Engine mengalami Overheating? Ini yang harus anda periksa

Coolant Level

Coolant level

Hal yang paling mudah untuk mencari penyebab masalah overheating pada sistem pendingin engine adalah memeriksa level coolant. Level coolant yang tidak benar dapat mengakibatkan overheating pada sistem pendingin sehingga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan – kerusakan pada komponen engine seperti retak (crack) pada cylinder head dan block engine.

Peringatan :

JANGAN membuka filler atau pressure cap saat coolant engine masih panas. Uap atau coolant panas dapat menyebabkan luka bakar. Cek kebocoran coolant atau gelelmbung – gelembung udara didalam radiator ketika engine tidak hidup.

Pastikan coolant engine telah dingin kemudian periksalah level coolant pada radiator. Level coolant yang terlalu rendah dapat menyebabkan overheating atau dapat juga level coolant terlalu rendah karena efek dari terjadinya overheating. Pada saat coolant mulai mendidih kondisi pressure relief valve pada radiator cap akan terbuka sehingga tekanan pada sistem pendingin tetap konstan tetapi pada kondisi ini ada juga coolant akan menguap mengalir ke resevoir.

Rule of Thumb:

  1. Coolant harus dapat melapisi untuk melindungi internal tube atau element core.
  2. Pada sistem yang menggunakan non-recovery system, level coolant pada bagian top tank harus berada sekitar 12 sampai 20 mm (1/2” sampai 3/4”) dibawah leher lubang pengisian.
  3. Pada sistem yang menggunakan recovery system, level coolant harus di atas bagian leher pengisian ketika sistem sudah panas dan berada pada level mark pada botol ketika kondisi dingin.

Jika level coolant terlalu rendah maka tambahkan seperlunya. Lihatlah informasi pada Operation and Maintenance Guide tentang jumlah pengisian coolant yang harus ditambahkan. Jika level coolant sudah benar tetapi engine masih overheating lagi maka dapat disimpulkan bahwa level coolant yang rendah bukan penyebab terjadinya overheating. Jika level coolant secara terus – menerus berkurang ada kemungkinan terjadinya kebocoran.

Radiator

Fin radiator mengalami kerusakan

Jika level coolant sudah benar kemudian periksalah radiator. Periksalah radiator dari kotoran atau sesuatu yang menyumbat core atau fin sehingga menyebabkan aliran udara yang melewati radiator dapat terhambat. Untuk melakukan pemeriksaan core gunakanlah senter untuk menyinari radiator dan jika cahaya tidak dapat menembus radiator maka kemungkinan terjadi penyumbatan pada radiator.

Periksalah kisi – kisi pada radiator jika terjadi kerusakan atau bengkok yang dapat menghambat aliran udara serta perikasalah kebocoran pada radiator (Gambar 90). Pada engine untuk aplikasi truck yang mempunyai penutup (shutter) untuk radiator perlu diperiksa jika terjadi macet dalam kondisi tertutup(stuck closed).

Pakailah alat radiator fin comb untuk meluruskan kebengkokan dan juga untuk membersihkan kisi – kisi. Kemudian gunakan udara bertekanan untuk membersihkan potongan – potongan material kecil atau kotoran dari core radiator.

Periksalah aliran udara pada sisi masuk dan keluarnya udara yang melewati radiator. Pemasangan yang tidak benar dan tersumbat radiator oleh kotoran dapat berakibat pada kurangnya aliran udara untuk pendinginan coolant di dalam radiator yang dapat menyebabkan terjadinya overheating pada engine.

Fan Shroud

Fan Shroud

Periksalah kondisi dari pelindung kipas (fan shroud). Pastikan pelindung kipas (fan shroud) terpasang dengan benar. Kemudian pastikan landasan karet (rubber strip) dalam kondisi yang bagus.

Pelindung radiator dan pelindung kipas (fan shroud) dapat meningkatkan effisiensi kipas dengan cara mengarahkan aliran udara untuk melewati radiator dan juga mencegah aliran udara tidak memantul atau berputar melewati sisi – sisi samping radiator.

Jarak antara pelindung kipas (fan shroud) dan ujung blade kipas (fan) harus sedekat mungkin sehingga dapat mencegah berputarnya kembali aliran udara pada bagian sekitar ujung kipas.

Pastikan guard dapat diperbaiki ulang (serviceable).

Kipas

Fan Blade

Periksalah kondisi fan blade dari kerusakan. Periksalah apakah pemasangan kipas sudah benar. Sebuah fixed-blade fan yang dipasang terbalik effisiensinya akan berkurang sampai 50% maka periksalah apakah kipas yang terpasang pada machine sudah benar.

Periksalah kekencangan fan belt dan kondisi keausan groove di pulley (Gambar 10.92, kanan) (Lihat pada literatur dengan Media number SEBF8046 untuk mengetahui spesifikasi batas keausan groove di pulley). Fan belt yang kendor akan mempercepat keausan belt dan dapat menyebabkan kerusakan pada pulley. Fan belt yang kendor akan menyebabkan kipas berputar lebih pelan karena slip sehingga tidak bisa menghasilkan aliran udara yang maksimal dan dapat berakibat overheating pada engine. 

Pastikan tidak ada oli atau grease pada fan belt atau pulley. Oli atau gease dapat menyebabkan belt menjadi slip. Diameter luar tali kipas baru harus kelihatan melewati ujung pulley sedikit. Jika fan belt sejajar dengan bagian luar diameter pulley, fan belt dan pulley akan rusak. Cek permukaan bagian dalam fan belt adanya crack. Crack pada permukaan bagian dalam akan menyebabkan fan belt putus. Ganti fan belt secara keseluruhan.

Fan belt yang baru akan merentang sedikit setelah beberapa hari pengoperasian. Fan belt baru dan fan belt yang lama bila digunakan bersamaan akan menyebabkan tegangan berlebih pada fan belt baru. Saat dilakukan penyetelan pada fan belt yang akan terjadi adalah fan belt baru akan kencang sebelum fan belt lama sehingga fan belt baru yang akan menerima beban secara keseluruhan beban.

CATATAN :

Tegangan pada fan belt yang berlebihan akan menyebabkan bearing water pump dan bearing pulley menerima beban yang berlebihan. Hal tersebut juga membuat keausan fan belt lebih cepat. Tegangan pada fan belt yang tidak cukup (kendor) menyebabkan fan belt akan slip sehingga fan akan berputar lebih lambat. Fan belt harus lentur kurang lebih 10 mm (0,4”) ketika ditekan pada jarak terpanjang lintasannya.

Fan Clutch

Fan Clutch

Pada unit vehicle yang menggunakan fan clutch, jika terjadi slip pada fan clutch dapat menyebabkan berkurangnya aliran udara. Apabila terjadi kerusakan pada clutch dapat menyebabkan fan tidak bisa berputar sehingga tidak ada aliran udara untuk mendinginkan coolant di dalam radiator.

Untuk mengukur kecepatan putaran fan dapat menggunakan alat 9U7400 Multitach II kemudian bandingkan kecepatan fan dengan kecepatan engine sehingga dapat diketahui apakah clutch beroperasi dengan benar.

Rule of Thumb:

Ketika kondisi temperatur panas dan seimbang putarlah fluid fan dengan tangan. Jika fan berputar lebih dari 4 kali putaran maka fluid fan tersebut tidak bekerja dengan baik. Periksalah juga adanya kekasaran. Hati – hati jangan sampai tangan dan lengan terluka bakar ketika melakukan tes ini.

Shutter System

Untuk unit vehicle yang memakai system dengan penutup (shutter system), periksalah kondisi penutup dari kerusakan seperti macet dalam kondisi menutup (stuck closed) atau tidak bisa menutup penuh karena jika kerusakan tersebut akan menghambat aliran udara yang melewati radiator sehingga dapat berakibat overheating pada engine. Pemeriksaan bisa dilakukan secara visual dan jika ditemukan kerusakan atau sistem tidak bisa bekerja dengan benar perbaiki atau jika perlu lakukan penggantian.

Periksalah temperatur pembukaan shutter. Hubungan antara thermostat dan temperatur operasi shutter harus benar.

Hose Coolant

Hose

Aliran coolant yang tidak sesuai dapat disebabkan oleh hose yang terjepit, bocor, rusak atau pemasangan hose yang tidak benar. Kempesnya hose pada sisi hisap water pump mengindikasikan bahwa water pump tidak dapat menghisap coolant yang cukup karena coolant kurang atau terjadinya hambatan pada pada saluran sebelum sisi inlet. Hose bisa di beri cat untuk membuat hose lebih keras.

Gasket Water Pump dan Cylinder Head

Periksalah kebocoran pada water pump. Water pump pada semua aplikasi engine memiliki lubang pembuangan (drain hole) di antara seal coolant dan seal bearing di dalam water pump karena tanpa drain hole di khawatirkan coolant dapat bercampur dengan oli apabila terjadi kerusakan pada seal di dalam water pump.

Drain hole juga berfungsi untuk mengalirkan kebocoran pada saat terjadi pemuaian dan penyusutan seal. Sedikit kebocoran coolant pada saat pertama kali merupakan kejadian yang normal karena seal di rancang untuk mengalami kebocoran pada kondisi – kondisi tertentu untuk menjaga agar seal tetap dalam kondisi dingin dan juga sebagai pelumasan.

Periksalah tanda – tanda kebocoran coolant atau oli di antara cylinder head dan cylinder block. Bila terjadi kebocoran di tempat tersebut maka mengindikasikan terjadinya kerusakkan pada gasket cylinder head.

Pemeriksaan–pemeriksaan Lain

Periksalah kondisi gasket pada radiator cap jika mengalami kerusakan gantilah gasket atau radiator cap.

  • Periksalah kondisi permukaan untuk gasket radiator. Permukaan tersebut harus halus dan datar.
  • Pada aplikasi gas engine, pada saluran manifold dan converter terdapat juga saluran coolant di dalamnya sehingga perlu diperiksa dari kebocoran baik di dalam atau di bagian luarnya.
  • Pada aplikasi vehicle, periksalah kondisi rangkaian pemanas (heater) dari kebocoran.
  • Jika radiator cap di ikat dengan sebuah stud maka pastikan kontak antara gasket dan permukaan pada radiator top tank tertutup rapat. Jika stud yang di pakai terlalu panjang atau rusak tidak dapat menyekat dengan sempurna.
  • Pada kompresor udara yang menggunakan jacket water periksalah kebocoran karena coolant dapat masuk ke kompressor atau coolant akan kemasukan udara.
  • Periksalah recovery pipe dan hose dari kebocoran.

PERINGATAN :

Jangan melakukan disassemble pada relief valve pada sistem pendingin jika radiator cap belum di lepas dari radiator dan tekanan pada sistem pendingin belum dikeluarkan (di-release). Tekanan pada sistem pendingin yang masih tinggi akan menyebabkan coolant atau uap panas menyembur keluar sehingga dapat menyebabkan cidera.

  • Jika pressure relief valve dipasang di bagian atas tangki radiator lepas dan periksa kondisi relief valve kemudian periksa juga kondisi permukaan gasket. Bersihkan permukaan untuk memasang relief valve dari karat dan kotoran sebelum di pasang.
  • Periksalah seal pada governor setelah melakukan fuel setting. Pastikan machine tidak beroperasi pada kondisi overload atau di operasikan pada torque converter stall speed.
  • Periksalah slip pada clutch transmission dan steering.
  • Pastikan brake pada machine tidak mengalami dragging.
  • Jika dilengkapi dengan vehicle retarding device pastikan sistem tersebut bekerja dengan baik.
  • Periksalah konsentrasi glycol pada coolant. Konsentrasi glycol tidak boleh melebihi 50%.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: