Mengenal Sejarah, Jenis – Jenis dan Fungsi Bearing

Roda merupakan part yang penting pada alat berat dan supaya dapat berputar, masing- masing roda dilengkapi dengan bearing. Dari zaman dahulu, orang sudah menciptakan roda, namun inovasi yang paling terkini dari sebuah roda adalah menempatkannya pada axle dan memasang bearing guna memungkinkan roda dapat berputar dengan lancar.

Bukti-bukti sejarah telah menunjukkan bahwa dari zaman dahulu orang sudah sering menggunakan benda dengan permukaan yang bulat untuk membantu memudahkan pemindahan benda yang lebih berat. Sebagai contoh orang mesir telah menggunakan kayu bulat untuk memindahkan batu piramida yang berukuran besar, orang yunani menggunakan bearing untuk kereta kuda dan sketsa anti friction bearing yang dibuat oleh Leonardo da Vinci.

Dimulainya penggunaan anti friction bearing pada dunia industri bermula pada tahun 1880 ketika seorang ilmuan Jerman yang bernama Friedrich Fischer menemukan cara membuat bola baja (ball) secara massal. Produk bearing pertama tersebut bernama Fischer AG. Seiring dengan meningkatnya jumlah kendaraan khususnya di United States pada akhir tahun 1800-an, banyak sekali kebutuhan anti friction bearing

Orang yang pertama kali mematenkan taper roller bearing modern adalah Henry Timken pada tanggal 28 Juni 1898. Hendry menyatakan “Orang yang dapat menciptakan sesuatu yang dapat mengurangi gesekan akan memberikan suatu hal yang sangat berharga di dunia”. Paten bearing tersebut ditunjukkan pada gambar 1 di atas.

Fungsi Bearing

Gesekan timbul ketika dua permukaan saling bersentuhan dan apabila dibiarkan maka akan terjadi keausan. Semakin tinggi gesekan maka akan semakin tinggi tingkat keausan. Apabila hal ini dibiarkan, maka akan terjadi kerusakan yang serius pada part dalam waktu tertentu. Untuk itu, diciptakan part yang bernama bearing yang berfungsi untuk mengurangi gesekan dan menahan beban.

Di samping fungsi yang disebutkan di atas, secara keseluruhan fungsi utama bearing adalah :Menurunkan gesekan, panas dan keausan.

  1. Menahan beban statis yang berasal dari berat shaft dan berat machine.
  2. Menahan beban radial dan thrust.
  3. Memungkinkan pemasangan dengan toleransi yang lebih teliti.
  4. Sebagai part yang dikorbankan karena lebih murah mengganti bearing daripada mengganti shaft.

Tipe – tipe bearing

Bearing terpasang pada berbagai part machine dengan jenis yang berbeda-beda tergantung beban yang dipikul mulai dari yang bertipe sederhana dan dilumasi dengan cara yang sederhana hingga yang sanggup menahan beban yang berat dengan sistem pelumasan yang rumit.

Terdapat dua jenis bearing secara umum yaitu:

1.     Plain bearing

Plain bearing merupakan bearing yang menerima gaya gesek secara langsung dimana poros (shaft) akan berputar secara langsung pada permukaan bearing. Gesekan yang timbul akan berkurang secara signifikan tergantung pada jumlah dan jenis pelumas serta jenis material yang digunakan sebagai bearing.

2.     Anti friction bearing

Anti-friction bearing memiliki ball atau roller yang merupakan bagian dari bearing. Semua permukaan part yang berputar pada bearing dibuat sangat halus dan dikeraskan permukaannya untuk mengurangi gesekan dengan bantuan pelumas. Bearing jenis ini memiliki usia pakai yang lebih panjang.

Rolling element bearing terdiri dari ball dan roller bearing memiliki gesekan yang lebih kecil dibanding plain bearing (gambar di atas). Meskipun begitu, ketika ball atau roller bergerak

disepanjang permukaan, akan memiliki kecenderungan membentuk alur yang menyebabkan timbulnya hambatan putaran.

Hambatan putar pada ball atau roller bearing cenderung terjadi pada inner dan outer race. Hal ini menyebabkan race terjadi deformasi saat terbebani dan menghasilkan gesekan.

Deformasi yang terjadi sesaat dianggap normal, namun ketika bearing kelebihan beban deformasi yang terjadi dapat merusak permukaan inner & outer race yang dikeraskan sehingga bearing mengalami kerusakan.

Jenis – jenis Beban pada Bearing

Bearing memikul tiga tipe beban seperti gambar 3 yaitu :

  • Beban Radial

Beban radial merupakan beban dengan arah tegak lurus terhadap titik sumbu shaft

sehingga bearing akan menerima beban sepanjang radius ball atau roller.

  • Beban Thrust

Beban thrust merupakan beban yang sejajar dengan titik sumbu shaft sehingga bearing

akan memikul beban dari sisi samping shaft.

  • Beban Kombinasi

Terdapat juga bearing yang didesain untuk dapat memikul kombinasi beban radial dan

thrust.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: