Pembersihan dan Pemeriksaan bearing serta adjustment pada bearing

Semua part yang akan dibongkar harus dibersihkan secara menyeluruh. Hal ini akan mencegah kotoran dan butiran pasir mengkontaminasi part bagian dalam, seperti bearing. Saat bearing tercemar kotoran dan butiran pasir maka akan susah untuk dibersihkan.

Berikut adalah hal-hal yang harus dipatuhi saat membersihkan bearing:

  • Cuci bearing dalam solvent dan keringkan dengan udara. Bearing dengan grease keras harus direndam.
  • Lapisi bearing dengan pelumas segera setelah dibersihkan
Memeriksa kondisi bearing
  • Putar bearing perlahan dengan tangan dan periksa kekasaran atau ketidakrataan.
  • Periksa ball, roller dan permukaan bearing untuk melihat adanya cacat. Perhatikan dengan seksama daerah antara cage atau retainer saat memutar bearing sehingga seluruh permukaan diperiksa.
  • Tahan bearing dalam keadaan diam saat mengeringkannya dengan udara bertekanan. Jangan memutar bearing karena ini berbahaya pada orang dan merusak bearing.
  • Bearing yang memiliki seal tidak boleh dicuci. Bersihkan bagian luarnya dan periksa kekasaran seperti pada poin 3.
  • Jika bearing akan digunakan kembali namun untuk waktu yang masih lama, maka bearing harus dilumasi dan dibungkus dalam kertas yang diberi oli. Ini akan mencegah karat dan melindungi dari debu.

Bearing adjustment

Sebagian besar tapered roller bearing harus disetel selama pemasangan. Ada dua jenis penyetelan:

  • Screw adjustment
  • Shim adjustment

Front-wheel bearing dari rear-wheel drive kendaraan adalah sebuah contoh bearing dengan screw adjustment. Mereka dilengkapi dengan nut pengatur yang pada mulanya dikencangkan hingga semua clearance di dalam bearing hilang. Setiap pabrik pembuat memiliki metode yang berbeda dalam menyetel kekencangan nut. Ada pabrik yang menggunakan metode torque dan ada juga yang menggunakan hand method. Contoh dari hand method adalah mengencangkan adjusting nut hingga seluruh celah bearing hilang. Nut kemudian dilonggarkan dan kemudian dikencangkan hingga kekencangan nut mulai terasa. Split pin kemudian dipasang pada castellated nut (atau metode penguncian lainnya) guna  meyakinkan nut tidak bergerak lagi. Hal yang harus diingat ketika menggunakan metode ini adalah hub harus diputar ketika nut dikencangkan untuk meyakinkan bearing duduk dengan tepat pada posisinya. JIka nut terlalu kencang, bearing akan cendrung mengunci ketika timbul panas dan akan terjadi kerusakan bearing. Cup atau cone sebuah roller bearing dapat memiliki adjusting shim atau spacer yang dipasang dibelakangnya. Untuk mendapatkan celah antara yang diinginkan, ketebalan shim harus ditentukan dengan membuang atau menambahnya.

Bearing Pre-load

Pre-load dilakukan pada bearing yang menerima beban thrust dan radial dengan cara memberikan pembebanan awal pada bearing guna meyakinkan ball atau roller kontak penuh dengan permukaan bearing saat beroperasi.

Contoh bearing yang memerlukan pre-load adalah pinion bearing pada differential assembly. Thrust dari beban kerja roda gigi akan cendrung menekan cup pada bearing dengan keras. Tanpa initial pre-load, akan berakibat kendurnya bearing dan pinion tidak akan memiliki penyangga yang memadai. Wheel bearing tidak diberi pre-load, namun hanya disetel untuk membuang kelonggaran yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: