Mengenal TX (Thermal Expansion) Valve

Thermal expansion valve (atau TX valve) adalah alat pengatur system yang diletakan pada sisi inlet dari evaporator. Fungsinya adalah untuk mengukur jumlah refrigerant yang tepat sejalan dengan suhu di evaporator. Hal tersebut dicapai dengan proses pembukaan dan penutupan saluran kecil yang membuat sejumlah kecil refrigerant cair mengalir menuju evaporator. Valve ini juga adalah sebagai titik yang memisahkan antara sisi tinggi dan sisi rendah didalam system.

Fungsi thermostatic expansion valve adalah:

  • Menghambat aliran refrigerant dan mengizinkan compressor untuk meningkatkan tekanan pada bagian high system air conditioning
  • Mengatur jumlah refrigerant yang masuk kedalam evaporator.

Bagian dari compressor outlet menuju inlet expansion valve pada system air conditioning disebut ‘high side’. Thermostatic expansion valve membuat suatu hambatan terhadap aliran refrigerant sehingga meningkatkan tekanan antara compressor dan tx valve. Peningkatan pressure ini membuat refrigerant dapat berubah bentuk dari gas ke cair.

Pada saat compressor menaikan temperatur refrigerant dengan menampung refrigerant kedalam area yang sempit, Expansion valve menurunkan temperatur refrigerant dengan cara membiarkan refrigerant menyebar ketika meninggalkan tx valve orifice. Karena refrigerant mengalami penurunan pressure yang sangat besar, maka refrigerant menjadi sangat dingin pada saat meninggalkan tx valve dan masuk kedalam evaporator. Bagian pada system air conditioning dari vexpansion valve menuju compressor inlet disebut “Low Side”

Valvenya memiliki sebuah lubang kecil dengan katup yang berbentuk jarum beserta dudukannya untuk memberikan pengaturan yang berubah-ubah. Katup yang berbentuk jarum (needle valve) tersebut diaktifkan oleh sebuah diaphragm yang mana dikontrol oleh tiga sumber, yaitu:

  1. Tekanan dari dalam evaporator yang melawan bagian bawah diaphragm, dimana cenderung menjaga valve selalu terbuka.
  2. Tekanan dari superheat spring yang berlawanan arah dari needle valve, dimana menjaga valve selalu tertutup.
  3. Tekanan cairan yang ada didalam pipa kapiler terpisah yang melawan bagian atas diaphragm, yang mana menjaga valve cenderung selalu terbuka.

Sebuah thermostatic expansion valve yang sederhana terdiri dari sebuah ruang dan sebuah katup yang bekerja. Jumlah refrigerant yang mengalir melalui valve diukur oleh besar kecilnya pembukaan valve tersebut. Hal ini menyebabkan penurunan tekanan pada sisi outlet valve begitu juga dengan temperaturnya. Dikarenakan pressure dan temperatur saling berhubungan, sehingga, cairan yang bertekanan dan bertemperatur rendah masuk kedalam evaporator.

Ruang di bagian atas diaphragm dihubungkan ke sebuah temperatur sensing bulb dengan pipa kapiler. Bulb tersebut ditempelkan pada outlet evaporator coil.

Bulb and capillary tube diisi dengan gas, yang akan memuai dan menyusut seiring temperatur naik dan turun. Signal pemuaian dan penyusutan ini akan di kirimkan ke bagian atas diaphragm melalui pipa kapiler.

Kerja dari diaphragm dan valve dikontrol oleh tekanan yang diberikan pada bagian atas diaphragm melalui pipa kapiler dan tekanan spring yang terletak dibawah valve, seperti berikut ini:

  1. Ketika temperatur evaporator turun, tekanan di sensing bulb dan capillary tube juga turun. Hal ini menyebabkan spring yang ada dibawah valve, menekan valve ke posisi menutup, mengurangi aliran refrigerant.
  2. Ketika temperatur evaporator meningkat, tekanan yang ada didalam sensing bulb dan capillary tube juga meningkat. Hal ini menyebabkan diaphragm bergerak kebawah, mengarahkan valve ke posisi membuka, menambah aliran refrigerant.

Terdapat dua jenis valve yang digunakan di system air conditioning kendaraan:

  1. Internally-equalized valve – Sering digunakan
  2. Externally-equalized valve – Special control

Internally Equalized Expansion Valve

Refrigerant masuk ke inlet screen dalam bentuk cairan bertekanan tinggi. Alirannya dibatasi oleh sebuah lubang pengukur yang harus dilewati. Setelah refrigerant melewati lubang tadi, akan berubah dari cairan bertekanan tinggi menjadi cairan bertekanan rendah (atau berubah dari sisi yang tinggi ke sisi yang rendah).

Penga-djustan tension pada spring sebagai factor penentu dalam pembukaan dan menutup expansion valve. Selama membuka dan menutup spring tension menarik atau mengendorkan operasi valve sesuai yang di inginkan system. Pada umumnya spring tidak pernah di adjust di lapangan. Tension di ajust 4 sampai 16 derajat di sarankan untuk unit yang akan di pasang. Ini adalah pengaturan original/asli untuk memperpanjang umur valve. Dan untuk peralatan special diharapkan di kebanyakan kasus harus di di kalibrasi secara akurat saat peng-adjust an

Externally Equalized Expansion Valve

Operasi dari externall-equalized valve adalah sama dengan type internall kecuali pressure evaporator menyuplai balik di sisi bawah dari diaphragm dari equalizing line tail pipe pada evaporator hal ini sebagai penyeimbang /balancing temperature pada tail pipe melalui expansion valve , thermal bulb melawan pressure evaporator diambil dari tail pipe.

Kerusakan/fault TX valve pada umumnya:

  1. TX valve orifice stuck, closed atau ngeblok. Di indikasikan dengan pembacaan low-pressure dan kurang dingin, karena aliran refrigerant terhambat. Sisi low dapat menjadi vacuum. Kebuntuan ini dapat disebabkan karena material asing atau moisture membeku di orifice.
  2. Kesalan TX valve; TX valve dinilai dalam tons. Tonase pada valve berdasakan kapasitas valve.(1 ton sama dengan12000 BTU). Valve yang mempunyai rating atau ukuran yang kecil akan memaksakan kerja coil. Valve yang mempnyai urkuran yang besar akan membanjiri/kebanyakan refrigerant pada coi, kedua hal ini akan memperburuk performance A/C
  3. Capillary salah posisi dan rusak; bulb capillary harus diposisikan aman dan di clamp ke evaporator outlet tube.
  4. Kesalahan penyettingan superheat: TX valves di setting ke superheat, biasanya sekitar -15°C to -12°C. jika set terlalu low valve akan terbuka terlalu cepat dan flooding , jumlah refrigerant akan lebih banyak terjadi. Jika di set terlalu tinggi valve akan tidak terbuka secepat untuk menginginkan dan memaksakan coil. Angka superheat biasanya ada pada kapasitas valve, meskipun ini tidak normal merubah superheat setting.

Definisi; superheat dapat di artiakan sebagai panas extra yang diserap oleh refrigerant sebagai perubahan wujud dari gas ke liquid. Di dalam evaporator coil kemungkinan di ukur dalam perbedaan temperature, dari inlet ke outlet pada coil.

Catatan:

Internally equalised valves digunakan evaporator yang berukuran kecil – medium. Externally equalized valves digunakan di evaporator yang berukuran besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: