Mengenal Peleumasan Pada Bearing

Pada tahun-tahun belakangan ini banyak riset telah dilakukan guna menemukan metode pelumasan yang efektif. Pelumasan bearing digunakan untuk mengurangi gesekan, keausan dan dalam beberapa kasus digunakan untuk memindahkan panas yang dihasilkan oleh gesekan pada bearing.

Terdapat empat jenis gesekan atau pelumasan dalam bearing:

1.     Dry friction

Dry friction adalah saat tidak ada pelumas di antara permukaan-permukaan yang saling bersentuhan. Pada kondisi beban yang ringan, bearing akan bekerja namun dengan koefisien gesek tinggi. Saat beban bearing meningkat, akan tercapai suatu titik dimana terjadi kontak molekul logam ke logam yang menyebabkan perpindahan material pada permukaan- permukaan yang berdekatan satu sama lainnya. Proses ini dinamakan temporary welding action.

2.     Boundary Lubrication

Boundary lubrication adalah saat lapisan oil film di antara permukaan yang saling menggelinding berada dalam kondisi yang sangat tipis. Ini terjadi pada bearing sebuah machine ketika suplai pelumas bertekanan mengalami kegagalan, ketika machine di-start setelah standing idle selama beberapa jam, atau pada machine dimana pelumas dari plain bearing tidak berkelanjutan, seperti melumasi part dengan oli dari oil can sekali dalam sebulan. Sifat-sifat yang terpenting dari oli pada sistem pelumasan adalah kemampuan mengalir sendiri ke dalam dua permukaan untuk memberikan lapisan pelindung.

3.     Full Film Lubrication

Full film lubrication memisahkan dua permukaan dengan pelumas bertekanan. Pelumas bertekanan dibentuk oleh kombinasi viskositas oli yang cukup dan pergerakan relatif dari permukaan yang membentuk sebuah bantalan hydrodynamic di bawah shaft yang menjamin tersedianya lapisan oil film. Untuk pelumasan jenis ini, harus tersedia cukup oli dan jenis olinya pun penting diperhatikan karena meskipun ketebalan oli yang terbentuk sebagai bantalan hydrodynamic sudah sesuai, namun tenaga tidak boleh terlalu banyak diserap akibat oli yang terlalu kental.

4.     Rolling Friction

Rolling friction terjadi pada anti-friction bearing, dimana kerja bearing tidak bergerak meluncur tetapi hanya ball atau roller yang berputar disepanjang permukaan yang halus. Jika diberi beban, maka roller sedikit menekan permukaan dan dibutuhkan tenaga untuk memutarnya.

enis - jenis gesekan pada bearing
Jenis – jenis gesekan pada bearing

NOTE: Kondisi yang akan dialami shaft saat berputar berawal dari dry friction, boundary lubrication dan full film lubrication. Shaft juga akan terbebani secara vertikal pada setiap kondisi

Saat shaft mulai berputar, seperti ditunjukkan pada boundry lubrication, shaft mencoba untuk naik ke sisi bearing dan pada kecepatan rendah mencapai posisi yang di-tunjukkan.

Pada kecepatan yang lebih tinggi dan dengan suplai pelumas yang memadai, shaft yang berputar menyebabkan peningkatan tekanan hidrodinamis yang cenderung mendorong shaft ke dalam posisi seperti yang ditunjukkan pada kondisi full film lubrication.

Untuk anti-friction bearing, seluruh ball bearing dan roller bearing (kecuali spherical roller thrust bearing) dapat dilumasi dengan oli atau grease. Grease adalah oli yang mengandung partikel yang berfungsi sebagai pengental. Grease membantu terbentuknya penyekat yang efisien pada sebuah bearing. Oli hanya digunakan dimana terdapat kebutuhan khusus, contohnya saat kecepatan rotasi terlalu tinggi sehingga grease tidak lagi efektif dipergunakan.

Oli dipergunakan untuk melumasi partpart machine yang berhubungan satu sama lain, seperti gear dan bearing. Spherical roller thrust bearing hanya boleh dilumasi dengan oli dan grease hanya boleh digunakan pada kecepatan yang sangat rendah.

Metode Pelumasan

Peralatan pelumasan bervariasi dari lubang oli yang sederhana sampai sistem sirkulasi yang lebih rumit, terdiri dari: pompa, filter, pendingin oli dan perlengkapan peringatan penurunan tekanan dan suhu berlebih.

Sistem pelumasan oli dapat diklasifikasikan ke dalam:

  1. hand oiling.
  2. Regulated low-pressure, non-mechanical total loss system. Regulated high-pressure, mechanical total loss system.
  3. Sistem sirkulasi.

Dari metode pertama hingga ketiga, adalah total loss atau dengan kata lain oli digunakan hanya satu kali saja.

titik - titik pengisian oli
Titik – titik pengisian oli

Hand oiling adalah pekerjaan yang secara berkala harus dilakukan, tergantung pada kedisiplinan dan kehati-hatian operator. Bentuk yang paling sederhana dari hand oiling terdiri dari lubang yang dibor pada bearing. Lubang masuknya sering dibuatkan alur dan area masuk dicat merah. Karena lubang ini dapat terkontaminasi oleh kotoran, maka biasanya diberi penutup seperti yang terlihat pada Gambar di atas.

grease nipple
Grease Nipple

Sejumlah nipple grease tersedia jika dipergunakan grease sebagai pelumas.

feed oiler konstan
Feed oiler konstan

Sejumlah nipple grease tersedia jika dipergunakan grease sebagai pelumas

Low-pressure, non-mechanical system terdiri dari reservoir oli dengan menggunakan beberapa metode untuk menyuplai oli ke bearing. Metode-metode tersebut adalah:

  • Metode absorbent wick (sumbu hisap)
  • Metode constant drip system (tetesan konstan)

Oli mengalir ke bearing dengan konstan, walaupun shaft berputar atau tidak, tetapi jika oli sudah kering, penunjukan pada reservoir oli dapat mengindikasikan kemungkinan bearing berputar dengan kondisi oli kering. Gambar di ats menunjukkan beberapa tipe constant-feed oiler.

Sight feed oiler memiliki pengaturan untuk mengontrol tingkat tetesan oli dan memiliki permukaan yang transparan sehingga tingkat ketinggian oli dapat diperiksa. Mekanisme toggle di bagian atas membuat aliran oli dapat dihentikan secara manual pada saat pelumasan tidak dibutuhkan.

Wick oiler memiliki kerja yang sama dengan sight feed oiler, namun wick oiler disesuaikan dengan menaikkan atau menurunkan sumbu. Sumbu bertindak sebagai penyerap dan semakin panjang sumbu diluar reservoir semakin banyak aliran olinya. Screw-down grease cup dan grease cup yang dipasangi pegas adalah dua metode penyuplaian grease dari reservoir.

Pada kasus dimana jumlah penggunaan bearing sangat banyak, akan sangat menghabiskan waktu untuk melumasi bearing secara terpisah, apalagi jika satu bearing sampai terlewatkan pelumasannya. Untuk kasus ini digunakan centralized pump dengan line berisikan oli atau grease ke setiap bearing.

Untuk melumasi machine, digunakan pompa yang dioperasikan dengan tangan atau kaki, dan volume pelumas yang akan digunakan disesuaikan dengan mesin, dengan tekanan 15 Mpa sebanyak 0.02 mL untuk 1000mm2 luas permukaan bearing.

Total Loss Feed Bertekanan Tinggi yang Diatur Secara Mekanis

pompa pelumas
Pompa pelumas

Pada sistem otomatis, pompa digerakkan dengan kecepatan rendah oleh cam yang berfungsi sebagai penggerak dari machine yang akan dilumasi. Pada kasus ini, reservoir yang besar dipasangkan pada pompa untuk menghindari pengisian pelumas setiap hari.

Pada sistem yang lebih baik, flow control valve ditempatkan pada setiap line, sehingga memungkinkan untuk mengatur suplai pelumas pada setiap bearing.

Gambar di atas menunjukkan satu dari sistem yang memutar pump melalui lever dan ratchet (roda gigi). Aliran pelumas dapat diatur dan masing-masing aliran pelumas aktual dapat dilihat pada sight glass.

Sistem sirkulasi oli adalah satu-satunya metode yang dapat diterapkan untuk bearingbearing berkinerja tinggi, metode ini dapat memberikan suplai pelumas yang cukup untuk memastikan bahwa lapisan hydrodynamic tidak terganggu karena kekurangan oli akibat kebocoran dari bearing. Disamping itu, sistem ini juga mengalirkan oli melebihi kebutuhan sistem pelumasan untuk membuang panas berlebih. Aliran oli yang konstan juga memastikan semua partikel- partikel logam yang tercampur dapat dibilas dari bearing. Untuk alasan ini maka diperlukan filter dan heat exchanger dalam sistem sirkulasi.

Sistem sirkulasi yang paling umum adalah metode pelumasan pada engine, dimana oli tidak hanya melumasi namun membantu pemindahan panas, penyekatan dan pembuangan sisa pembakaran.

Bearing seperti wheel bearing harus terlebih dahulu diberi grease dengan benar sebelum dipasang karena bearing membutuhkan grease sebagai pelumas. Pada wheel bearing, pelumasan harus dapat bertahan hingga ribuan kilometer.

Pemberian Pelumas pada Bearing

pemberian grease pada bearing
Pemberian grease pada bearing

Bearing dilumasi dengan mendorong grease di antara roller atau ball dan race, sehingga ruang di antara race benar-benar terisi grease. Ini bisa dicapai dengan mendorong grease ke dalam satu sisi bearing dengan jari sampai keluar dari sisi satunya, atau dengan mendorong grease ke dalam bearing dari telapak tangan seperti dalam gambar dia atas. Tujuan pelumasan bearing ini, adalah untuk mengisi grease pada bearing dan bukan hanya sekedar melapisi bagian luarnya saja.

Peralatan untuk Membersihkan dan Melumasi Ulang

Peralatan untuk mengeluarkan grease yang lama dari bearing dan melumasinya kembali dengan grease yang baru bermanfaat untuk perawatan bearing. Saat menggunakan peralatan pembersih, bearing ditahan di antara cone di ujung peralatan pembersih, dan cairan pembersih dipompakan melalui bearing untuk mengeluarkan grease yang lama

melumasi bearing dengan peralatan khusus
Melumasi bearing dengan peralatan khusus

Saat bearing kering dan bersih, bearing kemudian dipasang dalam tool pelumasan ulang dan grease yang baru didorong ke dalamnya dengan cara menggunakan grease gun yang dipasang pada grease nipple pada sisi tool.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: