Inilah perawatan yang harus dilakukan pada sistem pendingin – part 2

Pengujian Tekanan

Pengetesan tekanan

Melakukan pengetesan tekanan di dalam system pendingin merupakan salah satu dari perawatan dan inspeksi berkala yang sangat penting. Kebocoran coolant yang terjadi secara terus menerus baik besar maupun kecil pada engine yang sedang beroperasi dapat menyebabkan kekurangan coolant di dalam system pendingin.

Coolant dijaga pada tingkat konsentrasi yang tepat dan memiliki tingkat PH yang rendah. Hal ini berarti bahwa bahwa coolant di klasifikasikan soft water dan memiliki kualitas pencarian bocor (leak searching quality). Walaupun clamp hose diikat dengan benar, atau kekencangan gasket dipelihara dengan benar, kebocoran mungkin masih dapat terjadi. Kebocoran coolant dapat terjadi:

  • Ketika engine dingin saat tekanan di dalam system mulai berkurang dan tidak ada pemuaian akibat panas pada sambungan – sambungan sistem pendingin.
  • Ketika sistem pada temperatur kerja operasi dan tekanan meningkat.

Kebocoran yang sangat kecil kemungkinan akan sulit untuk di temukan karena kebocoran coolant yang sedikit akan langsung menguap sehingga susah mengidentifikasi tempat terjadinya kebocoran.

Ingat bahwa temperatur dan tekanan saling berhubungan. Ketika melakukan diagnosa pada sistem pendingin periksalah tekanan dan temperatur pada sistem pendingin. Tekanan akan sangat berpengaruh terhadap temperatur coolant pada sistem pendingin.

Pengujian Sistem Pendingin untuk Kebocoran Luar

Ikutilah prosedur pengetesan kebocoran pada radiator dan sistem pendingin:

  1. Lepaslah radiator cap dari radiator.
  2. Pastikan level coolant benar yaitu level di atas core radiator.
  3. Pasanglah Pressurising Pump ke radiator.
  4. Pompalah Pressurising Pump sampai tekanan yang terbaca pada indikator menunjukkan tekanan pada system pendingin 10% lebih besar dari spesifikasi tekanan yang ada pada radiator cap.
  5. Periksa kebocoran radiator dari sisi luar.
  6. Periksa kebocoran pada semua sambungan dan hose yang di pakai pada sistem pendingin.
  7. Jika tidak ditemukan adanya kebocoran dari sisi luar dan pembacaan tekanan pada indikator masih sama setelah lima menit maka hal itu menunjukan tidak terjadi kebocoran pada radiator dan sistem pendingin. Jika pembacaan pada indikator turun tetapi tidak ditemukan kebocoran dari sisi luar maka hal ini menunjukan terjadinya kebocoran di bagian dalam sistem pendingin. Lakukanlah perbaikan seperlunya.

Pengujian Tekanan Pressure Cap

Salah satu penyebab kebocoran tekanan di dalam sistem pendingin adalah kerusakan pada seal pada radiator pressure cap. Setelah engine dingin kendorkan radiator pressure cap dan biarkan tekanan keluar dari sistem pendingin. Kemudian lepaslah radiator pressure cap.

Periksalah kondisi radiator pressure cap. Periksalah jika ada kerusakan pada seal atau permukaan seal. Bersihkanlah jika di temukan ada material asing atau endapan kotoran pada cap, seal atau permukaan seal.

Pengetesan radiator cap

Pressurising Pump seperti di tunjukkan pada Gambar 10.73 berfungsi untuk memeriksa kondisi pressure cap dan juga melakukan pemeriksaan kebocoran pada system pendingin. Untuk memeriksa apakah pressure cap beroperasi pada tekanan yang tepat gunakanlah prosedur di bawah ini:

  1. Lepaskan pressure cap dari radiator. Periksa kondisi cap.
  2. Pasanglah pressure cap pada adapter yang terhubung dengan Pressurising Pump.
  3. Lihatlah nilai tekanan yang ditunjukan pada indikator saat pressure cap membuka.
  4. nilai yang di tunjukan pada indicator saat pengetesan dengan spesifikasi pressure cap yang tepat (biasanya di stamp pada pressure cap)
  5. Jika pressure cap tidak memenuhi spesifikasi atau rusak lakukan penggantian pressure cap yang baru.

Pengujian Water Temperature Indicator

Jika coolant engine terlalu panas dan terjadi kehilangan coolant pada system pendingin kemungkinan di sebabkan oleh berkurangmya tekanan pada system. Jika indicator (gauge atau warning light) menunjukan bahwa temperatur coolant engine terlalu panas lakukan pemeriksaan kebocoran coolant.

Jika kebocoran tidak di temukan periksalah keakuratan indicator. Untuk memeriksa keakuratan sebuah indicator gunakan indicator yang masih akurat sebagai alat pembanding dan juga gunakan Caterpillar 4C6500 Digital Thermometer Group.

Hidupkan engine sampai mencapai temperatur kerja kemudian bacalah nilai temperatur pada test indicator, indicator temperatur coolant dan thermometer. Pembacaan temperatur pada ketiga alat tersebut harus menunjukan nilai yang sama.

Pengujian Thermostat (Temperature Regulator)

Kondisi water temperatur regulator dapat diperiksa dengan memanaskannya didalam tempat yang berisi air. Tempatkan thermometer untuk mengukur temperatur air, catat temperatur pada saat regulator mulai membuka dan pada saat terbuka penuh.

Temperatur saat thermostat terbuka penuh harus lebih tinggi 8°C (45°F) dari temperatur bukaan thermostat yang tertera pada sisi thermostat.

Prosedur umum untuk melakukan pengetesan thermostat adalah sebagai berikut:

  1. Rendamlah thermostat ke dalam wadah berisi air dan panaskan sampai valve terbuka.
  2. Keluarkan thermostat dari air dan masukkan feeler strip diantara valve dan dudukannya, (valve akan tertutup dan dan menjepit strip).
  3. Biarkan air mendingin atau tambahkan air dingin untuk menurunkan temperatur air sampai nilai di bawah temperatur bukaan thermostat.
  4. Kemudian masukan lagi thermostat ke dalam air dan panaskan kembali air secara bertahap. Strip akan terlepas ketika thermostat mulai terbuka. Hal ini di lakukan untuk mengetahui temperatur bukaan thermostat sesuai dengan spesifikasi.
  5. Panaskan terus air sampai temperatur lebih tinggi untuk menentukan pada temperatur berapa valve terbuka penuh.

NOTE:

Jangan pernah berasumsi bahwa valve pasti terbuka penuh – selalu lakukan pemeriksaan. Angkatlah thermostat menggunakan kawat pengait kemudian periksalah jarak pembukaan thermostat.

Ketika melakukan pengetesan ini, thermostat tidak boleh menyentuh dinding wadah karena dapat menyebabkan hasil yang di dapatkan tidak akurat

Prosedur untuk Pengujian Thermostat Caterpillar

  1. Lepas thermostat.
  2. Panaskan air dalam wadah sampai temperatur 98°C (208°F). Aduklah air di dalam wadah sehingga pemanasan dapat merata.
  3. Masukkan dan gantung thermostat di dalam wadah air. Thermostat harus di tengah – tengah wadah air.
  4. Jaga air pada temperatur yang sesuai selama sepuluh menit.
  5. Setelah sepuluh menit, ambil thermostat dan secepatnya diukur jarak bukaan thermostat. Jarak minimum harus :
    • 111-8010 Water Temperature Thermostat … 9.5 mm (0.37 in);
    • 4W4794 Water Temperature Thermostat … 10.4 mm (0.41 in).
  6. Gantilah thermostat apabila jarak bukaan tidak sesuai dengan spesifikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: