Inilah perawatan yang harus dilakukan pada sistem pendingin – part 1

Inspeksi Visual Pada Sistem Pendingin

  1. Cek ketinggian level coolant pada sistem pendingin.
  2. Periksalah kebocoran pada system system pendingin.
    • CATATAN: Seal water pump: sedikit kebocoran coolant yang terjadi pada permukaan seal “face-type” adalah normal hal ini dibutuhkan untuk menyediakan pelumasan pada seal jenis ini. Sebuah lubang yang ada di housing water pump digunakan agar coolant atau pelumas seal dapat mengalir dari housing pompa. Sejumlah kecil kebocoran coolant secara intermittent dari lubang ini bukan mengidentifikasikan kerusakan pada seal water pump. Gantilah seal water pump hanya jika kebocoran besar terjadi atau aliran coolant yang terus – menerus mengalir dari housing water pump.
  3. Periksalah kebengkokan sirip – sirip radiator. Yakinkan bahwa aliran udara yang melewati radiator tidak terhambat.
  4. Periksalah kekencangan belt untuk kipas radiator.
  5. Cek kerusakan pada fan blade.
  6. Periksalah jika ada gelembung gas buang atau udara di dalam sistem pendingin.
  7. Periksalah filler cap dan seal untuk menyekat pada cap.

Inspeksi Visual Pada Aliran Udara

Aliran udara yang mengalir melalui kisi – kisi radiator digunakan untuk menyerap panas dari coolant sistem pendingin.

Agar udara dapat mengalir melalui radiator maka dibutuhkan kipas. Aliran udara yang mengalir melalui kisi – kisi radiator tidak akan maksimal jika terhambat oleh material luar, seperti: serangga, rumput, daun dan kotoran yang tersangkut pada kisi – kisi radiator. Inspeksi secara visual diperlukan untuk menentukan hambatan udara pada kisi – kisi. Hal ini dilakukan dengan menggunakan pencahayaan yang diletakkan di atas kisi – kisi radiator  kemudian dilihat dari sebelahnya untuk mengamati adanya hambatan aliran udara.

Material asing di kisi – kisi radiator harus selalu dibersihkan menggunakan steam cleaning dari arah yang berkebalikan dengan aliran udara. Periksalah kipas pendingin dari keretakan yang diakibatkan karena kipas yang sudah fatique pada sekeliling blade dan sambungan – sambungan pengelasan.

Pengoperasian kipas yang benar harus pula ditentukan. Prosedur pengetesan akan berbeda – beda tergantung pada tipe penggerak yang dipasangkan pada fan radiator. Periksalah bearing pada viscous fan coupling karena jika bearing mempunyai clearance terlalu besar dapat mengakibatkan fan tidak dapat bekerja maksimal dan mengalami kerusakan. Lakukan inspeksi untuk memeriksa kebocoran oli.

Pada hub juga perlu diperiksa untuk memastikan engagement yang benar pada temperature operasi yang sesuai. Hal ini membutuhkan sebuah hot air gun atau sumber pemanas lain yang mampu mengaktifkan bimetallic strip dan control pin sehingga fan akan berputar. Engine harus dioperasikan pada saat melakukan test ini sehingga perlu hati – hati pada komponen –komponen yang berputar.

Beberapa manufaktur merekomendasikan untuk melepas bimetallic strip dan control pin. Simulasi ini menggambarkan saat kondisi panas maksimum ketika engine beroperasi sehingga fan harus berputar maksimum.

Fan clutch harus beroperasi dengan temperatur kerja yang sesuai. Periksalah kerja dari sensing valve dengan cara memanaskan control valve pada temperatur tertentu dan ketika udara sudah cukup mendinginkan maka valve harus berhenti aktif. Pakailah peralatan elektrik (electric jug) dan sebuah thermometer untuk melakukan test ini. Spesifikasi dan prosedur yang benar dapat di lihat pada Service manual pada section Testing & adjusting.

Sirkulasi Coolant

Sirkulasi coolant harus efisien dan benar pada system pendingin untuk mencegah terjadinya overheating pada tempat – tempat tertentu terutama pada coolant di sekitar water jacket dan cylinder head.

Volume aliran coolant yang di pompakan oleh water pump bisa berkurang jika ada hambatan terhadap aliran karena kotoran, sediment atau karat yang terbentuk pada permukaan komponen – komponen system pendingin.

Water pump berfungsi untuk mensirkulasikan coolant pada sistem pendingin. Aliran coolant akan berkurang dan tidak efisien jika terjadi kerusakan pada komponen – komponen di dalam water pump seperti impeller mengalami korosi atau slipping, drive shaft patah, dll. Kerusakan tersebut akan menyebabkan meningkatnya temperatur coolant karena sirkulasi yang kurang baik. Kerja dari thermostat juga perlu diperiksa. Thermostat harus terbuka penuh sekitar 8°C (45°F) di atas temperatur bukaan thermostat.

Radiator Core Flow

Perawatan coolant dan system pendingin yang benar dapat mengurangi resiko tersumbatnya core pada radiator. Dan sebaliknya jika perawatan tidak dilakukan maka core pada radiator dapat tersumbat oleh debu, karat dan kontaminan.

Pada beberapa desain radiator core pada radiator dapat di periksa melalui filler neck. Pada radiator besar yang menggunakan header tank, inspeksi visual ini tidak dapat dilakukan.

Indikasi hambatan pada core dapat terlihat menggunakan prosedur berikut:

  • Langkah 1 Buka hose radiator atas dan bawah dan arahkan hose menghadap ke bawah.
  • Langkah 2 Tutup sambungan hose pada radiator.
  • Langkah 3 Isilah radiator dengan air dan biarkan tutupnya terbuka.
  • Langkah 4 Buka tutup bagian bawah pada leher hose bagian bawah.
  • Langkah 5 Air seharusnya menyemprot keluar sangat deras.
  • Langkah 6 Panjang semprotan akan memendek seiring dengan menurunnya level air didalam.

Jika air yang keluar tidak mengalir cukup deras maka top tank dan bottom tank radiator perlu di lepas sehingga core dapat dibersihkan.

Udara Di Dalam Coolant

Terjadinya aeration pada system pendingin memerlukan tindakan perbaikan secepatnya. Gelembung udara yang terperangkap di sekitar water jacket dan cylinder head akan menyebabkan terhambatnya proses perpindahan panas. Hal tersebut dapat mengakibatkan terjadinya overheating sehingga komponen – komponen dapat mengalami keretakan.

Udara juga berkumpul di sekitar thermostat sehingga element thermostat tidak dapat beroperasi pada temperatur yang tepat. Hal ini akan menyebabkan terjadinya overheating pada coolant selama engine warm up. 

Stress pada komponen akan terjadi karena ketika thermostat mulai terbuka dan coolant dengan temperatur rendah setelah melewati radiator akan mengalir ke jacket water dimana sebelumnya telah terjadi overheating.

Untuk memeriksa gelembung udara pada coolant, pasanglah sight glass yang bening pada vent line yang ke radiator dan hose di atas dan bawah radiator. Sight glass dapat menggunakan special tool atau pipa plastik yang bening. Sight glass yang di pasang di bagian bawah harus menggunakan pipa yang kuat untuk mencegah agar tidak kempes (collapse) oleh kevakuman yang terjadi selama melakukan test.

Pastikan level coolant  benar selama melakukan test. Terjadinya aeration akan terlihat dengan adanya gelembung udara pada coolant yang mengalir di bagian atas di sepanjang sight glass.

Gelembung udara pada sight glass di bagian bawah mengindikasikan adanya kebocoran di radiator atau terjadinya hambatan aliran di dalam core. Gelembung udara pada hose bagian atas atau saluran bleeding mengindikasikan problem pada engine.

Sumber terjadinya gelembung udara (aeration) adalah seal water pump bocor, sambungan hose kendor, gasket head rusak atau retaknya combustion chamber. Gelembung udara timbul karena adanya kerusakan pada gasket dan keretakan sehingga udara masuk ke coolant gallery.

Inspeksi Water Pump

Umumnya water pump harus dilepas dari engine untuk memeriksa kondisi impeller apakah terjadi karat atau kerusakan akibat cavitation tetapi pada beberapa engine mempunyai sambungan inlet atau outlet yang dapat dibuka untuk memeriksa kondisi impeller.

Jika ditemukan terjadi pitting atau kerusakan core pada komponen – komponen system pendingin maka perlu dilakukan perbaikan atau penggantian water pump.

Kondisi bearing pada belt penggerak pompa dapat di periksa dengan cara melepas drive belt dari pulley kemudian putar shaft dan periksa apakah terjadi gerakan yang kasar atau kekendoran di bearing.

Untuk memeriksa kondisi seal spring tension pada permukaan seal karbon di dalam water pump yaitu dengan cara memutar pulley dan amati bagaimana pulley tersebut berhenti.

Seal yang terpasang terlalu kekencangan akan membuat pulley berhenti dengan cepat dengan akhiran pergerakan pulley yang kasar. Kondisi bagian karet seal tidak bisa diinspeksi dan jika ditemukan kebocoran maka harus dilakukan perbaikan water pump.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: