PISTON COOLING JET

Pada saat engine di-operasikan dan oil pressure mencapai lebih dari 140 Kpa (20 Psi), piston cooling jet menyemprotkan oli ke arah piston bagian bawah untuk menurunkan temperatur dari piston dan piston ring.

Jika jet assembly tertutup (blocked), kerusakkan pada piston akan cepat terjadi  karena temperature yang tinggi.

Spray orifice yang sebelah kiri (tanda panah  atas), menyemprotkan oli ke passage yang menuju ke chamber di belakang piston ring groove. Spray orifice sebelah kanan (tanda panah bawah), menyemprotkan oli sampai ke bagian bawah piston crown.

CATATAN :

Piston, connecting rod assembly dan cylinder liner dilepas untuk melihat piston cooling jet, sebagaimana dipasang di engine.

Lokasi dari piston cooling jet assembly ada di oil manifold dari cylinder block.

CATATAN :   Pada gambar ini anda lihat pemasangan piston cooling jet  assembly sebagaimana dilihat dari bawah cylinder block.

Piston cooling jet assembly diikatkan di block dengan retainer plate dan dua baut di belakang engine side cover.

PERHATIAN

UNTUK MENCEGAH TERJADINYA KERUSAKKAN PADA PISTON COOLING JET ASSEMBLY, PISTON COOLING JET HARUS DILEPAS TERLEBIH DULU SEBELUM ANDA MELEPAS PISTON DAN CONNECTING ROD ASSEMBLY.

Lepaskan kedua baut dan retainer untuk melepas piston cooling jet assembly.

Retainer plate akan duduk pas ke dalam notch (position slot) pada piston cooling jet assembly dan menahannya pada posisi yang benar. Retainer plate memungkinkan piston cooling jet berada pada posisi yang benar sehingga kedua orifice akan menyemprotkan oli ke arah yang benar pula.

Ingat, alignment orifice harus benar sehingga oli bisa menyemprot dan mengalir ke vertical passage kemudian ke chamber. Oli dari orifice yang satunya lagi harus mengarah dan mengenai bagian bawah piston crown.

Dorong piston cooling jet assembly ke arah dalam cylinder block dan lepaskan.

PERHATIAN

PADA SAAT PISTON COOLING JET ASSEMBLY DIPASANG, PASTIKAN BAHWA SPRAY JET ORIFICE MENDONGAK KE ATAS, MENGARAH KE BAGIAN BAWAH PISTON.

PENTING !! BAUT SPRAY JET ASSEMBLY HARUS DI TORQUE SECARA KHUSUS, SEBAB BESARNYA TORQUE INI SANGAT KRITIKAL. TORQUE MASING-MASING BAUT SEBESAR 22 ± 3 Nm (30 ± 4 lb. ft.).

Pada gambar berikutnya kita akan melihat Sequence Valve untuk piston cooling jet di oil manifold.

Sequence Valve (6) berada pada oil passage di depan dan di belakang block. Piston cooling jet berada di oil manifold (8) pada block.

Sequence Valve men-stop aliran oli dari main oil manifold ke manifold untuk piston cooling jet sampai oil pressure naik sekitar 140 Kpa (20 Psi) pada saat engine start up. Juga, Sequence Valve ini akan menjaga oil pressure pada main oil manifold di atas 140 Kpa (20 Psi) saat oli panas dan engine running pada low idle.

PISTON COLING JET OIL MANIFOLD SEQUENCE VALVE SEBELAH DEPAN KIRI

Sequence Valve untuk piston cooling jet oil manifold untuk sisi sebelah kiri dari engine (tanda panah kanan) berada di bawah cover (tanda panah kanan) pada bagian depan dari engine block. Oil manifold berada di belakang plug (tanda panah kanan).

Oil passage dari Sequence Valve menuju ke piston cooling jet manifold berada di dalam block dan lokasinya kira-kira berada pada garis hitam.

Main oil manifold berada di bawah plate (tengah kiri) diikat dengan 4 (empat) baut. Passage diantara main oil manifold dan Sequence Valve mengirimkan oli ke Sequence Valve.

SEQUENCE VALVE PADA COOLING JET OIL MANIFOLD SEBELAH KANAN BELAKANG

Ini adalah pandangan belakang dari engine block. Sequence Valve pada cooling jet oil manifold untuk sebelah kanan engine berada pada bagian belakang dari engine block di belakang cover ini (tanda panah kiri). Plug yang berada di sebelah kanan (tanda panah kanan) berada di ujung piston cooling jet manifold. Sequence Valve mengontrol aliran oli dari main oil manifold melalui sebuah passage menuju ke piston cooling jet manifold.

Dengan cover dilepas, kita bisa melihat :

  1. Oil supply passage (tanda panah kiri) dari main oli manifold;
  2. Sequence Valve plunger (tanda panah tengah); dan
  3. Sequence Valve cover (tanda panah kanan) dengan oil chamber.

Anda bisa melihat bahwa saat cover dipasang, sudut dari chamber akan cocok (memanjang) melebihi oil supply passage. Hal ini membuat oli akan menekan bagian atas plunger.

Dengan plunger di luar, kita bisa melihat :

  1. bore di dalam block, sebagai tempat valve spring dan plunger (panah kiri);
  2. Valve spring (panah tengah); dan
  3. Plunger dan dowel (panah kanan).

Dowel pada plunger digunakan untuk mencegah plunger salah pasang

Oli dari main passage keluar ke oil supply passage (panah kiri) menuju ke cover oli chamber (slide sebelumnya). Oli tersebut akan mendorong valve plunger dan membuat spring (panah kanan) dibawah tekanan. Apabila pressure mencapai 100 – 160 Kpa (14.5 – 23.5 psi), plunger akan bergerak masuk, dan mulai membuka passage dan mengirimkan oli ke piston cooling jet manifold. Apabila pressure naik sampai 170 – 230 Kpa ( 24.5 – 33.5 psi), Sequence Valve akan sepenuhnya terbuka untuk memungkinkan oli mengalir ke cooling jet manifold.

Kedua front dan rear Sequence Valve mempunyai cara kerja yang sama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: