Engine mengalami overheat? Ini yang harus diuji

thermometer
Digital thermometer group

Jika kerusakan tidak dapat ditemukan pada visual inspection maka gunakanlah diagnostic tool dan jika perlu lakukan pelepasan dan inspeksi komponen jika diperlukan.

Untuk memeriksa temperatur pasanglah digital thermometer probes pada lokasi – lokasi yang telah ditentukan. Sebelum memasang digital thermometer probes pastikan temperatur engine sudah dingin kemudian pasanglah self-sealing probe adaptor pada lokasi – lokasi seperti berikut:

  • Tangki bagian atas radiator (radiator top tank)
  • Tangki bagian bawah radiator (radiator bottom tank) atau saluran inlet water pump
  • Saluran outlet water pump
  • Thermostat housing
  • Torque converter oil cooler inlet and outlet
  •  Engine oil manifold atau oil cooler outlet

Temperatur oli pada saluran inlet cooler tidak boleh di atas 132°C (270°F). Temperatur oli normal untuk pada saluran inlet cooler antara 6° sampai 11°C (42° sampai 52°F) lebih besar daripada pada temperatur coolant pada tangki bagian atas radiator (radiator top tank)  ketika machine dioperasikan pada kondisi beban penuh (full load). Temperatur oli pada saluran outlet cooler antara 8° sampai 22°C (45° sampai 72°F) lebih rendah dari temperatur oli pada saluran inlet cooler.

Periksa Relief Valve Sistem Pendingin

radiator cap tester
Pengetesan relief valve sistem pendingin

Relief valve pada sistem pendingin harus membuka pada tekanan yang sesuai dengan spesifikasi tergantung jenis engine yang dapat di lihat pada Engine Specification Module. Untuk memeriksa tekanan pembukaan relief valve dengan cara memasang pressure gauge pada tangki bagian atas radiator. Gunakan Air Pressure Pump untuk menaikan tekanan pada sistem pendingin dan relief valve harus membuka sesuai dengan spesifikasi.

Udara, Gas dan Uap dalam Sistem Pendingin

Sistem pendingin yang tidak diisi sesuai level yang benar dapat menyebabkan terperangkapnya udara di dalam sistem pendingin. Kerusakan atau kebocoran pada beberapa komponen seperti aftercooler dan hose juga dapat menyebabkan masuknya udara ke dalam sistem pendingin, khususnya di sisi inlet water pump.

Udara yang terperangkap di dalam sistem pendingin akan menyebabkan terjadinya busa atau gelembung udara yang akan mempengaruhi kerja water pump. Gelembung udara di dalam sistem akan menjadi penghambat sehingga aliran pompa akan turun. Gelembung udara akan membuat coolant tidak mampu kontak langsung dengan komponen yang akan di dinginkan sehingga menyebabkan timbulnya bintik panas (hot spot) pada komponen yang tersekat oleh gelembung udara.

Untuk mencegah udara agar tidak masuk ke dalam system pendingin ketika pengisian yang perlu diperhatikan adalah cara pengisian tidak boleh terlalu cepat dan pastikan semua sambungan hose terikat kuat. Setelah pengisian selesai nyalakan engine kemudian periksa lagi level coolant untuk menyakinkan radiator masih penuh, khususnya setelah thermostat terbuka dan coolant bersirkulasi ke seluruh sistem.

Gas exhaust yang bocor ke dalam sistem pendingin juga dapat menyebabkan busa atau gelembung udara. Gas exhaust dapat masuk ke dalam sistem pendingin melalui gasket cylinder head yang mengalami keretakan atau cacat. Umumnya penyebab dari kebocoran dapat diketahui dengan pengecekan visual tetapi kadangkala diperlukan proses disassembly komponen – komponen atau pengetesan sederhana.

Gas di dalam sistem pendingin adalah salah satu penyebab terjadinya overheating. Untuk memeriksa kandungan gas di dalam system pendingin dapat menggunakan alat test yaitu bottle test. Gunakanlah 9U6737 Radiator tool Group untuk melakukan bottle test. Isi sistem pendingin dengan coolant pada level yang benar. Kencangkan hose yang menuju outlet relief valve di tangki bagian atas radiator.

Letakkan ujung hose lainnya dalam wadah air. Pasang radiator cap kemudian kencangkan. Hidupkan machine dan operasikan sampai temperatur operasi tercapai (thermostat terbuka). Pastikan temperatur sistem pendingin antara 85°C (185°F) dan 99°C (210°F). Temperatur ini dapat di ukur cek dengan memasang thermistor probe pada regulator housing didepan regulator.

Test ini hanya untuk memeriksa kandungan gas bukan uap air karena pada kondisi yang sama akan menghasilkan kondisi yang hampir sama jika temperatur meningkat. Lihatlah jumlah gelembung udara dalam wadah kaca (glass jar) jika gelembung udara hanya terlihat kadang – kadang maka disana tidak ada udara atau gas dalam sistem pendingin. Tetapi jika gelembung udara berjumlah banyak dan terus – menerus muncul hal itu menunjukkan adanya udara atau gas hasil pembakaran.

Pre-combustion chamber yang pemasangannya kendor, kerusakan seal pre-combustion chamber, kendornya cylinder head atau rusaknya gasket head juga menyebabkan gas hasil pembakaran dapat bocor dan masuk ke dalam sistem pendingin. Pengecekan yang sederhana dapat dilakukan dengan cara mengisi penuh radiator dengan coolant kemudian lepaslah radiator cap lalu nyalakan engine. Gelembung udara yang muncul di tangki bagian atas radiator menunjukkan adanya gas hasil pembakaran yang masuk ke dalam sistem pendingin.

Temperature Gauge

termometer
Pemeriksaan coolant temperature gauge

Periksalah keakuratan dari coolant temperature gauge dengan cara membandingkan nilai yang di baca oleh gauge temperature dengan nilai actual temperatur coolant di dalam thermostat housing. Pada coolant temperature gauge tipe lama untuk sistem pendingin bertekanan harus dikalibrasi untuk memperingatkan overheating pada temperatur sekitar 108°C (226°F) atau 113°C (235°F) pada beberapa model.

Pasanglah thermometer probe pada water temperature regulator housing kemudian hidupkan engine sampai mencapai temperatur kerja.

Ketika engine telah mencapai temperatur kerja bandingkanlah temperatur yang terbaca pada thermometer group dengan yang terbaca pada gauge. Jika pada gauge menunjukkan overheating sedangkan pada thermometer group menunjukkan temperatur normal maka menunjukkan terjadinya kerusakkan pada gauge.

Untuk memastikan kerusakkan pada gauge ganti sekali lagi thermometer probe sebelum memutuskan bahwa gauge mengalami kerusakkan. Jika gauge dan thermometer group menunjukkan nilai temperature yang sama maka problem overheating benar – benar terjadi.

Perbedaan Suhu Radiator – Ambient

ambient temperature
Differential temperature

Pasanglah thermometer probe di bagian atas tangki radiator (top tank) dan pegang satu thermometer probe di tangan untuk mengukur temperatur udara sekitar (ambient temperature). Pastikan ambient temperature di ukur pada daerah yang tidak dipengaruhi panas yang di timbulkan oleh sumber panas lain. Jika fan meniup udara melewati manifold yang panas, hal ini akan berpengaruh terhadap pembacaan ambient temperature.

Jika sistem pendingin menggunakan shunt line, pasanglah probe pada water temperature regulator housing outlet. Dengan engine telah mencapai kondisi temperature kerja operasi dan thermostat terbuka penuh perbedaan temperatur pada radiator tangki bagian atas (top tank) dan ambient temperature tidak boleh melebihi 61 derajat Celcius saat machine di bebani penuh dan thermostat terbuka penuh. Nilai ini disebut sebagai temperature differential. Nilai dari perbedaan temperatur ini akan sangat berguna pada saat melakukan proses perbaikan (troubleshooting).

Suhu Torque Converter

oil temperature gauge
Temperature torque converter

Periksa temperatur pada torque converter yang terlalu tinggi. Jika torque converter tidak bekerja dengan benar dan terlalu membebani engine maka dapat menyebabkan panas yang berlebihan untuk di dinginkan oleh sistem pendingin.

Jika jarum penunjuk gauge (gauge pointer) berada di zona bahaya merah (red danger zone) pasanglah thermometer probe pada torque converter inlet dan outlet serta pada oil cooler.  Pada kondisi engine hidup nilai perbedaan temperatur harus diantara  8°C sampai 22°C (45° – 72°F).

Jika nilai perbedaan temperatur kurang dari 8°C (45°F) kemungkinan water tube  pada radiator tersumbat dan harus di bersihkan atau diganti. Jika perbedaan temperatur lebih dari 22°C (72°F) kemungkinan saluran oli tersumbat sehingga aliran oli juga terhambat. Aliran oli yang terhambat menyebabkan oli di dinginkan terlalu lama pada oil cooler sehingga temperatur oli menjadi terlalu rendah karena perpindahan panas yang terlalu lama.

Retarder

temperature gauge
Retarder

Jika machine dilengkapi dengan pendingin oli retarder atau sistem brake maka ini juga dapat menjadi salah satu kemungkinan terjadinya overheating. Pengoperasian unit yang tidak benar dapat menyebabkan panas yang diserap oleh system pendingin menjadi terlalu besar seperti misalnya operator melakukan kesalahan dalam penggunaan brake terutama pada aplikasi Unit Hauling. Pengecekan oil cooler dapat di lakukan sama dengan pengecekan pada torque converter.

Hambatan Aliran Coolant Radiator

radiator
Hambatan aliran coolant

Hambatan terhadap aliran coolant dan perpindahan panas yang terjadi pada radiator dapat diukur. Hal ini dapat dilakukan dengan mengukur perbedaan temperatur antara tangki bagian atas (top tank) dan bawah radiator (bottom tank). Pastikan ujung probe pada top tank terendam oleh coolant. Pasanglah probe untuk bottom tank pada outlet elbow atau di saluran inlet water pump. Overheating bisa di akibatkan dua hal pada radiator yaitu karena aliran atau kapasitas. Jika perbedaan temperatur lebih dari 11°C (52°F) maka kemungkinan coolant yang mengalir melewati radiator fin terlalu pelan. Hal ini dapat mengindikasikan hambatan aliran dalam sistem pendingin. Jika perbedaan temperaturnya kurang dari 4.5°C (40°F) menunjukkan bahwa tidak maksimalnya perpindahan panas pada radiator sehingga coolant tidak di dinginkan secara maksimal. Tetapi hal ini juga dapat disebabkan oleh karena coolant terlalu panas sehingga radiator tidak mampu untuk mendinginkan coolant.

Kedua masalah di atas dapat menyebabkan overheating pada sistem pendingin.

Temperature Regulator atau Thermostat

thermostat
Thermostat

Jika overheating terjadi karena aliran yang terhambat ada beberapa cara untuk mengetahui penyebabnya. Pertama periksalah kondisi komponen thermostat. Temperatur pembukaan dari thermostat dapat diketahui tanpa harus melepas thermostat dari engine. Tetapi untuk memeriksa thermostat secara keseluruhan harus dilepas dari engine. Temperatur pembukaan (opening temperature) dari thermostat adalah temperatur saat thermostat pertama kali mulai membuka.

Temperatur saat engine hidup (running temperature) adalah temperatur saat thermostat telah membuka penuh dan nilai temperaturnya lebih tinggi dari opening temperature. Untuk memeriksa temperatur pembukaan thermostat di dalam system dengan cara pasanglah thermistor probe pada sisi outlet water pump dan pasanglah juga thermistor probe pada thermostat housing.

Hidupkan engine kemudian lihat temperatur pada sisi outlet water pump. Ketika temperatur kerja belum tercapai coolant akan mengalir ke saluran bypass dan tidak mengalir ke radiator. Temperatur coolant akan terus meningkat sampai temperatur kerja operasi tercapai kemudian temperatur akan stabil. Temperatur tersebut merupakan temperature pembukaan thermostat dan temperaturnya harus tidak lebih dari 1° atau 2°C dari spesifikasi saat terbuka penuh.

Untuk memastikan thermostat dapat di lepas dari engine kemudian lakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap thermostat sesuai dengan prosedur dan spesifikasi yang ada pada Service Manual. Setelah melakukan pengetesan jika thermostat tidak memenuhi spesifikasi gantilah dengan yang baru.

Water Pump

water pump
Water pump

Setelah thermostat diperiksa dan dipastikan masih bagus kemungkinan yang menjadi penyebab terhambatnya aliran ada di saluran yang lain atau mungkin pompa tidak bisa menghasilkan aliran yang sesuai kemampuannya.

Pakailah pressure gauge untuk menemukan tempat terjadinya penyumbatan. Pasang pressure gauge pada sisi inlet pompa dan outlet pompa kemudian di bagian atas radiator. Nilai hasil pengukuran tekanan dapat membantu memisahkan masalah untuk menemukan tempat terjadinya hambatan.

Hambatan Aliran Udara Radiator

Sebelum melakukan pemeriksaan kecepatan udara posisi transmisi machine harus netral. Posisi parking brake “ON” dan turunkan semua peralatan (implement). Lakukan pengecekan pada rated speed.

Cek kecepatan udara menggunakan Blowby/Air Flow Indicator. Untuk memeriksa kecepatan aliran udara pada core radiator memerlukan ketelitian karena pada daerah – daerah tertentu. Kecepatan aliran udara pada bagian tengah (fan hub area) dan bagian pinggir radiator nilainya akan lima kali lebih rendah daripada kecepatan aliran udara meniup core pada bagian yang berhadapan langsung dengan sudu – sudu kipas (blade sweep area).

Alat ini tidak hanya untuk mengukur kecepatan aliran udara tetapi juga untuk menentukan daerah core yang tersumbat yang menjadi penyebab terjadinya overheating. Gunakan Special Instruction, Form SEHS8712 sebagai panduan untuk menggunakan Tool Caterpillar 8T2700 Blowby/Air Flow Indicator Group.

Kecepatan Kipas

fan belt
Kecepatan kipas

Apabila setelah dilakukan pemeriksaan tidak ada masalah dengan core radiator lakukan langkah selanjutanya yaitu periksa kecepatan putaran kipas (fan) menggunakan Caterpillar 9V7400 Multitach II Group. Prosedur penggunaan alat dan langkah – langkah pengetesan dapat di lihat pada Special Instruction, Form SEHS7807.

Jika kecepatan putaran kipas (fan) tidak memenuhi spesifikasi lakukan perbaikan atau penggantian pada fan clutch dan fluid drive. Periksa juga kondisi belt dan pulley karena belt yang aus atau kendor serta pemasangan pulley yang tidak sesuai dengan ukurannya dapat menjadi penyebab kurangnya kecepatan putar kipas (fan).

Track type tractor dan Wheel loader kadang – kadang menggunakan sebuah motor hydraulic untuk memutar kipas. Lihatlah pada Service Information System mengenai prosedur pengetesan kipas menggunakan penggerak motor hydraulic.

Mengukur Suhu Manifold dan After-Cooler

Temperatur oli di dalam manifold oil cooler engine lebih tinggi 6 sampai 11°C (42° sampai 52°F) jika dibandingkan dengan temperatur coolant pada saluran pump outlet. Jika temperatur oli di dalam manifold oil cooler engine lebih tinggi 19° sampai 22°C (66° sampai 72°F) dibandingkan dengan temperatur coolant pada saluran pump outlet, maka kemungkinan terdapat banyak endapan di dalam oil cooler.

Aftercooler yang tersumbat karena kotor akan menyebabkan temperatur udara yang masuk menjadi tinggi atau panas.

Setiap kenaikan sebesar 1° (Fahrenheit atau Centigrade) pada di temperatur udara masuk akan menaikan temperatur gas buang (exhaust) sebesar 3° (Fahrenheit atau Centigrade).

Temperatur gas buang (exhaust) yang tinggi akan menyebabkan overheating. Saluran pada aftercooler yang kotor, terkontaminasi oleh oli atau karat dapat menyebabkan proses perpindahan panas pada aftercooler tidak maksimal.

Engine Timing

egine timing
Engine timing

Engine fuel timing yang tidak tepat dapat menyebabkan overheating pada engine. Engine timing dapat diperiksa menggunakan alat 1P3500 Injection Timing Group.

Jika timing terlambat (retard) dapat menyebabkan overheating karena bahan bakar akan terbakar terlalu singkat pada jarak waktu. Jika timing terlalu cepat (advance) bahan bakar yang terbakar akan terlalu lama di dalam ruang bakar sehingga akan menghasilkan panas yang berlebihan pada ruang bakar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: