Apa Saja Yang Harus diperiksa ketika Engine Overheat?

Kekurangan Coolant

Periksa Level Coolant

radiator cap
Periksa level coolant

Masalah lain pada system pendingin adalah kekurangan atau hilangnya coolant. Jika operator mengeluh berkurangnya coolant pada system pendingin langkah pertama yang harus di lakukan oleh teknisi adalah periksa prosedur pengisian yang sudah di lakukan.

Sebagai contoh: ketika melakukan pengisian radiator level coolant harus berada pada bagian atas filler tube dan hari berikutnya level coolant harus berada di bawah filler tube. Jika level tidak turun mungkin pengisian coolant pada sistem pendingin terlalu penuh karena coolant akan menguap dan keluar melalui relief valve menuju resevoir. Pemeriksaan dan prosedur pengisian coolant yang benar dapat di lihat pada Service Manual pada section Lubrication and Maintenance Guides. Sebagai panduan umum, sistem pendingin yang memakai system recovery level coolant harus berada pada posisi penuh (full). Sedangkan untuk system yang tidak mempunyai system recovery (Non-recovery) level coolant harus berada sekitar 20mm (3/4″) dibawah filler neck.

Pemeriksaan Kebocoran

Untuk mencari masalah kurangnya coolant karena kebocoran lakukan dengan cara mencari dari yang paling termudah. Periksa secara visual kebocoran pada system pendingin dan untuk kebocoran yang kecil umumnya akan terlihat jika system pendingin sedang bertekanan. Gunakan 9S8140 Pump Group untuk memberikan tekanan ke dalam sistem pendingin. Berilah tekanan pada sistem pendingin sesuai dengan spesifikasinya kemudian periksa kebocoran jika ada perbaiki kebocoran tersebut.Untuk kebocoran yang sangat kecil jaga tekanan pada sistem pendingin dengan memasang air regulator sehingga tekanan akan tetap ada selama mencari kebocoran.

Periksa Pressure Relief Valve & Tutup Radiator

radiator cap
Periksa pressure cap dan relief valve

Setelah langkah – langkah diatas dilakukan tetapi tidak ditemukan kebocoran, lanjutkan dengan pemeriksaan kondisi pressure cap relief valve menggunakan alat Pump Group. Pasanglah sebuah overflow tube yang terhubung dengan sebuah botol yang berisi air.

Kemudian beri tekanan pada system pendingin menggunakan pompa sampai tekanan yang terbaca pada pressure gauge tetap (tidak bisa naik lagi). Setelah mencapai nilai tekanan tersebut kemudian tekanan akan turun sekitar 7kPa dan berhenti pada nilai tekanan yang ditentukan sesuai dengan spesifikasi.

Jika relief valve bekerja dengan benar akan timbul gelembung udara sesaat pada botol yang berisi air tetapi gelembung udara tersebut kemudian akan berhenti. Apabila gelembung udara yang muncul tidak berhenti menunjukkan terjadi kerusakan pada relief valve dan harus diganti. Jika gelembung udara berhenti tetapi pembacaan tekanan pada pressure gauge turun terus menunjukkan terjadi kebocoran di tempat lain. Periksalah kondisi seal pada radiator cap.

Periksa Gas Hasil Pembakaran pada Sistem Pendingin

coolant
Pemeriksaan gas pada sistem pendingin

Jika pada pemeriksaan menggunakan pump group menunjukkan indikasi terjadinya kebocoran pada system pendingin tetapi bukan kebocoran eksternal melainkan kebocoran internal maka langkah yang harus di lakukan oleh teknisi adalah memeriksa kemungkinan adanya gas buang yang masuk ke dalam system pendingin.

Bukalah radiator cap kemudian hidupkan engine dengan beban. Periksalah timbulnya gelembung udara yang ada pada coolant, jika gelembung udara tidak mudah terlihat gunakan Bottle test untuk memudahkan dalam mengidentifikasi adanya gelembung udara pada coolant system pendingin (Gambar 10.109).

Sebelum menggunakan Bottle Test, pastikan sistem pendingin sudah terisi dengan benar. Gunakanlah kawat untuk menjaga relief valve pada radiator cap tetap terbuka. Pasang radiator cap dan kencangkan.

Pasang hose pada ujung overflow tube atau pasang hose pada saluran outlet relief valve. Hidupkan engine dan operasikan pada kecepatan high idle selama minimal lima menit setelah engine mencapai temperatur operasi normal. Pastikan core radiator tertutup untuk menjaga engine berada pada temperatur operasi. Setelah lima menit atau lebih pada temperatur operasi, letakkan ujung hose ke dalam botol yang telah berisi air. Letakkan botol ke dalam ember air dengan bagian atas menghadap bawah. Jika air pada botol ada yang keluar dalam waktu kurang dari empat puluh detik maka hal ini menunjukkan pada system pendingin terdapat kebocoran gas hasil pembakaran yang berlebihan.

Cylinder head, block dan pre­combustion chamber yang retak, gasket head atau seal pre­combustion chamber yang jelek seperti gambar di atas dapat menyebabkan gas hasil pembakaran dapat masuk ke dalam sistem pendingin.

Lakukan pemeriksaan pada komponen – komponen diatas dan lakukan perbaikan atau penggantian jika terjadi kerusakan. Apabila terjadi kerusakan gasket pada komponen kompresor udara maka kerusakan tersebut dapat menjadi sumber masuknya udara ke dalam sistem pendingin.

Periksa kandungan air pada oli

deep stick
Pemeriksaan kandungan coolant pada oli

Periksa oli di dalam crankcase. Jika oli berwarna putih susu (campuran air dan oli), hal ini menunjukkan indikasi terjadinya kebocoran air yang masuk ke dalam sistem pelumasan sehingga bercampur air bercampur dengan oli.

Kebocoran ini dapat terjadi karena gasket dan seal yang rusak, kebocoran pada oil cooler, keretakan pada cylinder head atau block engine, dll.

Umumnya, fluida pada system yang bertekanan lebih tinggi akan bocor ke dalam fluida pada system yang bertekanan lebih rendah. Sebagai contoh: kerusakan pada gasket atau seal water pump dapat menyebabkan air dapat masuk ke dalam saluran oli bertekanan rendah pada saluran drain.

Periksa Kandungan Oli Pada Coolant

kandungan oli pada coolant
Periksa kandungan oli pada coolant

Oli juga dapat masuk bercampur dengan coolant pada sistem pendingin.

Periksa Oli untuk Torque Converter

torque converter
Periksa oli torque converter

Periksa kondisi oli di dalam torque converter. Jika oli berwarna putih susu (campuran air dan oli), hal ini menunjukkan indikasi terjadinya kebocoran air yang masuk bercampur dengan oli torque converter.

Oli torque converter  hanya berhubungan dengan sistem pendingin pada komponen oil cooler torque converter atau marine gear. Kebocoran mungkin terjadi pada oil cooler  tersebut.

Jika di temukan oli bercampur dengan coolant pada sistem pendingin lakukan perbaikan kemudian sistem pendingin perlu di bersihkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: