PEMASANGAN SEAL ADAPTER DALAM FLYWHEEL HOUSING

Pada gambar ini kita melihat tool untuk memasang seal dan wear sleeve  untuk memasang seal adapter pada flywheel housing dan wear sleeve pada crankshaft. Ingat, keduanya dipasang bersama-sama.

Ikuti prosedur di bawah ini untuk memasang Seal adapter dan wear sleeve :

  1. Pasanglah dua guide stud ke dalam dua lubang baut adapter bagian atas dari flywheel housing.
  2. Pasanglah Locator pada ujung crankshaft dengan dua baut.
  3. Masukkan seal dan seal adapter pada guide stud sampai wear sleeve berada di posisi-nya pada locator yang kemudian ditekan ke crankshaft dengan installer.
  4. Letakkan forcing ring di atas diameter yang kecil dari installer-nya. Posisikan intaller dan forcing ring sebagai satu unit di belakang seal dan seal adapter pada 5/16” guide stud dan di atas stud dari locator-nya. Putar nut pada stud locator sampai kontak dengan intaller.

Putar nut pada stud locator. Installer dan forcing ring akan mendorong seal adapter ke dalam lubang pada flywheel housing, dan wear sleeve pada crankshaft. Dengan langkah ini berarti kita memasang crankshaft seal, seal adapter dan wear sleeve pada saat yang sama dengan lokasi yang benar. Lihat Service Manual untuk engine specification.

Pasang baut melalui seal adapter ke dalam flywheel housing. Kencangkan baut tersebut sesuai dengan spesifikasi pada Service manual.

Tanda alignment diberikan di flywheel dan yang lainnya lagi di ujung dari crankshaft untuk membantu dalam proses pemasangan. Ada dua baut flywheel yang ditempatkan berdekatan, sehingga flywheel hanya bisa masuk dan dipasang pada satu posisi saja.

Ini adalah tool yang lainnya lagi yang digunakan untuk pemasangan (hydrodinamic groove Type) seal pada engine-engine model sekarang*. Sebelah kiri adalah installer-nya, sedangkan sebelah kanan adalah locator-nya dengan nut pada bagian atasnya.

CATATAN : Seal group yang baru sedikit berbeda dengan standard lip-type seal yang lama. Perbedaanya adalah pada seal yang baru terdapat hydrodinamic groove pada sealing lip-nya. Groove pada seal lip ini membuat oli akan kembali ke crankcase bilamana crankshaft berputar. Karena desain dari seal lip ini, maka seal depan akan berbeda dengan seal belakang. Posisi pemasangan dari seal lip groove harus benar-benar diperhatikan karena groove-nya ini sangat sensitive terhadap arah putaran crankshaft. Masing-masing seal ditandai dengan tanda panah untuk menunjukkan arah putaran shaft yang mana seal tersebut bisa digunakan. Jika seal-seal khusus ini dipasang pada posisi yang salah, lubrication oil akan keluar karena groove-nya berada pada posisi yang salah dalam hubungannya dengan putaran crankshaft.

* Engine-engine ini mempunyai seal bore di flywheel housing.

Forcing screw dipakai untuk melepas seal assembly.

CATATAN : Gambar ini hanya ingin menunjukkan tool yang digunakan. Seal-nya sendiri tidak benar-benar akan dilepas dan diganti.

Locator diikatkan pada crankshaft. Wear sleeve dan seal kemudian diletakkan pada locator (tidak kelihatan).

Kemudian installer dan nut dipasang ke locator. Nut dan washer-nya seharusnya dilumasi. Kencangkan nut sampai installer kontak dengan locator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: