk system tegangan 12V, itu harus menjadi lebih dari 11V. Jika tegangan kurang dari yang ditetapkan atau nol, meneruskan dengan sisa langkah 2, kalau tidak lanjutkan langkah 3.

Hubungkan multimeter di antara sisi battery dari relay coil dan machine ground. Multimeter harus membaca tegangan system. Jika tidak, ada kesalahan connection di antara sumber battery positif dan connection coil positif. Betulkan kesalahan ini sebelum meneruskan dengan test. Jika system tegangan ada di antara sisi positive dari coil dan ground, tetapi tidak ke sisi ground coil, kemudian ada kesalahan connection di antara sisi ground coil dan frame ground. Betulkan kesalahan sebelum melanjutkan.

  • Hubungkan multimeter seperti yang ditunjukkan pada gambar di bawah untuk mengecek tegangan sistem relay contact battery terminal. Jika tidak ada tegangan, betulkan kondisi ini sebelum melanjutkan.
  • Seteleh kamu yakin bahwa tegangan system ada melintasi relay coil terminal dan pada contact battery terminal, kamu siap untuk memeriksa relay contact (switch). Hubungkan multimeter melintasi contact terminal seperti ditunjukkan pada gambar di atas. Gunakan skala 200VDC.
  • Jika relay contact tertutup selama kondisi ini, meter harus membaca kurang dari maksimum 1V. (untuk system 12V, 0,5V adalah maksimum) Untuk relay contact yang open dibawah kondisi ini, meter harus membaca tegangan system.
  • Lepas positif wire (A), ditunjukkan pada gambar di atas, dari terminal coil. Ini harus menyebabkan contact posisi berubah (contact tertutup ke membuka dan contact membuka ke tertutup). Selama anda menyentuh dan mencopot wire (A) ke terminal coil, anda harus mendengar suara clik disebabkan oleh contact membuka atau menutup. Ini menunjukkan relay coil yang baik, berarti itu tidak open.
  • Dengan wire (A) dilepas, mengukur tegangan drop melintasi contact terminal. Membiarkan meter dihubungkan seperti ditunjukkan pada gambar di atas. meter harus menunjukkan tegangan system untuk relay contact yang tadinya tertutup, tetapi sekarang terbuka. Untuk relay contact yang tadinya terbuka, tetapi sekarang tertutup, meter harus menunjukkan tegangan jatuh menjadi kurang dari maksimum 1V untuk system 24V (0,5V untuk system 12V). Hubungkan lagi wire (A) dan ulangi test ini beberapa kali untuk menyakinkan hasil.
  • Saat wire (A) dilepas dan dihubungkan lagi, tegangan melintasi contact terminal harus bergantian di antara tegangan system dan tegangan yang diperkenankan (maks 1V untuk 24V, 0,5V maks untuk 12V) melintasi contact terminal. Jika ini tidak terjadi, ganti relay.

Jika tegangan melintasi relay contact tetap konstan selama langkah ini, salah satu relay rusak atau rangkaian ke beban membuka atau mati. Jika rangkaian kebeban tidak membuka, ganti relay seperti yang ditentukan. Jika rangkaian kebeban membuka, betulkan masalah dan ulangi seluruh permulaan test operasi contact dengan langkah 5.

Intermittent pada Relay

Magnetic switch digunakan sebagai relay pada machine mungkin menjadi intermittent. Karat putih pada nut stud power selama relay contact mungkin menyebabkan kondisi rangkaian open. Dari pada mengganti relay, karat dapat dibersihkan dari nut dengan menyikat kawat yang lunak pada nut untuk memindahkan karat. Gunakan lapisan dielectric grease 8T9020 yang tipis ke connection pada saat pemasangan. Yang manjur dengan code 40M (40 = minggu ke 40 M = 1992) lapisan telah diperbaiki untuk membantu mencegah karat putih pada nut.

Catatan:

Yakinkan membuka atau mematikan disconnect switch battery sebelum perbaikan magnetic switch. Pada machine 12V tanpa battery disconnect cable switch, membuka battery disconnect cable di antara terminal negative battery dan frame ground pada machine.

STARTER SOLENOID

Solenoid merupakan kombinasi cara kerja sebuah relay dengan kemampuan untuk melakukan pekerjaan mekanikal (mengaktifkan penggerak). Starter solenoid menghasilkan medan magnet yang menarik solenoid plunger. Solenoid ditempatkan di bagian atas starter motor sehingga  dapat langsung terhubung dengan overrunning clutch drive untuk mengaktifkan pinion. Solenoid memiliki dua lilitan yang berbeda untuk memperoleh operasi yang efektif. Pada saat ignition switch diputar ke posisi start, arus dari baterai mengalir ke pull-in winding dan hold-in winding untuk memperoleh daya tarik yang lebih kuat karena menggunakan dua kumparan. Kumparan tersebut menghasilkan medan magnet yang kuat untuk menarik plunger ke depan serta mengaktifkan starter drive. Pada saat plunger mencapai akhir gerakan, solenoid bekerja sebagai relay serta menyebabkan arus besar mengalir ke starter motor. Hal ini juga dapat dipergunakan untuk memutuskan arus menuju pull-in winding. Starter motor bekerja, kumparan yang aktif  hanya hold-in winding. Medan magnet yang diciptakan oleh hold-in winding lebih kecil karena hanya diperlukan untuk menahan plunger pada tempatnya. Hal ini mengurangi jumlah arus yang hampir mengurangi panas serta menyediakan arus yang lebih banyak menju Starter motor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: