Petunjuk Dasar Trouble Shooting AC

  1. Hubungkan gauge dan periksa tekanan dalam system.
  2. Hidupkan engine pada high idle (Full Throttle) atau sampai 10 menit jika perlu.
  3. Periksa tekanan dan bandingkan dengan daftar berikut menggunakan ambient temperature yang benar.
  4. Rasakan temperature pada komponen berikut untuk memastikan kerjanya benar.
    1. Compressor outlet fitting harus panas menjadi sangat panas. (jika panas ekstrim kemungkinan system over charged atau ada kebuntuan/blockage. Jika fitting hanya terasa hangat kemungkinan low charge.)
    2. Condenser inlet fitting harus panas menjadi sangat panas. (Jika panas ekstrim kemungkinan system over charged atau ada kebuntuan/blockage. Jika fitting hanya terasa hangat kemungkinan low charge)
    3. Condenser outlet fitting harus terasa hangat. (Jika outlet fitting masih sangat panas, bisa jadi condenser tersumbat dan perlu dicuci untuk memperbaiki aliaran udara atau kipas kondensor telah rusak atau system over charge).
    4. Receiver dryer inlet fitting harusnya hangat. (Sama seperti pada bagian “C”.)
    5. Receiver dryer (orifice tube) outlet fitting harus dingin. (Jika fitting sedingin es/ada Kristal es, system mungkin kurang charge atau orifice sebagian tersumbat. Jika fitting hangat, mungkin system mengalami under charge.)
    6. Receiver dryer untuk TX valve dan H block system harus hangat pada inlet dan outlet-nya, jika outlet dingin maka mungkin ada sumbatan internal atau restriksi sehingga perlu diganti.
    7. Evaporator inlet fitting harus dingin.
    8. Evaporator outlet fitting harus dingin atau sedingin es/Kristal es. (Jika hangat bisa jadi system mengalami under charge atau terjadi blockage restricting flow (aliran tersumbat dan terbatas) dan pendinginan pada evaporator.
    9. Accumulator inlet dan outlet (Orifice tube system) harus dingin/Kristal es. Jika hangat system bisa jadi under charge atau evaporator mengalami sumbatan dan restriksi aliran serta pendinginan.
    10. Compressor inlet fitting harus dingin sampai Kristal es.
  5. Jika fitting tersebut diatas tidak pada temperature yang benar maka ada kesalahan dalam system.
  6. Jika fitting dingin ketika mestinya panas sebelum orifice, TX atau H block maka ada restriksi atau sumbatan yang menyebabkan perubahan tekanan dan temperatur.
  7. Jika fitting hangat dimana mestinya dingin, mungkin system mengalami under charge.

Karena anda melakukan semua pemeriksaan ini untuk mendiagnosa system AC, disarankan untuk mengisi check list atau menuliskan hasilnya. Hal ini tidak hanya akan membantu anda mendiagnosa dan memahami system namun pula sebagai arsip sebagai referensi ke depannya dan informasi saat hand overatau pergantian shift jika pekerjaan tidak selesai. Berikut ini contohnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: