PEMERIKSAAN DAN PENGUJIAN NOZZLE CAPSULE DIRECT INJECTION

Pemeriksaan

Sebelum memasang nozzle di adapter, lakukan pemeriksaan visual terhadap discolouration atau kerusakan akibat penyikatan dengan kawat baja.

Gambar 5.39 Case
Gambar 5.39 Case

Agar nozzle dapat berfungsi dengan benar, case harus lurus dan tidak rusak seperti pada Gambar 5.39, kiri.

Nozzle di tengah mengalami torque yang berlebihan pada saat pemasangan, mengakibatkan bagian atasnya menonjol dan menyebabkan nozzle tidak bisa dipakai. Sedikit tonjolan di bagian atas masih bisa diterima, tetapi periksa terhadap adanya keretakan pada case.

Nozzle di kanan menonjol di bagian tengah dan harus diganti. Masalah ini dapat disebabkan oleh kebocoran dalam, torque pemasangan yang rendah atau overheating, sebagaimana ditunjukkan oleh warna gelap di nozzle ini.

Gambar 5.40 6V2196 Miroscope
Gambar 5.40 6V2196 Miroscope

Penggunaan 6V2196 Microscope Caterpillar, sebagaimana pada Gambar 5.40, akan membuat pemeriksaan orifice nozzle jauh lebih mudah. Gambar sebelah kiri menunjukkan bahwa case memiliki beberapa nick dan goresan, tetapi hal ini seharusnya tidak mempengaruhi performa nozzle. Orifice-nya tidak tersumbat dan tidak ada tumpukan material yang berlebihan di tip nozzle, jadi pasangkan nozzle ini di tester.

Gambar 5.41 Pemasangan nozzle
Gambar 5.41 Pemasangan nozzle

Pasang nozzle di nozzle holder dan kencangkan holder ke adapter seperti ditunjukkan pada Gambar 5.41, kiri. Adapter mampu menyekat sendiri dan memerlukan sedikit pengencangan pada nozzle holder.

Untuk melengkapi pemasangan, tutup valve ON-OFF (1) dan buka satu setengah putaran pump isolator valve (2) serta protector valve gauge tekanan tinggi (Gambar 5.41, kanan).

Gambar 5.42 Flushing
Gambar 5.42 Flushing

Sebelum melakukan pengujian apapun pada fuel inejection nozzle capsule-type, semua udara yang terperangkap harus dikeluarkan dari sistem. Untuk melakukan ini, kendorkan nozzle holder satu setengah putaran dan pompa tester hingga keluar cairan sepenuhnya dari thread adapter (Gambar 5.42). Kemudian, kencangkan holder ke adapter dan mulailah urutan pengujian.

Pengujian Pressure Loss

Gambar 5.43 Pengujian pressure loss
Gambar 5.43 Pengujian pressure loss

Terdapat dua elemen di pengujian pressure loss. Pertama adalah jumlah tekanan yang hilang, dan kedua adalah waktu yang diperlukan untuk kehilangan tekanan. Tekanan di nozzle naikkan hingga 15168 kPa (2200 psi) dan pump isolator valve ditutup. Oli harus bocor balik antara check dan guide untuk melumasi bagian-bagian nozzle dan tekanan akan turun. Pada nozzle yang baik, nozzle harus kehilangan tekanan minimal 1379 kPa (200 psi) dalam waktu 30 detik (Gambar 5.43).

Gambar 5.44 Pressure loss specification
Gambar 5.44 Pressure loss specification
  • PERLAHAN naikkan tekanan hingga 2200 psi
  • Tutup pump isolator valve
  • Setel tekanan hingga 2200 psi dengan gauge protector valve
  • Catat tekanan yang hilang selama 30 detik
  • Jika tekanan yang hilang di luar spesifikasi (Gambar 5.44), hentikan pengujian. Jangan gunakan nozzle.

Spesifikasi ini memerlukan nozzle untuk kehilangan tekanan minimal 1379 kPs (200 psi) dalam waktu 30 detik. Namun, penurunan tekanan yang cepat, bahkan hingga ke nol pun masih diijinkan. Bagian pengujian ini benar. Hilangnya tekanan yang berlebihan akan ditemukan jika diperlukan lebih dari empat kali pemompaan penuh pada gagang tester untuk mencapai 15168 kPa (2200 psi). Jika hal ini terjadi pada tester, nozzle harus diganti.

Sering diperkirakan bahwa tekanan yang hilang secara cepat dan total akan menyebabkan percampuran fuel di oli crankcase. Hal ini tidak benar.

Gambar 5.45 Square rubber seal
Gambar 5.45 Square rubber seal

Jika oli pelumas mengalami percampuran dengan fuel, ini biasanya akibat kerusakan square rubber seal di adapter nozzle (Gambar 5.45) atau akibat kebocoran pada connection sistem fuel. Fuel bocor keluar dari nozzle hanya hingga area trapped volume di adapter (pencil) terisi. Hal ini adalah fitur rancangan dari nozzle dan diperhitungkan untuk kehilangan tekanan yang sangat cepat di unit penguji. Sekali area trapped volume terisi, tidak ada lagi fuel yang bocor dari nozzle kecuali terdapat kerusakan rubber seal.

ValveOpeningPressure

Gambar 5.46 Pengujian VOP
Gambar 5.46 Pengujian VOP

Berikutnya, menguji nozzle direct injection untuk valve opening pressure (Gambar 5.46). Pengujian ini mengukur tekanan yang mengangkat check valve dari dudukannya dan memulai penginjeksian. Perlahan-lahan pompa gagang penguji dan awasi mulainya penginjeksian. Kemudian, baca gauge tekanan tinggi dan bandingkan VOP dengan tabel spesifikasi.

Gambar 5.47 Flushing
Gambar 5.47 Flushing

Sebelum melanjutkan urutan pengujian, nozzle dan unit penguji garus dibilas untuk menghilangkan udara yang terperangkap (Gambar 5.47). Untuk melakukan ini, tutup protector valve gauge tekanan tinggi dan pompa tester tiga kali pemompaan penuh. Dari nozzle harus diinjeksikan cairan tanpa gelembung udara.

Pengujian Tip Leakage

Gambar 5.48 Pengujian tip leakage
Gambar 5.48 Pengujian tip leakage

Pengujian tip leakage ini dilakukan untuk memastikan terdapat penyekatan yang baik pada dudukan valve, karena nozzle direct injection tidak boleh ada kebocoran fuel pada tekanan rendah (Gambar 5.48).

Pertama, keringkan tip nozzle. Bungkuskan shop towel yang bersih di sekitar dasar adapter untuk mencegah adanya return leakage yang meleleh turun di luar adapter, sehingga memberikan indikasi kebocoran tip yang salah. Kemudian, naikkan tekanan hingga 3447-6895 kPa (500-1000 psi) dan tahan tekanan ini selama 30 detik. Selama waktu ini, tetesan boleh keluar dari nozzle, tetapi tetesan ini tidak boleh jatuh.

Pengujian Plugged Orifice

Gambar 5.49 Pengujian plug orifice
Gambar 5.49 Pengujian plug orifice
  • Naikkan tekanan dengan SANGAT CEPAT hingga cairan mengalir keluar dari tip
  • Cairan harus mengalir keluar dari keseluruhan 6 lubang dan membentuk pola sebagaimana Gambar 5.49.

Petunjuk untuk pengujian plugged orifice telah diubah untuk memberikan pemompaan dengan sangat cepat pada gagang tester.

Gambar 5.50 Pengujian plug orifice
Gambar 5.50 Pengujian plug orifice

Hal ini lebih mendekati kondisi penyemprotan secara cepat pada nozzle yang bekerja di engine dan check valve akan terangkat sepenuhnya dari dudukan valve, memungkinkan sebuah aliran oli yang tidak terhambat di orifice.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: