PEMERIKSAAN TURBOCHARGER

PERINGATAN:

Lepaskan hubungan baterai sebelum melakukan pekerjaan servis apapun. Komponen engine yang panas dapat menyebabkan luka bakar. Sebelum melakukan perawatan pada engine, biarkan engine dan komponennya untuk dingin. Luka pada diri dapat terjadi dari bagian yang berputar dan bergerak. Jangan pernah melakukan penyetelan saat mesin sedang bergerak atau engine hidup kecuali disebutkan seperti itu. Mesin harus diparkir pada permukaan yang rata dan engine berhenti.

CATATAN:

Jaga semua bagian bersih dari kontaminan. Kontaminan dapat menyebabkan keausan dengan cepat dan memperpendek umur komponen.

CATATAN: Ketelitian harus dilakukan untuk memastikan bahwa fluida tersimpan selama melakukan pemeriksaan, perawatan, pengujian, penyetelan dan perbaikan produk. Persipkan untuk mengumpulkan fluida dengan wadah yang tepat sebelum membuka tangki atau membongkar komponen apapun yang mengandung fluida. Buang semua fluida berdasarkan peraturan dan ketentuan setempat.

Sebelum memulai pemeriksaan turbocharger, pastikan bahwa hambatan udara inlet masuk dalam spesifikasi engine. Pastikan bahwa hambatan sistem exhaust masuk dalam spesifikasi engine. Mengacu ke Systems Operation/Testing and Adjusting, ‘Air Inlet and Exhaust System – Inspection on the vehicle/engine you are conducting tests on’.

Kondisi turbocharger akan memberi pengaruh yang pasti terhadap performa engine. Gunakan pemeriksaan dan prosedur berikut untuk menentukan kondisi turbocharger.

  • Pemeriksaan Compressor dan Compressor Housing
  • Pemeriksaan Turbine Wheel dan Turbine Housing
  • Pemeriksaan Wastegate.

Pemeriksaan Compressor dan Compressor Housing

  • Langkah 1. Lepaskan pipa udara dari inlet compressor.
  1. Periksa hambatan elemen air cleaner. Jika terjadi hambatan, perbaiki masalahnya.
  2. Bersihkan compressor wheel dan housing dari penumpukan material asing.

Periksa compressor wheel dan housing dari kerusakan akibat benda asing. Jika terdapat kerusakan, pastikan sumber benda asingnya. Jika dibutuhkan, perbaiki dan bersihkan sistem inlet. Ganti turbocharger jika perlu. Jika tidak ada kerusakan, lanjutkan ke Langkah 2.

  • Langkah 2. Putar rangkaian yang berputar dengan tangan. Sambil memutar, tekan ke samping. Rangkaian harus berputar dengan bebas. Compressor wheel tidak boleh bergesekan dengan compressor housing. Ganti turbocharger jika compressor wheel menggesek compressor wheel housing. Jika tidak ada gesekan, lanjutkan ke Langikah 3.
  • Langkah 3. Periksa compressor dan compressor wheel housing terhadap kebocoran oli. Kebocoran oli dari compressor dapat menumpuk oli di after-cooler. Keringkan dan bersihkan after-cooler jika ditemukan oli di after-cooler. Jika ditemukan kebocoran oli, lakukan langkah berikut:
  1. Periksa level oli di crankcase. Jika level oli terlalu tinggi, atur ketinggian level oli.
  2. Periksa engine crankcase breather. Bersihkan breather atau ganti jika tersumbat.
  3. Lepaskan jalur drain oli turbocharger dan bukaan drain. Periksa jalur drain oli. Periksa area antara bearing dari shaft rangkaian berputar. Perhatikan akan adanya endapan oli di lubang drain oli dan jalur drain oli. Jika perlu, bersihkan shaft rangkaian berputar, lubang drain oli, dan jalur drain oli.
  4. Jika langkah 3.1 hingga 3.2 tidak mengungkap sumber kebocoran oli, turbocharger memillki kerusakan di bagian dlaam. Ganti turbocharger.

Pemeriksaan Turbine Wheel dan Turbine Housing

Lepaskan pipa udara dari casing inlet turbine.

  • Langkah 1. Periksa turbine terhadap kerusakan oleh benda asing. Jika terdapat kerusakan, pastikan sumber benda asingnya. Ganti turbocharger. Jika tidak terdapat kerusakan, lanjut ke Langkah 2.

Bersihkan turbine wheel dan turbine housing dari tumpukan karbon atau material asing.

  • Langkah 2. Putar rangkain yang berputar dengan tangan. Sambil memutar, tekan ke samping. Rangkaian harus berputar dengan bebas. Turbine wheel tidak boleh bergesekan dengan turbine housing. Ganti turbocharger jika turbine wheel menggesek turbine wheel housing. Jika tidak ada gesekan, lanjutkan ke Langikah 3.
  • Langkah 3. Periksa turbine dan turbine wheel housing terdapatb kebocoran oli. Periksa turbine dan turbine wheel housing terhadap kerak oli. Sebagian kerak oli dapat dibersihkan. Kerak oli yang tebal kemungkinan membutuhkan penggantian turbocharger. Jika oli keluar dari centre housing turbocharger lanjutkan ke Lankah 3a. Jika tidak, lanjutkan ke ‘Pemeriksaan Wastegate’.
  1. Lepaskan jalur drain oli turbocharger. Periksa bagian yang terbuka dan area antara bearing dan shaft rangkaian berputar. Perhatikan terhadap endapan oli di lubang drain oli dan jalur drain oli. Jika perlu, bersihkan shaft rangkaian berputar, bagian drain yang terbuka dan jalur drain.
  2. Jika tekanan crankcase tinggi, atau jika drain oli terhambat, tekanan di centre housing dapat lebih besar dibandingkan tekanan di turbine housing. Oli dapat terdorong ke arah yang salah dan oli bisa tidak drain.Periksa tekanan crankcase dan perbaiki setiap masalah.
  3. Jika jalur drain oli rusak, ganti jalur drain oli.
  4. Periksa rute jalur drain oli dan hilangkan setiap bengkokan tajam yang menghambat. Pastikan bahwa jalur drain oli tidak terlalu dekat ke echaust manifold engine.
  5. Jika Langkah 3.1 sampai 3.4 tidak mengungkap sumber kebocoran oli, turbocharger memilki kerusakan di bagian dalam. Ganti turbocharger.

Pemeriksaan Wastegate Turbocharger merasakan boost pressure, yang pada saatnya menggerakkan valve wastegate. Valve wastegate mengatur jumlah gas exhaust yang diperbolehkan untuk mem-bypass sisi turbine turbocharger. Pengaturan jumlah gas exhaust yang memasuki turbocharger mempengaruhi RPM turbocharger.

Gambar 1

Contoh Khas

Saat engine beroperasi pada kondisi low boost (lug), spring menekan diaphragm di dalam canister (Gambar 1). Hal ini menggerakkan actuating rod untuk menutup valve wastegate. Kemudian, turbocharger dapat beroperasi pada performa maksimum.

Saat boost pressure meningkat melawan diaphragm di dalam canister, valve wastegate terbuka. RPM turbocharger menjadi terbatas. Pembatasan ini terjadi karena sebagian gas exhaust mem-bypass turbine wheel tubrocharger.

Tingkat boost pressure berikut menunjukkan masalah di valve wastegate:

  • Terlalu tinggi pada kondisi beban penuh
  • Terlalu rendah pada kondisi lug.
Tabel 1

Untuk memeriksa operasi valve wastegate, periksa tekanan valve wastegate yang tepat. Pada engine Caterpillar hal ini bisa didapatkan dengan mengacu pada huruf penandaan yang dicetak pada actuating lever valve wastegate. Huruf penandaan ini menunjukkan nilai tekanan yang tepat. Tabel 1 menunjukkan huruf penandaan dan nilai tekanan yang tepat.

Lepaskan jalur udara, dan perlahan-lahan berikan nilai tekanan yang tepat ke canister. Jangan melebihi 200 kPa (29 psi). Saat suplai uadra dari luar yang berhubungan ke jalur (Turbocharger ke canister di Gambar 32) mencapai tekanan yang tepat untuk valve wastegate, actuating lever seharusnya bergerak sejauh 0,5 + 0,25 mm (0,02 + 0,010 inchi). Jika actuating lever tidak bergerak sejauh nilai ini, ganti turbine housing assembly dari turbocharger.Housing assembly ini termasuk wastegate. Jika diperlukan, ganti keseluruhan turbocharger.

CATATAN: Housing assembly untuk wastegate turbine sudah disetel di pabrik dan tidak bisa dilakukan penyetelan.

Boost pressure mengatur rpm maksimum turbocharger, karena boost pressure mengatur posisi wastegate. Faktor-faktor berikut juga mempengaruhi rpm maksimum turbocharger:

  • Rating engine
  • Kebutuhan horsepower dari engine
  • Rpm high idle
  • Ketinggian di atas permukaan laut dari operasi engine
  • Hambatan udara inlet
  • Hambatan sistem exhaust

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: